Ganjar Pranowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
H. Ganjar Pranowo, SH
Gubernur Jawa Tengah ke-15
Petahana
Mulai menjabat
23 Agustus 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Wakil Heru Sudjatmoko
Didahului oleh Bibit Waluyo
Anggota DPR-RI Fraksi PDIP
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 22 Agustus 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Informasi pribadi
Lahir 28 Oktober 1968
Bendera Indonesia Tawangmangu Karanganyar, Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah
Partai politik PDI Perjuangan
Suami/istri Hj. Siti Atikoh Suryani

H. Ganjar Pranowo, SH (lahir 28 Oktober 1968; umur 45 tahun) adalah Gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Agustus 2013. Sebelumnya, ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Kutoarjo. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di SMP 1 Kutoarjo dan SMA BOPKRI, Yogyakarta. Setelah lulus sekolah menengah atas ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada.

Menjadi Gubernur[sunting | sunting sumber]

Ganjar maju menjadi calon gubernur dalam Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013, berpasangan dengan Heru Sudjatmoko yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Ganjar-Heru yang dikenal dengan tagline mboten korupsi mboten ngapusi ini keluar sebagai pemenang dengan total perolehan suara mencapai 48,82%.

Pelantikan Ganjar sebagai gubernur dilaksanakan hari Jumat, 23 Agustus 2013 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang[1].

Inspeksi mendadak di jembatan timbang[sunting | sunting sumber]

Ekspresi Ganjar Pranowo saat menemukan praktik pungutan liar di Jembatan timbang Subah, Batang.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jembatan timbang Subah, Kabupaten Batang, Ganjar memergoki praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi. Kemarahannya tak bisa dibendung. Gubernur dari PDI-P itu membanting amplop berisi uang.

Sidak dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB ketika hendak kembali ke Semarang setelah tugas dinas di Banyumas, Cilacap, dan Tegal. Saat melintas di jembatan timbang Subah, Ganjar memutuskan untuk mampir. Di sana ia bertanya kepada petugas soal mekanisme kerja.

Saat itulah Ganjar melihat truk yang antri berjajar di jembatan timbang. Tanpa disangka seorang kernet truk berjalan menuju kantor sambil menggenggam sejumlah uang. Ganjar pun membuntutinya. Ternyata si kernet itu menggenggam uang lalu diletakkan di meja petugas jembatan timbang.

Tidak tahu kalau lagi diintai gubernur, kernet tersebut pergi begitu saja tanpa meminta bukti struk. Ganjar pun meradang. Lalu menginterogasi kernet dan petugas jembatan timbang.

"Buat siapa itu? Heh? Buat siapa?," kata Ganjar dengan nada tinggi.

Ganjar kemudian menanyai petugas dan memerintahkan agar semua laci dibuka. Betapa kagetnya Ganjar ketika ia membuka salah satu laci. Matanya melihat dua amplop berisi uang. Ia lalu mengambil dan membanting dengan keras dua amplop itu ke meja.

Semua orang yang berada di ruangan pun terdiam kecuali yang ditanyai Ganjar. Ternyata tidak hanya satu kernet atau sopir yang kepergok memberikan pungli itu. Bahkan lebih dari lima orang meletakkan uang tersebut karena muatannya melebihi aturan. Mereka menyogok petugas jembatang timbang supaya tidak kena denda lebih besar. Cukup memberi petugas senilai Rp 10-20 ribu setiap lewat jembatan dan melebihi tonase.

Satu persatu kernet dan sopir truk ditanyai Ganjar soal pungli tersebut. Ternyata hal itu sudah seperti "budaya" sejak lama. Nominalnya antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Padahal denda yang sudah diatur oleh perda berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu sesuai golongan kendaraan dan jenis pelanggaran.

Petugas yang ditanya Ganjar sempat berbelit-belit. Akhirnya oknum petugas itu jujur dan mengatakan tiap anggota shift memperoleh bagian yang berbeda-beda. Ada yang mencapai Rp 250 ribu dalam semalam.

Dalam sidak itu Ganjar juga sempat menelepon kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah, Urip Sihabudin dan menegurnya.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bibit Waluyo
Gubernur Provinsi Jawa Tengah
23 Agustus 2013–sekarang
Petahana