2 Raja-raja 24

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 23       2 Raja-raja 24       pasal 25
Leningrad Codex Kings

Kitab Raja-raja (Kitab 1 & 2 Raja-raja) lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab 2 Raja-raja
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 12
Kategori: Nevi'im

2 Raja-raja 24 (atau II Raja-raja 24, disingkat 2Raj 24) adalah pasal kedua puluh empat Kitab 2 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi).[1] Pasal ini berisi riwayat pemerintahan raja Yoyakim (raja ke-18), Yoyakhin (raja ke-19) sampai Zedekia (raja ke-20/terakhir) di Kerajaan Yehuda.[2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini menurut catatan sejarah terjadi sekitar tahun 605 SM sampai 597 SM.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Dalam zamannya majulah berperang Nebukadnezar, raja Babel, lalu Yoyakim menjadi takluk kepadanya tiga tahun lamanya; tetapi kemudian Yoyakim berbalik dan memberontak terhadap dia.[3]

Nebukadnezar, raja perkasa dari kerajaan Babel-Baru, memerintah dari 605-562 SM. Pada tahun 605 ia menyerbu Palestina dan membawa kembali ke Babel beberapa tawanan dari Yerusalem. Ini memulaikan 70 tahun pembuangan Yehuda yang dinubuatkan Yeremia (Yeremia 25:11-12). Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel bernubuat pada masa Nebukadnezar. Kebinasaan dan penawanan Yehuda oleh Nebukadnezar terjadi dalam tiga tahap.

  1. Pada tahun 605 SM, Raja Yoyakim ditaklukkan; bersama dengan harta yang tersimpan di Bait Suci dan pegawai-pegawai istana (termasuk Daniel dan ketiga sahabatnya, Daniel 1:1-7), raja dibelenggu dan dibawa ke Babel (2 Raja-raja 24:1-7; 2 Tawarikh 36:6-7).
  2. Tahun 597 SM, Yerusalem diserbu kembali, dan kini raja Yoyakhin, sisa harta dari Bait Suci dan 10.000 orang diangkut ke Babel (2 Raja-raja 24:14-16), dan di antara mereka terdapat nabi Yehezkiel.
  3. Tahun 586 SM, tentara Babel menyerbu Yerusalem untuk terakhir kalinya; kali ini mereka menghancurkan kota dan Bait Suci. Raja Zedekia dan semua rakyatnya, terkecuali beberapa orang yang sangat miskin, diangkut ke Babel (2 Raja-raja 25:1-12; Yeremia 52:29).[4]

Dalam Tawarikh Yerusalem, yaitu bagian dari catatan sejarah kuno Tawarikh Babilonia yang dibuat oleh kerajaan Babel, tercatat bahwa pada tahun 601 SM, Nebukadnezar memimpin tentaranya menuju Mesir tetapi terpukul mundur kembali ke negerinya tanpa kemenangan dan pada tahun berikutnya raja Babel tinggal di negerinya mengumpulkan kereta-kerata kuda (lihat #Catatan Tawarikh Yerusalem). Rupanya karena itulah Yoyakim, setelah 3 tahun berturut-turut membayar upeti (~ tahun 604-602 SM), merasa tidak perlu lagi takluk kepada raja Babel sejak tahun 601 SM tersebut dan ini kemudian akhirnya menyebabkan kematian tragisnya di tangan pasukan Babel.

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

TUHAN menyuruh gerombolan-gerombolan Kasdim, gerombolan-gerombolan Aram, gerombolan-gerombolan Moab dan gerombolan-gerombolan bani Amon melawan Yoyakim; Ia menyuruh mereka melawan Yehuda untuk membinasakannya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan para hamba-Nya, yaitu para nabi.[5]

Gerombolan-gerombolan ini berdiam di padang gurun dan menurut catatan Tawarikh Yerusalem, raja Babel mengirim pasukan-pasukannya untuk menjarah mereka (disebut sebagai "orang Arab") pada tahun 599-598 SM sebelum ia sendiri datang ke Yerusalem (lihat #Catatan Tawarikh Yerusalem).

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.[6]
  • Referensi silang: 2 Tawarikh 36:8
  • "Yoyakim mendapat perhentian": Menurut catatan Kitab 2 Tawarikh, Yoyakim mendapat perlakuan buruk dari Nebukadnezar, raja Babel yang "membelenggunya dengan rantai tembaga untuk membawanya ke Babel," (2 Tawarikh 36:6) dan mati tanpa disebutkan kotanya (dalam wilayah Kerajaan Babel). Nabi Yeremia menyampaikan nubuat dari Tuhan bahwa "orang tidak akan meratapi dia: Aduhai abangku! Aduhai kakakku! Orang tidak akan menangisi dia: Aduhai tuan! Aduhai Seri Paduka! Ia akan dikubur secara penguburan keledai, diseret dan dilemparkan ke luar pintu-pintu gerbang Yerusalem."[7] menyiratkan bahwa Yoyakim rupanya mati dalam perjalanan dan dilemparkan di tepi jalan, seperti seekor keledai yang biasanya dipakai mengangkut beban di jalanan dan jika mati, dicampakkan begitu saja di tepi jalan. Hal ini dikuatkan oleh nubuat yang lain yang disampaikan oleh Yeremia (Yeremia 36:30):
Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam.[8]
Menurut kronologi Thiele,[9] Yoyakim mati pada tanggal 9 Desember 598 SM yaitu pada musim dingin sebagaimana pada tersirat pada Yeremia 36:30.[10]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Raja Mesir tidak lagi keluar berperang dari negerinya, sebab raja Babel telah merebut segala yang termasuk wilayah raja Mesir mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat.[11]

Ayat 8[sunting | sunting sumber]

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem. (TB)[12]
  • Referensi silang: 2 Tawarikh 36:9
  • "Tiga bulan lamanya": menurut kronologi Thiele,[9] Yoyakhin bin Yoyakim menjadi "raja bersama" dengan ayahnya pada bulan September 608 SM pada usia 8 tahun, dan menjadi raja sendirian pada usia 18 tahun dari tanggal 21 Markhesywan sampai 10 Nisan (= 9 Desember 598 SM sampai 22 April 597 SM).[13] Tanggal pasti masa Yoyakhin menjadi raja dapat diberikan cukup akurat karena bukti di luar Alkitab menyatakan bahwa Nebukadnezar, raja Babel, merebut Yerusalem pada tanggal 15/16 Maret 597 SM.[14] Yoyakhin dideportasi ke Babel pada tanggal 22 April 597 SM.[15] dan tanggal ini menandai akhir pemerintahan Yoyakhin selama 3 bulan 10 hari. Dari sini dapat dihitung bahwa Yoyakhin mulai memerintah pada awal Desember, setelah kematian Yoyakim pada atau sekitar tanggal 21 Markhesywan (9 Desember) 598 SM, yang menegaskan nubuat pada Yeremia 36:30 bahwa mayatnya akan terkena dinginnya malam.[14]

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

Pada waktu itu majulah orang-orang Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem dan kota itu dikepung. (TB)[16]

Ayat 11[sunting | sunting sumber]

Juga Nebukadnezar, raja Babel, datang menyerang kota itu, sedang orang-orangnya mengepungnya. (TB)[17]

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel, ia sendiri, ibunya, pegawai-pegawainya, para pembesarnya dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap dia pada tahun yang kedelapan dari pemerintahannya. (TB)[18]

Tawarikh Yerusalem mencatat peristiwa penangkapan ini (lihat #Catatan Tawarikh Yerusalem). Tahun ke-8 Nebukadnezar (597 SM) dihitung dengan menyertakan tahun pengangkatannya sebagai raja menggantikan ayahnya yang meninggal, yang tidak dihitung sebagai tahun pemerintahan Nebukadnezar dalam Tawarikh Yerusalem. Dalam catatan Tawarikh Yerusalem, peristiwa penangkapan ini ditulis terjadi pada akhir tahun ke-7 Nebukadnezar (bulan ke-12/terakhir dalam kalender Babel; ~15-16 Maret 597 SM).

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

Ia mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN seperti yang telah difirmankan TUHAN. (TB)[19]

Ayat 14[sunting | sunting sumber]

Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. (TB)[20]

Ayat 15[sunting | sunting sumber]

Ia mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. (TB)[21]

Ayat 16[sunting | sunting sumber]

Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya, sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. (TB)[22]

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

Kemudian raja Babel mengangkat Matanya, paman Yoyakhin, menjadi raja menggantikan dia dan menukar namanya menjadi Zedekia. (TB)[23]

Ayat 18[sunting | sunting sumber]

Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna. (TB)[24]

Catatan Tawarikh Yerusalem[sunting | sunting sumber]

Tawarikh Yerusalem (bahasa Inggris: Jerusalem Chronicle; nama umumnya "First years of Nebuchadnezzar Chronicle", "Tawarikh tahun-tahun pertama pemerintahan Nebukadnezar"; kode "Assyrian and Babylonian Chronicles": ABC 5) adalah sebuah lempengan tanah liat (clay tablet) yang memuat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Babel, yang termasuk dalam kumpulan Tawarikh Babilonia (bahasa Inggris: Babylonian Chronicles). Lempengan atau "tablet" ini sekarang adalah milik British Museum.

Berkaitan dengan Mesir[sunting | sunting sumber]

Tawarikh Yerusalem mencatat penyerangan tentara Babel ke Mesir dan kegagalannya sebagai berikut:

Dalam tahun ke-4 (~601/600 SM) raja Akkad mengumpulkan tentaranya dan bergerak ke tanah Hatti. Di tanah Hatti mereka bergerak tanpa perlawanan. Dalam bulan Kislîmu (bulan ke-9 Kislew; November-Desember) ia memimpin tentaranya dan bergerak ke Mesir. Raja Mesir mendengarnya dan mengumpulkan tentaranya. Dalam perang terbuka mereka saling memukul dada satu sama lain dan menimbulkan banyak korban pada kedua belah pihak. Raja Akkad berbalik kembali dengan pasukannya dan pulang ke Babilon.[29]
Dalam tahun ke-5 (~ 600/599 SM) raja Akkad tinggal di negerinya dan mengumpulkan bersama-sama kereta-kereta dan kuda-kuda dalam jumlah besar.[30]

Berkaitan dengan gerombolan di padang gurun[sunting | sunting sumber]

Adanya gerombolan "orang Arab" di padang gurun dengan harta milik yang banyak dicatat sebagai berikut:

Dalam tahun ke-6 (~ 599/598 SM) dalam bulan Kislîmu (bulan ke-9 Kislew; November-Desember) raja Akkad mengumpulkan tentaranya dan bergerak ke tanah Hatti.
Dari tanah Hatti ia mengutus pasukan-pasukannya, dan menyusuri padang gurun mereka mengambil banyak jarahan dari orang Arab, harta milik mereka, hewan-hewan dan dewa-dewa. Dalam bulan Addaru (bulan ke-12 Adar; Februari-Maret) raja kembali ke negerinya.[31]

Berkaitan dengan Yoyakhin dan Zedekia[sunting | sunting sumber]

Tawarikh Yerusalem memuat catatan peristiwa pengepungan Yerusalem, penangkapan Yoyakhin dan pengangkatan Zedekia oleh Nebukadnezar serta waktu-waktunya:

Pada tahun ke-7 (~ 598/597 SM), bulan Kislîmu, raja Akkad mengumpulkan pasukannya, dan setelah ia menyerang tanah Hatti, ia mengepung kota Yaahudu (Yehuda). Pada hari ke-2 bulan Addaru (2 Adar; 15 malam/16 Maret 597 SM) ia merebut kota itu dan menangkap rajanya (Yoyakhin). Ia mengangkat penggantinya di sana seorang raja pilihannya (Zedekia), dan setelah ia menerima jarahan besar dan ia mengirimkannya ke Babilon.[32]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ 2 Raja-raja 24:1
  4. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  5. ^ 2 Raja-raja 24:2
  6. ^ 2 Raja-raja 24:6
  7. ^ Yeremia 22:18,19
  8. ^ Yeremia 36:30
  9. ^ a b c Thiele, Edwin R., The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings, (1st ed.; New York: Macmillan, 1951; 2d ed.; Grand Rapids: Eerdmans, 1965; 3rd ed.; Grand Rapids: Zondervan/Kregel, 1983). ISBN 0-8254-3825-X, 9780825438257
  10. ^ McFall 1991, no. 62, 63.
  11. ^ 2 Raja-raja 24:7
  12. ^ 2 Raja-raja 24:8 - Sabda.org
  13. ^ McFall 1991, no. 63, 64.
  14. ^ a b McFall 1991, no. 63.
  15. ^ Thiele 1951, hlm. 187.
  16. ^ 2 Raja-raja 24:10 - Sabda.org
  17. ^ 2 Raja-raja 24:11 - Sabda.org
  18. ^ 2 Raja-raja 24:12 - Sabda.org
  19. ^ 2 Raja-raja 24:13 - Sabda.org
  20. ^ 2 Raja-raja 24:14 - Sabda.org
  21. ^ 2 Raja-raja 24:15 - Sabda.org
  22. ^ 2 Raja-raja 24:16 - Sabda.org
  23. ^ 2 Raja-raja 24:17 - Sabda.org
  24. ^ 2 Raja-raja 24:18 - Sabda.org
  25. ^ McFall 1991, no. 65.
  26. ^ Thiele 1951, hlm. 189.
  27. ^ Yeremia 1:1
  28. ^ 2 Raja-raja 23:31
  29. ^ Tawarikh Yerusalem, bagian belakang (reserve), baris 5'-7'.
  30. ^ Tawarikh Yerusalem, bagian belakang (reserve), baris 8'.
  31. ^ Tawarikh Yerusalem, bagian belakang (reserve), baris 9'-10'.
  32. ^ Tawarikh Yerusalem, BM 21946 bagian belakang (reserve), baris 11'-13'.

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]