Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra
280px
Situs Warisan Dunia UNESCO
TipeAlam
Kriteriavii, xi, x
Nomor identifikasi1167
Kawasan UNESCOAsia Pasifik
Tahun pengukuhan2004 (sesi ke-28)

Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra adalah tempat pelestarian bagi Hutan Hujan Tropis di Sumatra dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau sumatera, Orangutan sumatera, Gajah sumatera, dan Badak sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula.

Luas dari Hutan Hujan Tropis Sumatra seluruhnya adalah 2,5 juta hektare yang terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatra, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tempat ini juga tempat berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis Sumatra juga merupakan sumber mata pencarian bagi masyarakat yang tinggal di sana. Beberapa suku tinggal di hutan hujan tropis Sumatra, seperti suku Mentawai dan suku Anak Dalam.

Usaha Konservasi[sunting | sunting sumber]

Peta geologis Hutan Hujan Tropis Sumatra

Hutan hujan tropis Sumatra harus senantiasa dijaga kelestariannya. Terutama dari ancaman penggundulan hutan, penambahan hutan untuk pertanian dan pembuatan jalan, serta perburuan. Apabila kawasan ini tidak dilindungi, maka keanekaragaman hayati yang hidup di sana terancam punah. Selain itu, hutan hujan tropis Sumatra berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran.

Untuk itulah melalui sidang ke 28 World Heritage Commitee, yang diselenggarakan di Suzhou RRC pada bulan Juli 2004, Hutan Hujan Tropis Sumatra di terima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, karena merupakan kawasan Hutan Lindung dan rumah bagi sekitar 10.000 jenis tanaman , termasuk 17 genus endemis, lebih dari 200 spesies mamalia, dan 580 spesies burung dan 465 berdomisili dan 21 merupakan endemis. Di antara jenis mamalia, 22 adalah orang utan, yang tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia dan 15 hanya terbatas ke wilayah Indonesia, termasuk Sumatra yaitu orang utan Sumatra. Hutan Hujan Tropis Sumatra ini juga memberikan bukti dari evolusi biogeografi pulau.

Bagian yang menonjol dari Hutan Hujan Tropis Sumatra terdapat pada Pegunungan Bukit Barisan yang dijuluki sebagai Andesnya Sumatra Perpaduan Danau Gunung Tujuh yang sepektakuler yang merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara keindahan Gunung Kerinci, Gua, dan Air terjun membuat tempat ini semakin tepat untuk wilayah Konservasi maupun Pariwisata.

Setidaknya 92 jenis endemis lokal telah diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser. Nominasi ini berisi populasi dari kedua bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum , tempat ini sangat penting bagi konservasi vegetasi pegunungan khusus dari properti tersebut.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]