Brahma Vihara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Brahma Vihara adalah sifat-sifat luhur yang patut untuk dijalani semua mahkluk. Adapun sifat-sifat luhur yang dimaksudkan adalah Metta (Cinta Kasih), Karuna (Welas Asih), Mudita (Simpati), dan Uppekkha (Keseimbangan Batin).

Metta[sunting | sunting sumber]

Metta adalah cinta kasih Universal. Cinta kasih yang tanpa pamrih dan ikhlas. Layaknya cinta seorang Ibu kepada anaknya/anak tunggalnya. Kalimat ini sebagaimana yang tertuang dalam syair Karaniya Metta Sutta, Syair Sutta Cinta Kasih.

Karuna[sunting | sunting sumber]

Karuna merupakan sifat welas kasih atau sifat yang timbul karena adanya perasaan iba. Sebagai contoh, saat Pangeran Siddhartha sedang bermain dengan para sahabat-Nya di hutan.[1] Di antara mereka adalah Pangeran Devadatta, sepupu Pangeran Siddhartha, yang memegang busur dan beberapa anak panah dalam kantung yang tergantung di punggungnya.[1]Ketika Pangeran Siddhartha tengah beristirahat di bawah pohon menikmati kedamaian dan keindahan alam.[1] Tiba-tiba, seekor angsa jatuh dari angkasa tidak jauh tepat di hadapan-Nya.[1] Ia tahu bahwa Pangeran Devadatta telah memanah angsa itu.[1] Pangeran Siddharta bangkit dan bergegas menolong si angsa.[1] Pangeran Devadatta juga mengejar angsa itu, tetapi Pangeran Siddharta berlari lebih cepat darinya.[1] Sebatang anak panah telah menusuk salah satu sayapnya; untunglah angsa itu masih hidup.[1] Dengan lembut Ia menarik anak panah itu keluar dari sayapnya; lalu memetik beberapa tanaman obat, memeras, dan meneteskan getahnya pada luka si angsa untuk menghentikan pendarahan.[1] Ia mengelus angsa tersebut dengan lembut dan menenangkan unggas yang ketakutan itu.[1] Angsa itu didekap di dada-Nya supaya merasa hangat dan nyaman.[1]

Mudita[sunting | sunting sumber]

Mudita sebagai sifat luhur ketiga bermakna simpati.

Upekkha[sunting | sunting sumber]

Sifat luhur keempat, Upekkha berarti keseimbangan batin. Sikap batin yang teguh dan seimbang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k Buddha, kronologi (2006). Kronologi Hidup Buddha. Karaniya. hlm. 42–43. ISBN 979-8727-01-0.