Yeremia 48

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 47       Yeremia 48       pasal 49
Hebrew Bible, MS Sassoon 1053, images 283-315 (Jeremiah).

Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani, MS Sassoon 1053, foto 283-315.
Kitab: Kitab Yeremia
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 24
Kategori: Nevi'im

Yeremia 48 (disingkat Yer 48; Penomoran Septuaginta: Yeremia 31) adalah pasal keempat puluh delapan Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi Yeremia bin Hilkia, tentang Yehuda dan Yerusalem, yang hidup pada zaman raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-7 SM.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Naskah sumber utama[sunting | sunting sumber]

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Mengenai Moab. Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: "Celakalah Nebo, sebab kota itu sudah dibinasakan! Kiryataim telah menjadi malu dan direbut! Kota benteng itu menjadi malu dan terkejut." (TB}[6]

Negeri Moab ada di pantai timur Laut Mati. Orang Moab adalah keturunan Lot, keponakan Abraham (Kejadian 19:30-37), dan sering berselisih dengan Israel. Pada zaman Yeremia berbagai gerombolan Moab menyerang wilayah-wilayah Yehuda setelah Nebukadnezar menyerbu Palestina (2 Raja-raja 24:2). Yeremia menyebutkan sejumlah kota Moab yang akan dihancurkan; Moab ditaklukkan oleh pasukan Babel dan kemudian menghilang sebagai bangsa (lihat Yeremia 48:47). Nubuat lainnya tentang Moab terdapat di Yesaya 15:1-16:14; Yeremia 9:25-26; Yeremia 25:14-21; Yeremia 27:2-3; Yehezkiel 25:8-11; Amos 2:1-3; Zefanya 2:8-11.[7]

Ayat 22[sunting | sunting sumber]

Dibon, Nebo, Bet-Diblataim, (TB)[8]

Ayat 47[sunting | sunting sumber]

"Tetapi Aku akan memulihkan keadaan Moab di kemudian hari, demikianlah firman TUHAN." Sampai di sinilah firman penghukuman atas Moab. (TB)[9]

Tidak semua orang Moab akan dimusnahkan; suatu kaum sisa akan selamat. Frasa "di kemudian hari" menunjukkan bahwa pemulihan ini akan terjadi pada zaman Mesias, yaitu ketika Kristus memerintah atas bangsa-bangsa.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
  3. ^ Dead sea scrolls - Jeremiah
  4. ^ Dead Sea Scrolls Bible Translations - Jeremiah 48
  5. ^ Ulrich 2010, hlm. 581-583.
  6. ^ Yeremia 18:1 - Sabda.org
  7. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Yeremia 48:22 - Sabda.org
  9. ^ Yeremia 48:47 - Sabda.org

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]