Badan Keamanan Laut Republik Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Badan Keamanan Laut
Republik Indonesia
(Bakamla-RI)
Logo of the Maritime Security Agency of the Republic of Indonesia.png
Gambaran umum
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014
Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014
Bidang tugas Melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia
Di bawah koordinasi
Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo[1]
Kepala
Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R.[2]
Sekretaris Utama
PTL. Eko Jokowiyono, S.H., M.Si.
Deputi
Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Laksamana Muda Bakamla Drs. Frederik Kalalembang
Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Laksamana Muda Bakamla Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H.
Alamat kantor pusat
Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi, No.56, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat 10320
Website
bakamla.go.id
Dua kapal Bakamla berpatroli

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (disingkat Bakamla RI atau Bakamla) adalah badan yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Bakamla merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.[3][4] Sebelumnya Bakamla adalah lembaga nonstruktural yang bernama Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (disingkat Bakorkamla RI atau Bakorkamla)[5].

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Badan Koordinasi Keamanan Laut pada awalnya telah dibentuk tahun 1972 melalui Keputusan Bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Kehakiman, dan Jaksa Agung, Nomor : KEP/B/45/XII/1972; SK/901/M/1972; KEP.779/MK/III/12/1972; J.S.8/72/1;KEP-085/J.A/12/1972 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Keamanan di Laut dan Komando Pelaksana Operasi Bersama Keamanan di Laut.

Adanya perubahan tata pemerintahan dan perkembangan lingkungan strategis dewasa ini, Badan Koordinasi Keamanan Laut memerlukan pengaturan kembali dalam rangka meningkatkan koordinasi antar berbagai instansi pemerintah di bidang keamanan laut. Pemikiran tentang perlunya pengaturan kembali Badan Koordinasi Keamanan Laut sebagai penganti Badan yang telah dibentuk sebelumnya (1972), pada tahun 2003 melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Nomor Kep.05/Menko/Polkam/2/2003 maka dibentuk kelompok Kerja Perencanaan Pembangunan Keamanan dan Penegakan Hukum di Laut.

Melalui serangkaian seminar dan rapat koordinasi lintas sektoral, maka pada tanggal 29 Desember 2005, maka ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) yang menjadi dasar hukum dari Badan Koordinasi Keamanan Laut.

Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Bakorkamla resmi berganti nama menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kedudukan Bakamla kemudian diperkuat lagi dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut.

Visi[sunting | sunting sumber]

Terwujudnya wilayah perairian Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

Misi[sunting | sunting sumber]

  1. Meningkatkan penjagaan, pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggar hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
  2. Menguatkan kebijakan nasional di bidang keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
  3. Mewujudkan sistem informasi atau sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Tugas, Fungsi dan Wewenang[sunting | sunting sumber]

Badan Keamanan Laut mempunyai tugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Dalam melaksanakan tugas, Badan Keamanan Laut menyelenggarakan fungsi:

  1. menyusun kebijakan nasional di bidang keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia;
  2. menyelenggarakan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia;
  3. melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia;
  4. menyinergikan dan memonitor pelaksanaan patroli perairan oleh instansi terkait;
  5. memberikan dukungan teknis dan operasional kepada instansi terkait;
  6. memberikan bantuan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia; dan
  7. melaksanakan tugas lain dalam sistem pertahanan nasional.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Badan Keamanan Laut berwenang:

  1. melakukan pengejaran seketika;
  2. memberhentikan, memeriksa, menangkap, membawa, dan menyerahkan kapal ke instansi terkait yang berwenang untuk pelaksanaan proses hukum lebih lanjut; dan
  3. mengintegrasikan sistem informasi keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

[sunting | sunting sumber]

Garuda, Lambang negara, Pancasila sebagai dasar negara.

Bintang, Merupakan cerminan semangat pengabdian dan kehormatan bangsa dan negara.

Strip Merah, Melambangkan komunitas Coast Guard dunia.

Bola Dunia, Melambangkan pelaksanaan tugas-tugas baik nasional maupun internasional.

Jangkar, Melambangkan lingkup kerja di laut.

Trisula, Senjata Dewa Neptunus, melambangkan kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan keselamatan, keamanan, dan tegaknya hukum di wilayah perairan Indonesia.

Tambang, Melambangkan persatuan dan kekuatan.

Susunan Organisasi[sunting | sunting sumber]

Bakamla terdiri dari :

Kepala[sunting | sunting sumber]


Saat bernama Bakorkamla:



Saat bernama Bakamla:


Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]