Seleukos II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Coin of Seleucus II. Reverse shows Apollo leaning on a tripod. The Greek inscription reads ΒΑΣΙΛΕΩΣ ΣΕΛΕΥΚΟΥ (of King Seleucus).

Seleukos II Kallinikos Pogon (bahasa Inggris: Seleucus II Callinicus Pogon; bahasa Yunani: Σέλευκος Β΄ ὁ Καλλίνικος ὁ Πώγων; gelar pertama berarti "berjaya gemilang"; yang kedua, adalah julukan, berarti "berjenggot"),[1] merupakan seorang penguasa Kekaisaran Seleukia Hellenistik, yang memerintah dari tahun 246 sampai 225 SM. Setelah kematian ayahnya, Antiokhus II, ia dinobatkan menjadi raja oleh ibunya, Laodice di Ephesos, sementara kaki tangannya di Antiokhia membunuh Berenike dan putranya yang juga bernama Antiokhus.

Pertikaian ini menyebabkan Perang Siria ketiga (246-241 SM). Ptolemeus III, saudara laki-laki Berenike yang menjadi penguasa Mesir, menyerang kekaisaran Seleunika dan meraih kemenangan demi kemenangan sampai ke seberang sungai Tigris. Provinsi-provinsi kekaisaran Seleukia di sebelah timur menyatakan takluk kepada Ptolemeus, sementara armada laut Mesir menyapu pantai Asia Kecil.

Pemulihan kekuasaan[sunting | sunting sumber]

Seleukus mampu mempertahankan diri di pedalaman Asia Kecil. Ketika Ptolemeus pulang ke Mesir, Seleukus menguasai kembali Siria Utara dan provinsi-provinsi terdekat di Iran. Namun Antiochus Hierax, adik laki-laki Seleukus, diangkat menjadi saingannya di Asia Kecil melawan Seleukus oleh sekelompok orang termasuk Laodice, ibunya sendiri.

Pada Pertempuran Ancyra (~235 SM) Seleukus mengalami kekalahan parah dan terpaksa menyerahkan wilayah di seberang Taurus kepada adiknya dan kekuatan-kekuatan lain di peninsula. Seleukus kemudian melakukan anabasis to menguasai Parthia kembali, tetapi sia-sia. Menurut sejumlah sumber, ia malah ditawan beberapa tahun oleh raja Parthia. Sumber-sumber lain menyebutkan bahwa ia membuat perjanjian damai dengan Arsaces I, raja Parthia, yang mengakui kekuasaannya.

Di Asia Kecil, Pergamon berkembang menjadi besar di bawah pimpinan Attalus I. Antiochus Hierax, setelah gagal menguasai wilayah abangnya, semakin kehilangan wilayahnya sendiri, dan akhirnya meninggal sebagai pelarian di [Thrace]] pada tahun 228 atau 227 SM.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Sekitar setahun kemudian, Seleukus terbunuh akibat jatuh dari kudanya sendiri.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Seleukus II menikahi sepupunya, Laodice II, dan mereka mempunyai lima anak, di antaranya: Antiochis, Seleukos III Ceraunus dan Antiokhos III Agung. Tahtanya diteruskan oleh putranya, Seleukos III Ceraunus, dan kemudian oleh putranya yang lebih muda, Antiokhos III Agung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ καλλίνικος, πώγων. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Artikel ini memuat teks dari Encyclopædia Britannica Eleventh Edition, publikasi yang sekarang berada di domain umum.

Seleukos II
Lahir:  ? Wafat: 225 BC
Didahului oleh:
Antiokhos II Theos
Penguasa Seleukia
246–225 SM
Diteruskan oleh:
Seleukos III Ceraunus