Demetrius III Eukaerus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Demetrius III Theos
Coin with Demetrius III's curly-haired likeness
Demetrius III's portrait on the obverse of a tetradrachm
King of Syria
Reign96–87 BC
PredecessorAntiochus VIII, Antiochus IX
SuccessorPhilip I, Antiochus XII
Lahirbetween 124 and 109 BC
Wafatafter 87 BC
DynastySeleucid
AyahAntiochus VIII
IbuTryphaena

Demetrius III Theos Philopator Soter Philometor Euergetes Callinicus (bahasa Yunani Kuno: Δημήτριος θεός Φιλοπάτωρ σωτήρ Φιλομήτωρ Εὐεργέτης Καλλίνικος, atau dinamai dengan nama belakang Eukaerus; hidup antara tahun 124SM hingga 109SM adalah seorang ahli Hellenistis dari Seleucid yang berkuasa sebagai Raja Syiria antara tahun 96SM hingga 87SM.

Eukareus adalah anak dari Antiochus VIII Grypus dan Tryphaena. Hidup Demetrius III awalnya dihabiskan dalam suasana perang saudara antara ayah dan pamannya, Antiochus IX, yang berakhir dengan pembunuhan Antiochus VIII tahun 96SM. Setelah kematian dari ayahnya, Demetrius III mengambil alih kekuasaan di Damaskus, sementara saudaranya, Seleucus VI mempersiapkan perang melawan Antiochus IX, yang menguasai ibukota, Antioch.

Perang sipil lalu bergolak, Seleceus VI membunuh pamannya, yang kemudian memicu balas denddam oleh anaknya, Antiochus dan membunuh Seleucus VI. Akhirnya saudara kembar Antiochus XI dan Philip I, saudara Demetrius III, berusaha membalaskan dendam Seleucus V, yang berakibat kematian Antiochus XI dan ikut campurnya Demetrius III ke dalam pihak Philip I dalam perang melawan Antiochus X yang berlangsung hingga sekira 88SM. Tahun 89SM, Demetrius III menginvasi Judaea dan menghancurkan pasukan Alexander Jannaeus, Raja Judaea. Namun kemenangannya berumur singkat, karena Antiochus X meninggal. Demetrius III segera menuju Antioch sebelum Philip I sempat memanfaatkan kekosongan kekuasaan dan memperkuat posisinya.

Sejak 87SM, Demetrius III sudah menguasai hampir keseluruhan Syria. Ia mencoba memukau publik dengan mempromosikan pentingnya Tuhan-Tuhan semit lokal, dan ia memberikan nama Damaskusm sesuai dengan nama dinastinya, Demetrias. Akhir 87SM, Demetrius III menyerang Philip I di Kota Beroea, di mana sekutu Philip I berusaha meminta bantuan Bangsa Parthia. Pasukan aliansi mengusir Demetrius III dan mengepungnya di tenda perlindungan. Ia tertangkap dan diasingkan hingga akhir hayatnya di Parthia. Philip I mengambil aih Antioch, sementara Antioch XII, saudara Demetrius III, mengambil alih Damaskus.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Seleucid, yang berbasis di Syiria, terpecah belah saat abad kedua SM, sebagai akibat kekacauan dinasti dan interfensi dari Mesir.

Perang saudara tak berkesudahan memecah belah negara ini dengan banyaknya yang berebut tahta. Perang ini terus berlanjut hingga 123 SM, saat Antiochus VIII berhasil mengembalikan stabilitas yang berlangsung selama beberapa dekade. Untuk memelihara perdamaian, Mesir dan Syria melakukan beberapa pernikahan diplomatis. Namun di sisi lain, Mesir jadi punya alasan untuk menggoyang stabilitas Syria dengan mendorong beberapa keluarga kerajaan untuk berebut tahta.

Tahun 124SM, Tryphanea, seorang putri dari Mesir menikah dengan Antiochus VIII, menghasilkan lima anak, Seleucus VI, si kembar Antiochus XI dan Philip I, Demetrius III serta Antiochus XII.

Tahun 113SM, saudara tiri Antiochus VIII, Antiochus IX mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai raja. Akbatnya kedua saudara ini bertempur tanpa henti selama 1,5 dekade. Antiochus Tryphaena pada tahun 109SM. Antiochus VIII dibunuh pada tahun 96SM. Dengan kematian saudara sekaligus rivalnya, Antiochus IX mengambil alih ibukota Syria, Antioch. Sementara itu Seleucus VI, dengan basis Cilicia, mulai mempersiapkan perang melawan pamannya.

Kepemimpinan[sunting | sunting sumber]

Antiochus IX tidak memusingkan pengambil alihan Damaskus setelah kematian saudaranya. Ia mungkin terlalu sibuk mengatasi ancaman Seleucus VI dan tidak punya sumber daya mencukupi untuk menaklukkan kota tersebut. Ini memungkinkan mulai naiknya Demetrius III ke tahta, ia kemudian mengambil langkah cepat, merebut Damaskus pada tahun 96SM. Koin pertama dengan wajahnya mulai dicetak tahun 96-97SM.

Catatan satu-satunya mengenai karir Demetrius III ditulis oleh Josephus dan Pesher Nahum, dalam catatan kesekretariatan, Buku Nahum. Ahli Sejarah Kay Ehling menganalisa bahwa catatan Josephus lebih berupa kesimpulan yag terlalu singkat dan cerita naiknya Demetrius III ke tahta harus direkonstruksi.

Nama dan gelar[sunting | sunting sumber]

Demetrius atau Demetrios adalah nama Yunani yang artinya milik Demeter, dewi Yunani terkait kesuburan. Raja Seleseid biasanya dinamai Seleucus atau Antiochus. Demetrius lebih banyak digunakan oleh Dinasti Antigonid dari Makedonia. Penggunaan nama ini oleh orang Seleseid, yang punya keturunan Antigonid, memperlihatkan upaya menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan Makedonia. Raja-raja helenistis tidak menggunakan penomoran, yang lebih banyak digunakan praktik di masa modern. Biasanya mereka membedakan satu sama lain dengan julukan supaya tidak ada kemiripan. Demetrius III paling sering menggunakan julukan Theos (yang suci), Philopator (sang pengasih), dan Soter (sang penyelamat). Jullukan ini muncul dalam koin terbitan Damaskus maupun Antioch.

Teos Philopaptor Soter dimaksudkan untuk menekankan garis keturunan kakeknya, Demetrius II yang merupakan seorang berjulukan Theos, Soter merupakan julukan dari Demetrius I, buyutnya, semenara Philopator memperlihatkan kesetiaan kepada ayahnya, Antiochus VIII. Dengan Philiometor, Demetrius III kemungkinan berusaha memperlihatkan garis keturunan kebangsaananan Ptolemaic melalui ibunya, Tryphaena.

Eukaerus adalah nama panggilan yang sangat populer di kalangan sejarahwan, walaupun sebenarnya sebuah salah terjaahan atas karya Josephus, "The Jewish War and Antiquities of the Jews". Tulisan Yunani yang dibuat oleh Josephus dalam karyanya yang memuat nama Akariios di tiga tempat. Namun nama Eukareus akhirnya dipergunakan dalam terjemahan latin.

Kebijakan[sunting | sunting sumber]

Demetrius III terlihat merasa nyaman dengan menyerahkan konflik dengan Antiochus IX dan keturunannya kepada saudara-saudaranya. Ia mengambil keuntungan atas kekacauan di utara dengan melakukan konsolidasi kekuasaan di Damaskus. Ia memanfaatkan kemiripan dengan ayahnya dalam pencetakan koin di Damaskus.

Ia membangun kembali Damaskus dan menamainya Demetrias dan dicantumkan dalam koin Demetrias yang bergambarkan Tyche dari Damaskus. Di dalam koin tersebut, Damaskus ditulis sebagai kota yang suci. Raja-raja Seleucid biasanya menggambarkan dewa-dewi Yunani di koin mereka. Tapi hal ini tidak dilakukan Demetrius.

Dewa-dewi lokal kemudian menjadi sembahan baru karena kebutuhan raja-raja Seleucid butuh dukungan dari orang-orng Non Yunani. Dalam salah satu koin kerajaan di Damascus, Dewi Atargatis menjadi penghias di bagian belakang. Mahkota bundar, yang memperlihatkan kesucian, digunakan Demetrius III di koin buatannya, sebagai indikasi ia secara ritual sudah menikah dengan Atargatis.