Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Badan SAR Nasional)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
(BNPP)
Basarnas Logo.png
Gambaran umum
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 29 Tahun 2014
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2016
Bidang tugasPencarian dan Pertolongan
Di bawah koordinasi
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Kepala
Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito
Sekretaris Utama
Drs. Dianta Bangun, M.Kes.
Deputi
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem
Komunikasi Pencarian dan Pertolongan
Marsekal Muda TNI Dody Trisunu
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan,
dan Kesiapsiagaan
Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto
Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan
Pertolongan
Agus Sukarno, S.H, M.M.
Alamat kantor pusat
Jl. Angkasa B 15 Kav 2-3, Kemayoran, Jakarta Pusat
Website
www.basarnas.go.id
Badan SAR Nasional

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau dikenal dengan BASARNAS, adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR). Perubahan nama Badan SAR Nasional (BASARNAS) menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang ditandatangani presiden Joko Widodo pada tanggal 6 September 2016.[1]

Tugas[sunting | sunting sumber]

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan, serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue). Dalam melaksanakan tugas penanganan musibah pelayaran dan penerbangan harus sejalan dengan IMO dan ICAO.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden No 11 Tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang Badan SAR Indonesia (BASARI), dengan tugas pokok menangani musibah kecelakaan dan pelayaran. BASARI berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Presiden dan sebagai pelaksanan di lapangan diserahkan kepada PUSARNAS (Pusat SAR Nasional) yang diketuai oleh seorang pejabat dari Departemen Perhubungan.

Pada tahun 1980 berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.91/OT.002/Phb-80 dan KM 164/OT.002/Phb-80, tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, PUSARNAS menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS). Perubahan struktur organisasi BASARNAS mengalami perbaikan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 80 tahun 1998, tentang Organisasi dan Tata Kerja BASARNAS dan KM. Nomor 81 tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Pada tahun 2001, struktur organisasi BASARNAS diadakan perubahan sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan KM. Nomor 24 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 79 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Search and Rescue (SAR).

Dengan meningkatnya tuntutan masyarakat mengenai pelayanan jasa SAR dan adanya perubahan situasi dan kondisi Indonesia serta untuk terus mengikuti perkembangan IPTEK, maka organisasi SAR di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Organisasi SAR di Indonesia saat ini diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 79 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Dalam rangka terus meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, maka pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2006 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur bahwa Pelaksanaan SAR (yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, dan/atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya) dikoordinasikan oleh Basarnas yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Menindak lanjuti Peraturan Pemerintah tsb, Basarnas saat ini sedang berusaha mengembangkan organisasinya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagai upaya menyelenggarakan pelaksanaan SAR yang efektif, efisien, cepat, handal, dan aman.

Terakhir, berdasarkan Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2007, BASARNAS ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tanggal 16 September 2014 UU Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan disahkan oleh Komisi V DPR-RI.

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang membawahi 3 (tiga) deputi yaitu: Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan; Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan; Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan serta Sekretaris Utama. Deputi Bidang Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan bertanggung jawab dalam pelaksanaan operasi SAR. Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan bertanggung jawab dalam pembinaan teknis Sumber Daya Manusia di bidang SAR. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan bertanggung jawab dalam penyediaan dan pemeliharaan fasilitas SAR. Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, Dan Kesiapsiagaan dipimpin oleh deputi yang terdiri atas 2 (dua) direktorat yaitu Direktorat Operasi dan Direktorat Kesiapsiagaan. Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan dipimpin oleh deputi yang terdiri atas 2 (dua) direktorat yaitu Direktorat Bina Tenaga dan Direktorat Bina Potensi. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan dipimpin oleh deputi yang terdiri atas 2 (dua) direktorat yaitu Direktorat Sarana dan Prasarana dan Direktorat Sistem Komunikasi. Sekretariat Utama terdiri dari: Biro Umum, Biro Hukum dan Kepegawaian, Biro Perencanaan dan KTLN, Pusat Data dan Informasi, dan Inspektorat.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mempunyai Unit Pelaksanan Teknis (UPT) di daerah yang disebut Kantor SAR dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Diklat. Saat ini terdapat 34 Kantor SAR yang terdiri dari 13 Kantor SAR Kelas A dan 21 Kantor SAR Kelas B. Kantor SAR mempunyai wilayah tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan, koordinasi dan pelaksanaan operasi SAR di wilayahnya.

Kantor SAR Kelas A adalah
  • Kantor SAR Medan
  • Kantor SAR Jakarta
  • Kantor SAR Surabaya
  • Kantor SAR Denpasar
  • Kantor SAR Makassar
  • Kantor SAR Balikpapan
  • Kantor SAR Biak
  • Kantor SAR Manado
  • Kantor SAR Padang
  • Kantor SAR Semarang
  • Kantor SAR Lampung
  • Kantor SAR Bandung
  • Kantor SAR Banda Aceh
  • Kantor SAR Ambon
Kantor SAR Kelas B adalah
  • Kantor SAR Pekanbaru
  • Kantor SAR Tanjung Pinang
  • Kantor SAR Pangkal Pinang
  • Kantor SAR Palembang
  • Kantor SAR Palu
  • Kantor SAR Pontianak
  • Kantor SAR Banjarmasin
  • Kantor SAR Ternate
  • Kantor SAR Kendari
  • Kantor SAR Kupang
  • Kantor SAR Mataram
  • Kantor SAR Jayapura
  • Kantor SAR Sorong
  • Kantor SAR Timika
  • Kantor SAR Merauke
  • Kantor SAR Yogyakarta
  • Kantor SAR Jambi
  • Kantor SAR Gorontalo
  • Kantor SAR Bengkulu
  • Kantor SAR Manokwari
POS SAR

Untuk mempercepat ke lokasi musibah yang tersebar dalam wilayah yang cukup luas maka Kantor SAR menempatkan Tim rescue di Pos SAR. Pos SAR ditempatkan di wilayah kantor SAR di dua tempat dengan prioritas daerah yang mempunyai tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana/musibah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan no: KM 40 Tahun 2006, tentang Pos Search And Rescue (POS SAR) terdapat sebanyak 65 Pos SAR yaitu:

  • Sibolga
  • Tanjung Balai Asahan
  • Nias
  • Cirebon
  • Pasaman
  • Jember
  • Banyuwangi[2]
  • Pagaralam
  • Tulungagung
  • Raja Ampat
  • Amurang
  • Tual
  • Saumlaki
  • Sukabumi
  • Belitung
  • Banten
  • Jembrana
  • Karangasem
  • Buleleng
  • Solo
  • Bone
  • Selayar
  • Nabire
  • Serui
  • Lhokseumawe
  • Meulaboh
  • Simeuleu
  • Bengkalis
  • P. Natuna Besar
  • Tanjung Balai Karimun
  • Tahuna
  • Anambas
  • Cilacap
  • Trenggalek
  • Kayangan
  • Manggarai
  • Waingapu
  • Labuan Bajo
  • Ketapang
  • Sintete
  • Kotabaru
  • Sampit
  • Tarakan
  • Kutai Timur
  • Bau-Bau/ Buton
  • Wakatobi
  • Kolaka
  • Gorontalo Utara
  • Luwuk Banggai
  • Namlea
  • Tobelo
  • Banda
  • Raja Ampat
  • Fakfak
  • Wamena
  • Sarmi
  • Peg. Bintang
  • Mamuju
  • Agats
  • Bima
  • Batam
  • Jepara
  • Kaimana
  • Kimam/ P. Dolak
  • Pangkalan Bun

Kepala[sunting | sunting sumber]

Alamat Kantor[sunting | sunting sumber]

Lokasi Kantor SAR Alamat Telpon Fax
Kantor Pusat Jalan Angkasa Blok B.15 Kav.2-3, Kemayoran
Jakarta Pusat 10720
  • +6221-65867510
  • +6221-65867511
  • +6221-65701184
  • Panggilan darurat: 115
  • +6221-65867512
  • +6221-65701184
Jakarta Bandara Soekarno Hatta, Gedung 628
Tangerang, Banten
  • +6221-5501512
  • +6221-5501512
Banda Aceh Jalan Sultan Maliki Saleh Lhong Raya
Banda Aceh, Aceh
  • +62651-33876
  • +62651-7410234
  • +62651-21324
  • +62651-21327
  • +62651-33876
Medan Jalan Ngumban Surbakti/
Bunga sedap Malam IX Padang Bulan
Medan, Sumatera Utara
  • +6261-8224111
  • +6261-8225111
Padang Jalan By Pass KM 25 Anak Air
Batipuh, Padang
  • +62751-484763
  • +62751-484533
  • +62751-484767
  • +62751-484534
  • +62751-484533
  • +62751-484764
Banjarmasin Jalan A Yani KM 28,5
Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  • +62511-4707856
  • +62511-4707911
  • +62511-4707881
  • +62511-4707856
  • +62511-4707911
  • +62511-4707881
Pekanbaru Jalan Bandara Sultan Syarif Qasim II
Pekanbaru, Riau
  • +62761-674821
  • +62761-676758
  • +62761-679991
  • +62761-676758
  • +62761-674818
  • +62761-679991
Ambon Jalan Dr. J. Leimena, Hative Besar
Ambon, Maluku 97236
  • +62911 - 323744
  • +62911 - 323782
Palembang Jalan Akses Bandara S.Mahmud Badaruddin II
Palembang, Sumatera Selatan
  • +62711-355111
  • +62711-418372
  • +62711-417602
  • +62711-357494
Timika Jl. Yos Sudarso Km. 5
Timika, Papua
  • +62901-3125190
  • +62901-3125189
Manado Jalan Worang ByPass Manado-Bitung
Desa Kaasar Kecamatan Kauditan
Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara
  • +62438 - 51995
  • +62438 - 52189
Lampung Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara KM. 27
Bandara Raden Inten II
Lampung Selatan - Lampung
  • +62721 - 7697027
  • +62721 - 7697026
Pontianak Jalan Adisucipto KM. 15,6
Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat
  • +62561-721234
  • +62561-721234
Bandung Jalan Raya Bandung - Garut KM. 27
Desa Sindang Pakuon
Kab. Sumedang – Jawa Barat
  • +6222-7780437
  • +6222-7780437
Gorontalo Jalan Pangeran Hidayat II
Kel. Pulubala Kec. Kota Tengah
Kota Gorontalo, Gorontalo
  • +62435-828469
  • +62435-828469
Biak Jalan Raya Bosnik No. 111 Biak
  • +62981-21577
  • +62981 - 23330
Merauke Jalan Laksamana RE Martadinata
Merauke, Papua
  • +62971-321158
  • +62971-321108
  • +62971-321158
Pangkal Pinang Jalan Pulau Pelepas, Desa Beluluk
Kec. Pangkalan Baru, Kab. Bangka Tengah
Kepulauan Bangka Belitung
  • +62717-4261338
  • +62717-4261338
Semarang Perum Permata Puri
Jl. Bukit Barisan A.IV No. 09
Ngaliyan, Jawa Tengah
  • +6224-7629192
  • +6224-7628345
  • +6224-7629189
Surabaya Jalan Raya Bandar Udara Juanda
Kel. Semampir, Kec. Sedati
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
  • +6231-8666611
  • +6231-8669611
Tanjung Pinang Jalan R.H. Fisabilillah No.2, KM.6,5 Atas
Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau
  • +62771-319300
  • +62771-311111
  • +62771-319309
Denpasar Jalan Raya Uluwatu No 201
Kel. Jimbaran, Kec. Kuta Selatan
Kabupaten Badung, Bali
  • +62361-703300
  • +62361-705579
Mataram Jalan TGH Lopan
Kec. Labuapi, Kab. Lombok Barat
Nusa Tenggara Barat
  • +62370-633253
  • +62370-639785
Kupang Jalan Adisucipto Penfui
Kupang, Nusa Tenggara Timur
  • +62380-881573
  • +62380-881350
  • +62380-881350
  • +62380-881573
Bengkulu Jalan Suprapto Dalam No. 10
Kel. Betungan Kec. Selebar
Kota Bengkulu, Bengkulu
  • +62736-5500666
  • +62736-5500666
Jambi Jalan Jawa RT.07
Kel. Talang bakung, Kec. Jambi Selatan
Kota Jambi, Jambi
  • +62741-571111
  • +62741-571111
Balikpapan Jalan Marsma R Iswahyudi No. 03
Sepinggan Raya, Kec. Balikpapan Selatan
Balikpapan Kalimantan Timur
  • +62542-762111
  • +62542-760366
Makassar Jalan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Makassar, Sulawesi Selatan
  • +62411-550024
  • +62411-555515
  • +62411-554852
Kendari Jalan Kapten Pierre Tendean
Kendari, Sulawesi Tenggara
  • +62401-3196557
  • +62401-3196558
Palu Jalan Elang No.12
Kota Palu, Sulawesi Tengah
  • +62451-481110
  • +62451-481080
  • +62451-485533
  • +62451-481009
Manokwari Jalan Drs. Essau Sesa Sowi Gunung, Manokwari
  • +62986-2210150
  • +62986-2210150
Sorong Jl. Avignam No. 115 KM.10 Klawuyuk
Sorong, Papua Barat
  • +62951-3102316
  • +62951-323816
  • +62951-329220
Jayapura Jln. Raya Hawai Sentani No. 115
  • +62967-591093
  • +62967-591956
Ternate Jln. Depot Pertamina, Kel. Jambula
Kota Ternate
  • +62921-3120069
  • +62921-3120068
Yogyakarta Jln. Raya Yogya - Wates Km 11,5
Kec. Sedayu, Kab. Bantul, Yogyakarta
  • +62274-7495115
  • +62274-6498557
  • +62274-6498557

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]