Prefektur Hokkaido

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hokkaido)
Langsung ke: navigasi, cari
Prefektur Hokkaido
Transkripsi Jepang
 • Jepang 北海道
 • Rōmaji Hokkaidō
Transkripsi Ainu
 • Ainu アィヌ・モシ
 • Rōmaji Aynu-Mosir

Lambang Prefektur Hokkaido
negara Jepang
Wilayah Hokkaido
Pulau Hokkaido
Ibu kota Sapporo
Pemerintahan
 • Gubernur Harumi Takahashi
Luas
 • Total 83.453,57 km2 (32.22.160 mil²)
Peringkat luas 1
Populasi (01-10-2010[1])
 • Total 5.507.456
 • Peringkat 8
 • Kepadatan 664/km2 (1,720/sq mi)
Kode ISO 3166 JP-01
Distrik 68
Munisipalitas 180
Bunga Hamanasu
(Rugosa Rose, Rosa rugosa)
Pohon Ezomatsu
(Jezo Spruce, Picea jezoensis)
Burung Tanchō
(Bangau Mahkota-merah, Grus japonensis)
Ikan Sea Bream
Situs web www.pref.hokkaido.lg.jp/foreign/English.htm
Hokkaido (pulau)
Nama asli: 北海道(本島)
Geografi
Lokasi Batas antara barat laut Samudra Pasifik, Laut Jepang, dan Laut Okhotsk
Koordinat 43°LU 142°BT / 43°LU 142°BT / 43; 142
Kepulauan Kepulauan Jepang
Luas 77.981,87 km2 (3.010.896,8 sq mi)
Ketinggian tertinggi 2.290 m (7,513 ft)
Puncak tertinggi Asahi-dake
Negara
Jepang
Prefektur Hokkaido
Kota terbesar Sapporo (pop. 1,890,561)
Demografi
Populasi sekitar 5,600,000
Kelompok etnik Ainu, Yamato

Hokkaido (北海道 Hokkaidō?), dahulu bernama Ezo, adalah nama pulau sekaligus nama prefektur Jepang yang menempati Pulau Hokkaido, Jepang. Hokkaido adalah prefektur terbesar di Jepang, satu-satunya prefektur di Jepang yang dibentuk atas kesatuan 14 subprefektur. Dalam bahasa Jepang, (?) berarti prefektur.

Kota terbesar di Hokkaido adalah Sapporo yang juga berstatus sebagai ibu kota prefektur.

Pulau Hokkaido adalah pulau terbesar kedua di Jepang. Selat Tsugaru memisahkan Pulau Hokkaido dari Pulau Honshu. Pulau Hokkaido dan Pulau Honshu dihubungkan oleh terowongan bawah laut Seikan. Suku bangsa asli di Hokkaido adalah suku Ainu. Banyak nama daerah yang memakai bahasa Ainu, seperti Sapporo.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Ainu, pulau ini disebut Ainu mosir yang berarti "tanah tempat tinggal manusia". Orang Jepang hingga akhir zaman Edo menyebut pulau ini sebagai Ezo atau Hokushu. Ketika badan pemerintah untuk pembukaan Hokkaido (Kaitakushi) didirikan, Pemerintah Meiji memutuskan untuk mengganti nama Ezo. Takeshiro Matsuura yang pernah ikut dalam penjelajahan Hokkaido mengirimkan laporan kepada pemerintah, dan mengusulkan enam pilihan nama untuk Ezo. Pemerintahan Meiji memilih nama Hokkaidō (北加伊道?) sebagai pilihan pertama dan Kaihokudō (海北道?) sebagai pilihan kedua. Nama "Hokkaido" akhirnya dipilih untuk menamakan Pulau Ezo mengikuti sistem hukum Ritsuryo yang membagi wilayah Jepang menjadi Tōkaido (bagian timur), Nankaido (bagian selatan), dan Seikaido (bagian barat).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]