Mulyadi (politisi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ir. H. Mulyadi
Mulyadi DPR RI.jpg
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Mulai menjabat
1 Oktober 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Informasi pribadi
Lahir13 Maret 1963 (umur 56)
Bendera Indonesia Bukit Apit, Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatra Barat[1]
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikPartai Demokrat
Alma materUniversitas Trisakti, Jakarta
PekerjaanPolitikus, konsultan
Dikenal karenaAnggota DPR-RI

Ir. H. Mulyadi (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 13 Maret 1963; umur 56 tahun) adalah seorang politisi berkebangsaan Indonesia. Ia terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024 melalui Partai Demokrat. Pada periode 2009-2014, oleh partainya ia ditempatkan di Komisi V.[2] Mulyadi mengawali kariernya sebagai konsultan bidang lingkungan. Di Partai Demokrat, dia dipercaya mengurusi Divisi Hubungan Eksternal, Luar Negeri dan LSM.

Pada 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mulyadi terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Ia diperiksa sekaitan jabatannya sebagai anggota Komisi V DPR RI saat proyek pengadaan e-KTP bergulir. Sebelumnya, sejumlah petinggi DPR dinyatakan terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, salah satunya Setya Novanto. Mulyadi sendiri menjadi saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi (keponakan Setya Novanto) dan Made Oka Masagung (pengusaha).[3][4][5]

Pada Pemilu 2019, Mulyadi tercatat sebagai caleg DPR RI dengan perolehan suara terbanyak dari Sumatra Barat, yakni 144.954 suara.[6] Untuk Pilgub Sumbar 2020, DPD Partai Demokrat Sumatra Barat menyiapkan Mulyadi sebagai calon gubernur.[7]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  1. DPR RI, Sebagai: Wakil Ketua Komisi VII. Tahun: 2014 - 2019
  2. DPR RI, Sebagai: Kapoksi V FPD. Tahun: 2013 - 2013
  3. DPR RI, Sebagai: Wakil Ketua BKSAP. Tahun: 2013 - 2014
  4. PT. Adicitra Mulyata, Sebagai: Komisaris Utama. Tahun: 2009 - 2010
  5. DPR RI, Sebagai: Wakil Ketua Komisi V. Tahun: 2009 - 2013
  6. PT. Adicitra, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 1996 - 2009
  7. PT. Teifin Prima Rekayasa, Sebagai: Direktur. Tahun: 1995 - 1996[9]
  8. Konsultan Bidang Lingkungan

Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Partai Demokrat, Sebagai: Kadiv Logistik. Tahun: 2013 - 2013
  • PERKINDO, Sebagai: Ketua Dewan Pembina. Tahun: 2012 - Sekarang
  • Partai Demokrat, Sebagai: Kadiv.Hubungan Eksternal LN. Tahun: 2010 - 2012
  • Partai Demokrat, Sebagai: Wakil Sekretaris Fraksi. Tahun: 2009 - 2012
  • KADIN, Sebagai: Wk.Ketua Komite Tetap Bidang Konstruksi dan Konsultasi. Tahun: 2008 - 2010
  • PERKINDO, Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2006 - 2012
  • Partai Demokrat, Sebagai: Sekretaris Balitbang. Tahun: 2005 - 2010
  • INKINDO, Sebagai: Wakil Ketua Umum. Tahun: 2002 - 2006

Referensi[sunting | sunting sumber]