Badan SAR Nasional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Badan SAR Nasional
(Basarnas)
Logobsnbsr.gif
Gambaran umum
Dasar hukum Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2007
Kepala
Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo
Sekretaris Utama
Max Ruland B
Deputi
Deputi Bidang Potensi SAR Marsekal Muda TNI Sudipo Handoyo
Deputi Bidang Operasi SAR Mayor Jenderal TNI Heronimus Guru
Alamat kantor pusat
Jl. Angkasa B 15 Kav 2-3, Kemayoran, Jakarta Pusat
Website
www.basarnas.go.id

Badan SAR Nasional (disingkat Basarnas) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementrian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR).

Tugas[sunting | sunting sumber]

Basarnas mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan, serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue). Dalam melaksanakan tugas penanganan musibah pelayaran dan penerbangan harus sejalan dengan IMO dan ICAO.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Basarnas dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden No 11 Tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang Badan SAR Indonesia (BASARI), dengan tugas pokok menangani musibah kecelakaan dan pelayaran. BASARI berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Presiden dan sebagai pelaksanan di lapangan diserahkan kepada PUSARNAS (Pusat SAR Nasional) yang diketuai oleh seorang pejabat dari Departemen Perhubungan.

Pada tahun 1980 berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.91/OT.002/Phb-80 dan KM 164/OT.002/Phb-80, tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, PUSARNAS menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS). Perubahan struktur organisasi BASARNAS mengalami perbaikan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 80 tahun 1998, tentang Organisasi dan Tata Kerja BASARNAS dan KM. Nomor 81 tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Pada tahun 2001, struktur organisasi BASARNAS diadakan perubahan sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan KM. Nomor 24 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 79 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Search and Rescue (SAR).

Dengan meningkatnya tuntutan masyarakat mengenai pelayanan jasa SAR dan adanya perubahan situasi dan kondisi Indonesia serta untuk terus mengikuti perkembangan IPTEK, maka organisasi SAR di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Organisasi SAR di Indonesia saat ini diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 79 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Dalam rangka terus meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, maka pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2006 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur bahwa Pelaksanaan SAR (yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, dan/atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya) dikoordinasikan oleh Basarnas yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Menindak lanjuti Peraturan Pemerintah tsb, Basarnas saat ini sedang berusaha mengembangkan organisasinya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagai upaya menyelenggarakan pelaksanaan SAR yang efektif, efisien, cepat, handal, dan aman.

Terakhir, berdasarkan Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2007, BASARNAS ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tanggal 16 September 2014 UU Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan disahkan oleh Komisi V DPR-RI.

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Basarnas dipimpin oleh Kepala Badan SAR Nasional yang membawahi 2 (dua) deputi yaitu Deputi Bidang Operasi dan Bidang Potensi serta Sekretaris Utama. Deputi Bidang Operasi bertanggung jawab dalam pelaksanaan operasi SAR sedangkan Deputi Bidang Potensi bertanggung jawab dalam pembinaan potensi SAR baik Sumber Daya Manusia maupun fasilitas SAR. Deputi Bidang Operasi terdiri dari : Direktorat Operasi dan Direktorat Komunikasi. Deputi Bidang Potensi terdiri dari : Direktorat Sarana dan Prasarana serta Direktorat Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan SAR. Sekretariat Utama terdiri dari : Biro Umum, Biro Hukum dan Kepegawaian, Biro Perencanaan dan KTLN, Pusat Data dan Informasi, dan Inspektorat.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Basarnas mempunyai Unit Pelaksanan Teknis (UPT) di daerah yang disebut Kantor SAR dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Diklat. Saat ini terdapat 34 Kantor SAR yang terdiri dari 12 Kantor SAR Kelas A dan 22 Kantor SAR Kelas B. Kantor SAR mempunyai wilayah tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan, koordinasi dan pelaksanaan operasi SAR di wilayahnya.

Kantor SAR Kelas A adalah :

  • Kantor SAR Medan
  • Kantor SAR Jakarta
  • Kantor SAR Surabaya
  • Kantor SAR Denpasar
  • Kantor SAR Makassar
  • Kantor SAR Biak
  • Kantor SAR Manado
  • Kantor SAR Padang
  • Kantor SAR Semarang
  • Kantor SAR Lampung
  • Kantor SAR Bandung
  • Kantor SAR Banda Aceh

Kantor SAR Kelas B adalah :

  • Kantor SAR Pekanbaru
  • Kantor SAR Tanjung Pinang
  • Kantor SAR Pangkal Pinang
  • Kantor SAR Palembang
  • Kantor SAR Palu
  • Kantor SAR Pontianak
  • Kantor SAR Banjarmasin
  • Kantor SAR Balikpapan
  • Kantor SAR Ternate
  • Kantor SAR Kendari
  • Kantor SAR Kupang
  • Kantor SAR Mataram
  • Kantor SAR Ambon
  • Kantor SAR Jayapura
  • Kantor SAR Sorong
  • Kantor SAR Timika
  • Kantor SAR Merauke
  • Kantor SAR Yogyakarta
  • Kantor SAR Jambi
  • Kantor SAR Gorontalo
  • Kantor SAR Bengkulu
  • Kantor SAR Manokwari

Untuk mempercepat ke lokasi musibah yang tersebar dalam wilayah yang cukup luas maka Kantor SAR menempatkan Tim rescue di Pos SAR. Pos SAR ditempatkan di wilayah kantor SAR di dua tempat dengan prioritas daerah yang mempunyai tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana/musibah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan no : KM 40 Tahun 2006, tentang Pos Search And Rescue (POS SAR) terdapat sebanyak 60 Pos SAR yaitu:

  • Sibolga
  • Tanjung Balai Asahan
  • Nias
  • Cirebon
  • Pasaman
  • Jember
  • Pagaralam
  • Tulungagung
  • Raja Ampat
  • Amurang
  • Tual
  • Saumlaki
  • Sukabumi
  • Banten
  • Pelabuhan Gilimanuk
  • Pelabuhan Padangbai
  • Kab. Bone
  • Kab. Selayar
  • Kab. Nabire
  • Kab. Serui
  • Lhokseumawe
  • Meulaboh
  • Lubuk Sikaping/ Jambi
  • Bengkalis
  • P. Natuna Besar
  • Tanjung Balai Karimun
  • Cilacap
  • Trenggalek
  • Kayangan
  • Kab. Manggarai
  • Maumere
  • Ketapang
  • Sintete
  • Kendawangan
  • Kotabaru
  • Sampit
  • Tarakan
  • Kutai Timur
  • Bau-Bau/ Buton
  • Kolaka
  • Namlea
  • Banda
  • Fakfak
  • Wamena
  • Sarmi
  • Peg. Bintang
  • Mamuju
  • Agats
  • Bima
  • Batam
  • Jepara
  • Kaimana
  • Kimam/ P. Dolak
  • Pangkalan Bun

Kepala Basarnas[sunting | sunting sumber]

Alamat Kantor[sunting | sunting sumber]

Lokasi Kantor SAR Alamat Telpon Fax
BASARNAS Pusat

BALAI DIKLAT

Jl Angkasa B 15 Kav 2-3, Kemayoran, Jakarta Pusat +6221-65867510

+6221-65867511

+6221-65701184

+6221-65867512

+6221-65701184

Jakarta Bandara Soekarno Hatta, Gedung 628, Tangerang Banten +6221-5501512 +6221-5501512
Banda Aceh Jl Sultan Maliki Saleh Lhong Raya, Banda Aceh +62651-33876

+62651-7410234

+62651-21324

+62651-21327

+62651-33876

Medan Jl Bunga Sedap Malam No.9 +6261-4553111

+6261-8225111

+6261-4569040

+6261-8225111
Padang Jl By Pass KM 25 Anak Air Batipuh, Padang +62751-484763

+62751-484533

+62751-484767

+62751-484534

+62751-484533

+62751-484764

Banjarmasin Jl A Yani KM 28,5 Banjarbaru, KalSel +62511-4707856

+62511-4707911

+62511-4707881

+62511-4707856

+62511-4707911

62511-4707881

Pekanbaru Jl Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru, Riau +62761-674821

+62761-676758

+62761-679991

+62761-676758

+62761-674818

+62761-679991

Ambon Jl. Dr. J. Leimena, Hative Besar - Ambon 97236 +62911 - 323744 +62911 - 323782
Palembang Jl Akses Bandara S.Mahmud Badaruddin II Palembang +62711-355111 +62711-418372

+62711-417602

+62711-357494

Timika Jl. Yos Sudarso Km. 5 Timika - Papua +62901-3125190 +62901-3125189
Manado Jl. Worang ByPass Manado-Bitung, Desa Kaasar Kecamatan Kauditan 

Kabupaten Minahasa Utara

+62438 - 51995 +62438 - 52189
Lampung Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara KM. 27

Bandara Raden Inten II Lampung Selatan - Lampung

+62721 - 7697027 +62721 - 7697026
Pontianak Jl. Adisucipto KM. 15,6 Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat +62561 - 721234 +62561 - 721234
Bandung Jl. Raya Bandung - Garut KM. 27, Desa Sindang Pakuon, Kab. Sumedang – Jawa Barat +6222 - 7780437 +6222 - 7780437
Gorontalo Jl. Pangeran Hidayat II Kel. Pulubala Kec. Kota Tengah Kota Gorontalo +62435 - 828469 +62435 - 828469

Pranala luar[sunting | sunting sumber]