Zara (pakaian)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Zara SA
Sociedad Anónima
IndustriRitel
Didirikan1975; 46 tahun lalu (1975) (dengan nama Zorba) di Spanyol
PendiriAmancio Ortega
Rosalía Mera
Kantor
pusat
Cabang
2.270 gerai [1]
Wilayah operasi
Seluruh dunia
Tokoh
kunci
ProdukPakaian
Pendapatan€18,021 milyar (2018)[2][3]
IndukInditex
Situs webzara.com

Zara SA, ditulis sebagai ZARA, (bahasa Spanyol: [ˈθaɾa]) adalah sebuah peritel pakaian yang berkantor pusat di Arteixo (A Coruña), Galicia, Spanyol.[4] Perusahaan ini fokus pada mode cepat, dan produknya meliputi pakaian, aksesori, sepatu, pakaian renang, kecantikan, dan parfum.[5] Perusahaan ini adalah yang terbesar di dalam Inditex Group,[6] peritel pakaian terbesar di dunia. Hingga tahun 2017, perusahaan ini mengelola hingga 20 koleksi pakaian per tahun.[7]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal mula[sunting | sunting sumber]

Amancio Ortega membuka gerai pertama Zara pada tahun 1975 di A Coruña, Galicia, Spanyol. Ortega awalnya memakai nama Zorba, sesuai nama film klasik Zorba the Greek, namun setelah tahu bahwa ada bar dengan nama yang sama di dekatnya, ia pun mengubah nama gerainya menjadi "Zara".[8][9] Gerai tersebut menjual produk yang mirip dengan produk kelas atas yang sedang populer, namun dengan harga yang lebih murah. Ortega kemudian membuka sejumlah gerai baru di seantero Spanyol. Selama dekade 1980-an, Ortega mengubah proses perancangan, produksi, dan distribusinya agar dapat bereaksi lebih cepat terhadap tren baru, yang ia sebut sebagai "mode instan". Perubahan tersebut juga meliputi penggunaan teknologi informasi dan penggunaan sekelompok perancang, bukannya perorangan

Ekspansi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1985, Amancio Ortega mendirikan sebuah perusahaan induk untuk Zara, sebelum berekspansi secara global. Pada tahun 1988, perusahaan ini resmi berekspansi ke Porto, Portugal.[10] Pada tahun 1989, Zara berekspansi ke Amerika Serikat, dan setahun kemudian berekspansi ke Prancis.[11] Selama dekade 1990-an, Zara berekspansi ke Meksiko (1992),[12] Yunani, Belgia, dan Swedia (1993). Pada awal dekade 2000-an, Zara berekspansi ke Brazil (2000); Jepang dan Singapura (2002); Rusia dan Malaysia (2003),[13][14][15] Tiongkok,[16] Maroko,[17] Estonia,[18] Hungaria, [19] dan Romania (2004);[20] Filipina,[14] Kosta Rika[21], dan Indonesia (2005);[22] Korea Selatan (2008);[23] India (2010);[24] Taiwan, Afrika Selatan, dan Australia (2011),[25][26] serta Peru (2012).[27]

Pada bulan September 2010, Zara meluncurkan butik daring di Spanyol, Britania Raya, Portugal, Italia, Jerman, dan Prancis.[28] Pada bulan November 2010, Zara Online berekspansi ke Austria, Irlandia, Belanda, Belgia, dan Luxembourg.[29] Butik daring Zara juga mulai beroperasi di Amerika Serikat pada tahun 2011,[30] di Rusia dan Kanada pada tahun 2013,[31][32][33] di Meksiko pada tahun 2014,[34] di Korea Selatan pada tahun 2014,[35][36] di Romania pada tahun 2016,[37] di India pada tahun 2017, di Brazil pada tahun 2019, dan di Peru pada tahun 2020.[38]

Pada tahun 2014, Zara memperkenalkan penggunaan teknologi RFID di gerainya. Chip RFID diletakkan di label yang dilepas dari produknya setelah dibayar, dan chip tersebut dapat digunakan kembali. Chip tersebut memungkinkan perusahaan ini untuk mengetahui lokasi produknya dengan cepat, dengan mendeteksi sinyal radio dari chip RFID tersebut. Saat produk tersebut terjual, gudang juga akan mendapat notifikasi bahwa stok dari produk tersebut dapat segera dikeluarkan dari gudang. Produk yang tidak ada di rak juga dapat ditemukan dengan mudah menggunakan RFID.[39]

Pada tahun 2015, Zara menempati peringkat ke-30 dalam daftar merek global terbaik di dunia yang disusun oleh Interbrand.[40]

Pada tahun 2019, Zara mengubah logonya.[41] Logo tersebut dirancang oleh Baron & Baron asal Prancis.[42]

Pada tahun 2019, Global Fashion Business Journal menyatakan bahwa walaupun perdagangan tekstil dunia turun sebesar 2,38%, Zara tetap dapat tumbuh sebesar 2,17%.[43]

Pada tahun 2019, CEO Zara menyatakan bahwa mereka sedang menunggu turunnya harga sewa gerai, agar dapat melanjutkan ekspansinya. Zara pun berencana menutup sejumlah gerainya di Eropa pada tahun 2020.[44]

Produk[sunting | sunting sumber]

Gerai Zara menjual pakaian pria dan wanita, serta pakaian anak-anak (Zara Kids). Sementara Zara Home hanya ditawarkan di gerainya di Eropa. Produk Zara diproduksi sesuai tren konsumen. Mayoritas konsumen Zara berusia 18 hingga 35 tahun. Rantai pasok Zara mengirimkan produk baru sebanyak dua kali dalam seminggu. Setelah dirancang, suatu produk hanya membutuhkan 10-15 hari untuk mencapai gerai.[45] Semua pakaian buatan Zara diproses melalui pusat distribusinya di Spanyol, di mana pakaian tersebut akan diinspeksi, disortir, dilabeli, dan dimuat ke dalam truk. Sebagian besar pakaian tersebut pun akan sampai di gerainya dalam waktu 48 jam. Zara memproduksi lebih dari 450 juta potong pakaian per tahun.[46]

Produksi dan distribusi[sunting | sunting sumber]

Departemen pria pada gerai Zara di Almere, Belanda
Pakaian Zara yang diproduksi di Portugal
Gerai Zara di Brisbane
Gerai Zara di Palma de Mallorca (Spanyol)
Gerai Zara di Brussels (Belgia)

Diberitakan bahwa Zara hanya memerlukan waktu satu minggu untuk mengembangkan produk baru dan mengirimnya ke gerai, jauh lebih cepat daripada rata-rata industrinya, yakni enam bulan. Zara memproduksi sekitar 40.000 rancangan, yang mana sekitar 12.000 rancangan di antaranya dipilih dan diproduksi secara hati-hati tiap tahun.[47] Zara memiliki kebijakan untuk tidak memasang iklan,[8] dan lebih memilih untuk mengeluarkan uangnya guna membuka gerai baru.[48]

Zara membuka pabrik di La Coruña pada tahun 1980, lalu meningkatkan pabrik tersebut menjadi fasilitas produksi dan distribusi bertipe milk run terbalik pada tahun 1990. Pendekatan yang dirancang oleh Toyota Motor tersebut awalnya disebut sebagai sistem just-in-time (JIT). Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan ini untuk menerapkan sebuah model bisnis yang dapat mengendalikan bahan baku, proses produksi, penyelesaian produksi, dan distribusi ke gerai di seluruh dunia hanya dalam waktu beberapa hari.[49]

Zara di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Lokasi Alamat
DKI Jakarta
Mal Taman Anggrek Jl. Letjen S. Parman Kav. 21, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
Central Park Jl. Letjen S. Parman Kav. 28, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
Mal Kelapa Gading 3 Jl. Kelapa Gading Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Mal Pondok Indah 2 Jl. Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Senayan City Jl. Asia Afrika Kav. 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Plaza Senayan Jl. Asia Afrika Kav. 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Kota Kasablanka Jl. Casablanca Kav. 88, Tebet, Jakarta Selatan
Grand Indonesia Jl. M.H. Thamrin Kav. 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Plaza Indonesia Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Bandung
Paris Van Java Jl. Sukajadi Kav. 131-139, Bandung, Jawa Barat
Surabaya
Plaza Tunjungan 3 Jl. Basuki Rahmat Kav. 8-12, Surabaya, Jawa Timur
Mal Galaxy Jl. Dharmahusada Indah Timur Kav. 37, Surabaya, Jawa Timur
Pakuwon Mall Jl. Puncak Indah Lontar Kav. 2, Surabaya, Jawa Timur
Medan
Sun Plaza Jl. KH. Zainul Arifin No.7, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan
Denpasar
Beachwalk Jl. Pantai Kuta, Badung, Bali

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ inditex.com
  2. ^ "Inditex Annual Report 2018" (PDF). 
  3. ^ "Zara, motor de Inditex". 11 November 2019. 
  4. ^ "Zara is facing a massive threat that could jeopardize the business". businessinsider.de. Diakses tanggal 13 March 2018. 
  5. ^ "ZARA United States | New Collection Online". www.zara.com. Diakses tanggal 2019-07-27. 
  6. ^ "Global stretch". The Economist. 10 March 2011. Diakses tanggal 5 November 2015. 
  7. ^ "Looking good can be extremely bad for the planet". The Economist. 8 April 2017. Diakses tanggal 16 April 2017. 
  8. ^ a b Hansen, Suzy (9 November 2012). "How Zara Grew Into the World's Largest Fashion Retailer". The New York Times. hlm. 2. 
  9. ^ How Zara became the world's biggest fashion retailer. Graham Ruddick. 20 October 2015. Telegraph. accessed 5 April 2016.
  10. ^ "Spanish domination - Zara brand profile - Marketing Magazine". marketingmag.com.au. Diakses tanggal 13 March 2018. 
  11. ^ "Why high street giant Zara always gets it right". Irish Independent. 29 October 2015. 
  12. ^ "Fashion invasion". The Economist. 8 December 2012. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  13. ^ Kreknina, Aleksandra (25 October 2012). "Zara plans to open over 50 shops in Russia every year". Russia Beyond The Headlines. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  14. ^ a b John Dawson; Roy Larke; Masao Mukoyama (21 August 2006). Strategic Issues in International Retailing. Routledge. 
  15. ^ Robert D. Hisrich; Claudine Kearney (25 June 2013). Managing Innovation and Entrepreneurship. Sage Publications. 
  16. ^ "Zara takes a cautious step into China". Just-Style. 6 September 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 April 2016. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  17. ^ Robb Young (5 November 2013). "In North Africa, a Story of Morocco and the Rest". Business of Fashion. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  18. ^ "Zara opens in the Baltic republics by opening a store in Estonia". El País. El Pais. 17 August 2004. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  19. ^ "Milestones in Hungary's fashion life". Property Magazine. 11 October 2012. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  20. ^ "Zara launches online shop in Romania". Romania Insider. 1 April 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 September 2014. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  21. ^ "Zara Opens in Costa Rica". Inside Costa Rica. 16 May 2005. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  22. ^ "Mitra Adiperkasa offers everything, from Zara to Starbucks". The Jakarta Post. 24 April 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 June 2014. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  23. ^ "Spains Zara Opens First Store in Korea". The Korea Times. 29 April 2008. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  24. ^ "Fashion chain Zara opens its first Indian store". BBC. 31 May 2010. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  25. ^ Emma Jordan (19 January 2011). "Zara to Open in South Africa". iFashion. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  26. ^ "Global phenomenon Zara finally opens in Sydney". Vogue. 19 April 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 September 2016. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  27. ^ "Gestión | EL DIARIO DE ECONOMÍA Y NEGOCIOS DE PERÚ". archivo.gestion.pe. Diakses tanggal 2021-01-20. 
  28. ^ "Zara launches online boutique". fashionunited.com. 6 September 2010. Diakses tanggal 22 June 2014. 
  29. ^ "Zara.com launches in 5 more countries". Diakses tanggal 30 May 2015. 
  30. ^ "Inditex post record profits". Diakses tanggal 30 May 2015. 
  31. ^ "Zara's Secret To Success: The New Science Of Retailing". Forbes. 14 October 2013. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  32. ^ Mary Kim (12 February 2013). "Zara To Launch Canadian Online Story". The Huffington Post. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  33. ^ Michelle Reddick (5 March 2013). "Zara launches online shopping in Canada". Toronto Life. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  34. ^ Katie Evans (10 September 2014). "Zara sells online in Mexico". Internet Retailer. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  35. ^ "Zara launches online in South Korea". Inside Retail. 7 October 2014. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  36. ^ "Inditex: Zara to launch online platforms in South Korea and Mexico". Evigo. 12 December 2013. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  37. ^ "Zara launches online store in Romania". Ecommerce News. 28 March 2014. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  38. ^ "Perú: Zara anuncia la apertura de su tienda online". Perú Retail (dalam bahasa Inggris). 2020-06-03. Diakses tanggal 2021-01-20. 
  39. ^ Bjork, Christopher (16 September 2014). "Zara Builds Its Business Around RFID". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 29 April 2016. 
  40. ^ "Zara". Interbrand. Diakses tanggal 9 June 2016. 
  41. ^ "Zara's new logo may be the future of branding, love it or hate it". Fast Company. 29 January 2019. Diakses tanggal 15 July 2019. 
  42. ^ "ZARA's new logo squeezes out criticism from other designers". 
  43. ^ "Giants in the kingdom of Zara: Inditex, H&M and Primark dominate 38% of fashion sales". www.themds.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-31. 
  44. ^ "H&M and Zara Are Closing Stores To Get Ahead". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-11. 
  45. ^ The Future of Fashion Retailing: The Zara Approach 25 October 2012. Greg Petro. Forbes. accessed 5 April 2016
  46. ^ Zara's Fast-Fashion Edge. Susan Berfield and Manuel Baigorri. 14 November 2013. Bloomberg. accessed 5 April 2016
  47. ^ Burgen, Stephen (17 August 2012). "Fashion chain Zara helps Inditex lift first quarter profits by 30%". The Guardian. The Guardian. Diakses tanggal 12 January 2015. 
  48. ^ Zara's Big Idea: What the World's Top Fashion Retailer Tells Us About Innovation. Derek Thompson. 13 November 2012. The Atlantic. accessed 5 April 2016
  49. ^ Kojima, Kensuke (2011). Uniqlo Syndrome. Japan: Tenkai. ISBN 978-4-492-76191-5. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]