Sejarah Papua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sejarah Papua mengacu kepada sejarah bagian barat Pulau Papua Indonesia dan pulau-pulau kecil lainnya di baratnya. Bagian timur pulau tersebut merupakan Papua Nugini.

Permukiman manusia diperkirakan telah mulai antara 42.000 dan 48.000 tahun yang lalu.[1] Perdagangan antara Pulau Papua dan pulau-pulau Indonesia yang berdekatan terdokumentasi sejak abad ketujuh, dan kekuasaan nusantara di Pulau Papua sampai dengan abad ke-13. Belanda mengklaim wilayah tersebut dan mulai pekerjaan misionaris pada abad kesembilan belas. Wilayah ini dimasukkan ke dalam Republik Indonesia pada tahun 1960-an. Menyusul mulainya reformasi di seluruh Indonesia tahun 1998, Papua dan provinsi-provinsi di Indonesia lainnya mendapat otonomi daerah yang lebih besar. Pada 2001, status "Otonomi Khusus" diberikan kepada wilayah ini, walaupun sampai saat ini, pelaksanaannya bersifat parsial.[2] Wilayah ini terbagi menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat pada tahun 2003.

Sejarah prakolonial[sunting | sunting sumber]

Permukiman orang Papua di wilayah tersebut diperkirakan telah mulai antara 42.000 dan 48.000 tahun yang lalu.[1] Suku bangsa Austronesia yang bermigrasi melalui Asia Tenggara Maritim mendiaminya beberapa ribu tahun yang lalu. Kelompok-kelompok ini telah mengembangkan beragam budaya dan bahasa di tempat; terdapat lebih dari 300 bahasa dan dua ratus dialek tambahan di wilayah ini.

Pada awal abad ketujuh, Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra (abad ke-7 hinga abad ke-13) terlibat dalam hubungan dagang dengan Pulau Papua barat, yang pada awalnya mengambil barang-barang seperti kayu cendana dan burung cenderawasih sebagai upeti kepada Tiongkok, namun kemudian melakukan perbudakan terhadap penduduk pribumi.[3] Kekuasaan kerajaan Majapahit (1293-1527) yang berpusat di Jawa menjangkau hingga pinggiran barat Pulau Papua.[4] Kakawin Majapahit abad ke-14 Nagarakretagama menyebutkan Wwanin atau Onin sebagai salah satu wilayah yang dikenal di timur, saat ini dikenal sebagai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, bagian barat Semenanjung Bomberai yang lebih besar, di selatan wilayah Kepala Burung Papua Barat.[5] Wanin atau Onin mungkin adalah nama tertua dalam catatan sejarah untuk merujuk kepada bagian barat Pulau Papua.[6]

Pada 13 Juni 1545, Ortiz de Retez, yang memimpin San Juan, meninggalkan pelabuhan di Tidore, sebuah pulau di Hindia Timur dan berlayar hingga mencapai pantai utara Pulau Papua, di mana dia berpetualang sepanjang muara Sungai Mamberamo. Dia merebut kepemilikan daratan tersebut bagi Raja Spanyol, dalam proses yang memberi nama pulau tersebut dengan yang nama dikenal saat ini. Dia menyebutnya Nueva Guinea karena kemiripan penduduk lokal dengan orang-orang di pantai Guinea di Afrika Barat.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Gillespie, Richard (2002). "Dating the First Australians" (PDF). Radiocarbon. 44 (2): 455–72. Diakses tanggal 24 May 2010. 
  2. ^ US Dept of Defence; International Crisis Group; International Crisis Group
  3. ^ Singh, Bilveer (2008). Papua: Geopolitics and the Quest for Nationhood. Transaction Publishers. hlm. 15. 
  4. ^ Majapahit Overseas Empire, Digital Atlas of Indonesian History
  5. ^ "Onin Peninsula". Geographic Names. 
  6. ^ Martin Slama and Jenny Munro, ed. (2015). From 'Stone Age' to 'Real Time' Exploring Papuan Temporalities, Mobilities, and Religiosities. Canberra: Australian National University Press. hlm. 110. ISBN 9781925022438. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Friend, T. (2003). Indonesian Destinies. Harvard University Press. ISBN 0-674-01137-6. 
  • McDonald, H., Suharto's Indonesia, Fontana Books, 1980, Blackburn, Australia, ISBN 0-00-635721-0
  • Vickers, Adrian (2005). A History of Modern Indonesia. Cambridge University Press. ISBN 0-521-54262-6.