Agama Buddha di Nepal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Buddha lahir di Kerajaan Sakya Kapilavastu yang terletak di distrik Rupandehi, kawasan Lumbini Nepal.[1][2] Belum memungkinkan untuk menetapkan dengan pasti tahun di mana Pangeran Siddhartha (nama kelahiran Buddha) lahir, biasanya disebutkan di sekitar 623 SM.[3]

Sebanyak 10,74% dari penduduk Nepal mempraktikkan Buddhisme, terutama terdiri dari etnis berbahasa Tibeto-Burma.[4] Di wilayah perbukitan dan pegunungan Nepal, agama Hindu telah menyerap ajaran Buddha sedemikian rupa sehingga dalam banyak hal mereka telah berbagi dewa-dewi serta kuil. Sebagai contoh, kuil Muktinath adalah sebuah tempat peribadatan umum dan suci bagi umat Hindu dan Buddha.[5]

Tinjauan umum[sunting | sunting sumber]

Di Nepal, mayoritas rakyat mengidentifikasikan diri sebagai umat Hindu, namun, pengaruh Buddhis meresap dalam sebagian besar aspek budaya Nepal ke tingkatan di mana kuil Buddha dan Hindu menjadi tempat ibadah bersama bagi masyarakat dari kedua kepercayaan tersebut, sehingga tidak seperti di negara-negara lain, perbedaan antara agama Hindu dan Buddha di Nepal tidak selalu jelas. Selama pemerintahan Raja Aṃśuvarman, putri Nepal Bhrikuti memainkan peran penting dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Buddha di Tibet. Arsitektur Buddha Tibet telah lama dipengaruhi oleh seniman dan pematung Nepal seperti Araniko. Naskah suci Buddhis dalam Buddhisme Mahayana terutama ditulis dalam aksara Ranjana, aksara etnis Newar, atau aksara seperti Lantsa, yang berasal dari Ranjana.[6]

Dalam Buddhisme Nepal tradisional, ada sembilan naskah khusus yang disebut "Sembilan Mustika Dharma" (Navagraha), dan ini dianggap sembilan kitab agama Buddha yang lebih unggul:[7][8]

Di antara rakyat yang berbahasa Tibeto-Burma, Buddhisme Tibet adalah bentuk yang paling banyak dipraktikkan. Buddhisme Newar adalah sebuah bentuk aliran Vajrayana yang dipengaruhi oleh Buddhisme Theravada. Banyak kelompok Buddhis juga dipengaruhi oleh agama Hindu. Buddhisme adalah agama yang dominan dari wilayah utara yang berpenduduk jarang, yang dihuni oleh suku yang berhubungan dengan Tibet, yakni Sherpa, Lopa, Manang, Thakali, Lhomi, Dolpo, dan Nyimba. Mereka merupakan minoritas kecil dari penduduk Nepal.

Kelompok etnis yang hidup di Nepal tengah seperti Gurungs, Lepcha, Tamang, Magar, Newar, Yakkha, Thami, Chhantyal, dan Chepang juga merupakan pemeluk agama Buddha. Kelompok etnis ini memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan dengan tetangga mereka di utara. Mereka datang di bawah pengaruh Hindu karena kontak dekat mereka dengan kasta Hindu. Pada gilirannya, banyak dari mereka akhirnya mengadopsi agama Hindu dan sebagian besar telah terintegrasi ke dalam sistem kasta.

Etnis Kirati, terutama etnis Limbu dan Rai, juga mengadopsi praktik Buddhis Tibet dari tetangga Buddhis mereka. Etnis Jirel, yang dianggap sebagai orang Kirati, juga telah mengadopsi Buddhisme Tibet.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Smith, Vincent A. (1914). The Early History of India from 600 B.C. to the Muhammadan Conquest Including the Invasion of Alexander the Great (edisi ke-3rd). London: Oxford University Press. hlm. 168–169. 
  2. ^ UNESCO (2012). "Lumbini, the Birthplace of the Lord Buddha". UNESCO: World Heritage Centre. 
  3. ^ Thomas, Edward Joseph (1927 (AES Reprint: 2000)). "The Birth of Buddha". The Life of Buddha as Legend and History. New Delhi: Asian Educational Services (AES). hlm. 27–37. ISBN 81-206-0979-4. 
  4. ^ Dahal, Dilli Ram (2003). "Social Composition of the Population: Caste/Ethnicity and Religion in Nepal" (PDF). Population Monograph of Nepal 2003. Central Bureau of Statistics (CBS), Government of Nepal. 1: 104–106. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal January 7, 2014. 
  5. ^ Shastri, G. C (July 1968). "Hinduism and Buddhism in Nepal" (PDF). Ancient Nepal: Journal of the Department of Archaeology. 4: 48–51. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal July 6, 2012. 
  6. ^ Murthy, K. Krishna (1989). "Advent of Buddhism". Buddhism in Tibet. Delhi, India: Sundeep Prakashan. hlm. 15. ISBN 81-85067-16-3. 
  7. ^ Burnouf, Eugène. Buffetrille, Katia. Lopez, Donald. Introduction to the History of Indian Buddhism. 2010. p. 111
  8. ^ Hirakawa, Akira. Groner, Paul. A History of Indian Buddhism: From Śākyamuni to Early Mahāyāna. 2007. p. 294

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]