Bedah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Operasi bedah)
Lompat ke: navigasi, cari
Ahli bedah sedang melakukan suatu pembedahan

Bedah atau pembedahan (Bahasa Inggris: surgery, Bahasa Yunani: cheirourgia "pekerjaan tangan") adalah spesialisasi dalam kedokteran yang mengobati penyakit atau luka dengan operasi manual dan instrumen. Ahli bedah (surgeon) dapat merupakan dokter, dokter gigi, atau dokter hewan yang memiliki spesialisasi dalam bidang ilmu bedah.Sebutan ahli saat ini lebih lazim disebut sebagai spesialis. Jika disebut sebagai spesialis bedah saja maka itu adalah dokter sedangkan untuk dokter gigi lazim disebut dokter gigi spesialis bedah mulut sedangkan untuk dokter hewan lazim disebut spesialis bedah hewan.

Tindakan pembedahan dilakukan oleh seorang spesialis bedah. Terdapat bermacam macam macam spesialis yang melakukan tindakan pembedahan. Umumnya pembagian spesialisasi sama dihampir seluruh belahan dunia. Di Indonesia spesialis bedah bergabung di dalam suatu federasi yang bernama IKABI ( Perhimpunan Spesialis Bedah Indonesia ) dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama ISA ( Indonesian Surgeon Association). Anggota IKABI saat ini terdiri dari 10 OPLB ( Organisasi Profesi di Lingkungan Bedah) yang masing masingnya merupakan spesialisasi ataupun subspesialisasi

Spesialisasi bedah yang dikenal saat ini adalah

  1. Spesialis Bedah Umum
  2. Spesialis Orthopedi
  3. Spesialis Urologi
  4. Spesialis Bedah Plastik
  5. Spesialis Bedah Syaraf
  6. Spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular
  7. Spesialis Bedah Anak
  8. Spesialis Bedah Subspesialis Vaskular dan Endovaskular
  9. Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif
  10. Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi

Tujuh yang pertama adalah merupakan spesialisasi sedangkan tiga terakhir merupakan spesialisasi dari bedah umum.

Spesialis Bedah Umum adalah seseorang yang mempunyai ilmu dan ketrampilan dalam hal diagnosa, perawatan pre operasi, operasi dan penatalaksanaan sesudah operasi pada area berikut: saluran cerna,abdomen dan isinya,payudara, kulit dan jaringan lunak, kepala dan leher, pembuluh darah, endokrin, kelainan bawaan dan tumor, khususnya tumor kulit, kelenjar liur,tiroid,paratiroid,rongga mulut,sistem pembuluh darah kecuali jantung dan pembuluh darah dalam otak.

Spesialis Bedah Orthopedi adalah spesialis yang bidangnya adalah sistem otot dan tulang.Seorang spesialis bedah orthopedi menangani kelainan pada tempat tersebut baik dengan cara pembedahan maupun tanpa pembedahan.

Spesialis Urologi adalah spesialis yang menangani kelainan pada sistem saluran kemih laki laki dan perempuan, serta juga menangani organ reproduksi laki laki.

Spesialis bedah syaraf adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang melakukan pencegahan, diagnosa, pengobatan dan rehabilitasi setiap gangguan pada sistem persarafan seperti otak,medula spinalis,persarafan perifer dan sistem serebrovaskular ekstra kranial

Spesialis Bedah plastik adalah seorang spesialisasi dalam ilmu bedah yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan atau mengembalikan bentuk tubuh

Spesialis Bedah Subspesialis Vaskular dan Endovaskular merupakan subspesialisasi dari bedah umum terutama mendalami ilmu tentang pembuluh darah arteri, vena dan sistem limfatik. Mereka mempunyai kemampuan melakukan pembedahan yang dilakukan oleh spesialis bedah umum dan juga mahir melakukan pembedahan, pengobatan medikamentosa dan minimal invasif pada pembuluh darah.

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif merupakan subspesialisasi dari bedah umum dan selain mampu melakukan tindakan pembedahan seperti bedah umum lainnya mereka juga mahir melakukan tindakan pembedahan pada saluran cerna.

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi merupakan subspesialisasi dari bedah umum dan selain mampu melakukan tindakan pembedahan seperti spesialis bedah umum lainnya mereka juga mahir melakukan tindakan pembedahan tumor seperti tumor jaringan lunak dan tumor

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Nyhuss M Lloyd, What is General Surgery: Definition, Education and Practice. A Review Articles.J Jpn J Surg.1992;22:293-96.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]