Lompat ke isi

Yeremia 37

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Yeremia 37
Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani, MS Sassoon 1053, foto 283-315.
KitabKitab Yeremia
KategoriNevi'im
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Lama
Urutan dalam
Kitab Kristen
24

Yeremia 37 (disingkat Yer 37; Penomoran Septuaginta: Yeremia 44) adalah bagian dari Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi Yeremia bin Hilkia, tentang Yehuda dan Yerusalem, yang hidup pada zaman raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-7 SM.[1][2]

  • Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani.
  • Pasal ini dibagi atas 21 ayat.
  • Memuat firman TUHAN yang datang kepada Yeremia, ketika Zedekia bin Yosia menjadi raja menggantikan Konya bin Yoyakim; Nebukadnezar, raja Babel, telah mengangkat dia menjadi raja atas negeri Yehuda.[3]
  • Setelah menerima nubuat bahwa Zedekia akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel,[4] maka Zedekia memberi perintah, lalu orang menahan Yeremia di pelataran penjagaan dan memberikan setiap hari kepadanya sepotong roti dari jalan tukang roti, sampai pada waktu segala roti habis di kota itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.[5]

Naskah sumber utama

[sunting | sunting sumber]

Penomoran ayat

[sunting | sunting sumber]

Terdapat perbedaan antara penomoran ayat dalam versi Teks Masoret dengan versi Septuaginta yang dibuat pada abad ke-3 SM.[6]

Ibrani, Latin, Inggris Rahlfs'LXX (CATSS)
37:1-21 44:1-21
30:1-9,12-14,16-21,23-24 37:1-9,12-14.16-21,23-24
30:10,15,22 tidak ada

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

"Zedekia bin Yosia menjadi raja menggantikan Konya bin Yoyakim; Nebukadnezar, raja Babel, telah mengangkat dia menjadi raja atas negeri Yehuda. (TB)[7]

Pada tahun ke-7 (~ 598/597 SM), bulan Kislîmu, raja Akkad mengumpulkan pasukannya, bergerak ke tanah Hatti, dan mengepung kota Yehuda dan pada hari ke-2 bulan Addaru ia merebut kota itu dan menangkap rajanya (Yoyakhin). Ia menunjuk di sana seorang raja pilihannya (Zedekia), menerima jarahan besar dan mengirimkannya ke Babilon.[8]

"Pada suatu kali raja Zedekia menyuruh Yukhal bin Selemya dan imam Zefanya bin Maaseya kepada Yeremia untuk meminta: "Berdoalah hendaknya untuk kami kepada TUHAN, Allah kita!" (TB)[9]

Sekalipun Zedekia menolak untuk memperhatikan firman Tuhan (Yeremia 37:2), ia masih ingin Yeremia mendoakan Yehuda, mengharapkan berkat Tuhan dengan cara bagaimanapun. Zedekia seperti banyak orang sekarang ini yang ingin ditolong Allah, tetapi pada saat yang sama berusaha untuk menikmati kesenangan dosa dunia ini. Orang semacam itu adalah penganut agama yang dangkal yang tidak memiliki hubungan sungguh dengan Allah namun percaya bahwa ketika kesulitan datang, mereka dapat berseru kepada-Nya dan menerima pertolongan-Nya; seperti Zedekia, mereka pun akan kecewa (Yeremia 37:6–9).[10] Pada penggalian arkeologi di dekat Yerusalem, Israel pada tahun 2005 telah ditemukan suatu meterai (bulla) yang memuat nama "Yukhal bin Selemya".[11]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
  3. ^ Yeremia 37:1
  4. ^ Yeremia 37:17
  5. ^ Yeremia 37:21
  6. ^ CCEL - Brenton Jeremiah Appendix
  7. ^ Yeremia 37:1 - Sabda.org
  8. ^ Tawarikh Yerusalem, bagian belakang (reserve), baris 11'-13'.
  9. ^ Yeremia 37:3 - Sabda.org
  10. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  11. ^ Meterai para penangkap nabi Yeremia diketemukan - Archeology News Report

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]