Perang Saudara Brunei

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Perang Saudara Brunei
Digmaang Sibil sa Brunay
North Borneo Dispute territory.PNG
Bagian timur Sabah diberikan kepada Kesultanan Sulu oleh Brunei sebagai tanda balas jasa karena telah membantu pasukan Sultan Muhyiddin.
Tanggal1660 sampai 1673
Lokasi Brunei
Sabah (di bawah kekuasaan Brunei)
Hasil

Kemenangan Muhyiddin:

Pihak terlibat
Pasukan Sultan Abdul Hakkul Mubin

Pasukan Sultan Muhyiddin

  • Para pemberontak dari para pengikut Sultan Muhammad Ali (melawan Abdul Hakkul Mubin)
  • Pasukan Sulu
Tokoh dan pemimpin
Abdul Hakkul Mubin Muhyiddin
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Brunei
Emblem of Brunei.svg
Pra-Kesultanan
Kekaisaran Brunei
1368
sampai 1888
Wangsa Bolkiah
(abad ke 15–sekarang)
Kesultanan Sulu
1405
sampai 1578
Kerajaan Maynila
1500s
sampai 1571
Kerajaan Tondo
1500s
sampai 1571
Perang Castille 1578
Perang Saudara 1660–1673
Sarawak
Abad ke-15
sampai 1841
Labuan
Abad ke-15
sampai 1846
Sabah (Borneo Utara)
Abad ke-15
sampai 1865
Protektorat Inggris 1888–1984
Pendudukan Jepang 1942–1945
Kampanye Borneo 1945
1945–1946
Revolt 1962

Perang Saudara Brunei adalah sebuah perang saudara yang terjadi di Brunei dari 1660 sampai 1673.[1][2][3]

Sebab[sunting | sunting sumber]

Perang Saudara Brunei bermula dari sabung ayam[1]

Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Ali ketiga belas, terdapat ketidaksepakatan antara putra Sultan, Pengiran Muda ("pangeran muda") Bongsu dan Pengiran Muda Alam, putra dari Pengiran Abdul Mubin yang disebabkan Pengiran Muda Bungsu kalah saat sabung ayam.[1] Kekalahannya diejek oleh Pengiran Muda Alam. Akibatnya, Bongsu membunuh Pengiran Muda Alam dan lari dari keadaan.[2]

Dalam rangka pembalasan, Abdul Mubin dan para pengikutnya mencekik Sultan Muhammad Ali. Abdul Mubin kemudian menjadikan dirinya sendiri Sultan keempat belas dan menyandang gelar "Sultan Hakkul Abdul Mubin".[1] Ia berusaha untuk menarik perhatian para pengikut Sultan sebelumnya dengan melantik cucu Muhammad Ali, Muhyiddin sebagai Bendahara baru.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Civil war wrecks chaos in the country". The Brunei Times. Diakses tanggal 20 Januari 2012. 
  2. ^ a b History for Brunei Darussalam: Sharing Our Past (Secondary 1). hlm. 44–45. ISBN 99917-2-330-7. 
  3. ^ History for Brunei Darussalm. EPB Pan Pacific. 2008. hlm. 44. ISBN 99917-2-545-8. 

Templat:Topik Brunei Templat:Sejarah Malaysia Timur