Kejadian 21

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kejadian 21 (disingkat Kej 21) adalah bagian dari Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang termasuk ke dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.[3]

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia memberi penekanan bahwa anak laki-laki ini (Ishak) dilahirkan dari perempuan merdeka (Sara, satu-satunya istri Abraham) oleh karena janji Allah, bukan karena kehendak daging.[4]

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.[5]

Hukum sunat itu diberikan kepada Abraham pada pasal 17, sehingga Abraham disunat ketika berusia 99 tahun dan Ismael disunat pada usia 13 tahun. Ishak disunat sesuai aturan dari Allah, yaitu pada hari ke-8,[6] sebagaimana juga Yesus Kristus.[7]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya[8]

Setelah menanti cukup lama, akhirnya Abraham mendapatkan seorang putra yang dilahirkan oleh Sara baginya. Hal ini tepat sesuai rencana Allah yang disampaikan langsung kepada Abraham dan Sara, pada saat Allah mengunjungi kemah mereka setahun sebelumnya.[9] Berdasarkan Kejadian 17:17 dan Kejadian 17:24, diketahui bahwa saat melahirkan Sara berusia 91 tahun dan dari Kejadian 16:16 diketahui bahwa saat itu Ismael berusia 14 tahun.[10]

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."[11]

Dikutip oleh Rasul Paulus dalam Galatia 4:30.

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."[12]

Bagian terakhir dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 9:7.

Tradisi Yahudi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 9794158151, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 9794153850, 9789794153857
  3. ^ Kejadian 21:2
  4. ^ Galatia 4:23
  5. ^ Kejadian 21:4
  6. ^ Kejadian 17:12
  7. ^ Lukas 2:21
  8. ^ Kejadian 21:5
  9. ^ Kejadian 18:10
  10. ^ Kejadian 17:17; Kejadian 17:24
  11. ^ Kejadian 21:10
  12. ^ Kejadian 21:12
  13. ^ Penanggalan parsyah

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]