Darul Siska

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Drs. H.
Darul Siska
Darul Siska.jpg
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
Daerah pemilihanSumatra Barat I
Mayoritas26.920 suara (2019)[1]
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 30 September 2009
Daerah pemilihanSumatra Barat II
Masa jabatan
1 Oktober 1997 – 30 September 2004
Daerah pemilihanSumatra Barat
(1997-1999)
Sawahlunto[2]
(1999-2004)
Informasi pribadi
Lahir23 Februari 1954 (umur 68)
Padang, Sumatra Barat
KebangsaanIndonesia
Suami/istriHilma Widjaja Amiarsa
AnakIlham Maulana
Orang tuaH.M. Said Karim (ayah)
Sarunah (ibu)
Alma materUniversitas Jayabaya
PekerjaanPolitisi
Dikenal karenaAnggota DPR RI

Darul Siska (lahir 23 Februari 1954) adalah seorang politisi Indonesia. Ia adalah anggota Partai Golkar dan menjadi Anggota DPR RI pada periode masa bakti tahun 1997 hingga 2009[3] dan terpilih kembali untuk periode 2019-2024.[4] Darul Siska juga aktif di berbagai organisasi, diantaranya di DPP KNPI hingga 1989, Sekretaris ICMI Pusat pada tahun 1995, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar pada tahun 2011,[5] dan terakhir Wakil Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar.

Belakangan inipun ia masih aktif sebagai Dewan Penyantun Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Panitia Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatra Barat, dan sebagai staf khusus kementerian perindustrian.[6]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Darul Siska lahir di Padang, Sumatra Barat dan merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan H.M. Said Karim dan Sarunah. Sebagai anak dari seorang guru, Darul Siska dibesarkan dalam kondisi yang penuh dengan keterbatasan di Talawi, Sawahlunto bersama kedua saudaranya. Setelah wafatnya ibu Sarunah saat ia berusia 5 tahun, Darul dan saudara-saudaranya diasuh oleh neneknya hingga berusia 10 tahun. Selepas lulus SD, Darul merantau ke Jakarta dan tinggal bersama kakaknya yang tertua. Berkuliah di Universitas Jayabaya, ia membangun karier dengan mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Setelah lulus kuliah pada tahun 1982, Darul bekerja di departemen pekerjaan umum dan kemudian berpindah menjadi pegawai BKKBN. Seiring dengan dimulainya karier politiknya pada tahun 1987 sebagai calon anggota DPR-RI dari Golkar, ia mundur sebagai pegawai BKKBN.

  • SD (1960-1966)
  • SMP Keguruan, PGAP 4 Tahun, (1966-1969)
  • SMA Sosial Budaya (1970-1972)
  • Universitas Jayabaya, S1 Hubungan Internasional, Fakultas Sosial Politik, Jakarta (1975-1982)[7]

Karier[sunting | sunting sumber]

Awal karier politik[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1981, Darul telah menjadi anggota Golkar. Selain itu dari tahun 1981-1989, Darul juga aktif di DPP KNPI. Pada tahun 1987 dan 1992, Darul telah mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari Sumatra Barat tetapi tidak berhasil.

Anggota DPR-RI[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1997, Darul kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari Partai Golkar. Dalam pemilu ini Darul berhasil terpilih sebagai anggota DPR-RI dan kemudian kembali terpilih lagi pada pemilihan umum 1999 dan pemilihan umum 2004.

Komisi Pertahanan & Luar Negeri (1997-1999)[sunting | sunting sumber]

Pada awal terpilihnya, Darul mendapat penempatan di komisi I terkait pertahanan & luar negeri yang sesuai dengan background Darul yang merupakan lulusan sosial politik jurusan Hubungan internasional.

Komisi Perindustrian & Perdagangan (1999-2002)[sunting | sunting sumber]

Setelah pemilu 1999, Darul mendapat penempatan sebagai Wakil Ketua Komisi IV yang membawahi perindustrian dan perdagangan. Salah satu peran Darul yang menonjol pada periode ini adalah sebagai ketua tim penyelidik kasus BPPC yang melibatkan Tommy Soeharto.[8]

Komisi Perhubungan (2002-2009)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2002, Darul kembali mendapat penugasan baru sebagai anggota komisi perhubungan. Selama periode ini Darul terlibat dalam penyusunan hingga pengesahan berbagai UU mulai dari UU lalu lintas, UU MD3, UU Penerbangan, UU Kereta Api, hingga UU Pelayaran. Selain itu dalam periode ini pula Darul aktif menjadi anggota tim peningkatan kinerja DPR dan menjadi ketua tim Grand Design kompleks DPR-RI.[9] Di fraksi partai Golkar, Darul juga menjabat sebagai wakil ketua bidang umum FPG.

Aktivitas lain[sunting | sunting sumber]

  • Sekretaris Senat Mahasiswa Universitas Jayabaya (1976)
  • Peserta Advanced Youth Leadership Training di Singapore
  • Anggota Tim Pembimbing Haji Indonesia di Mekkah (1983)
  • Peserta Friendship Program Indonesia – Jepang di Jepang (1984)
  • Ketua Perhimpunan Alumni Program Persahabatan Indonesia – Jepang (1986-1988)
  • Delegasi Indonesia pada AYC General Asembly di Kuala Lumpur (1987)
  • Peserta Inter Regional Consultative Meeting on Youth Policies di Beijing (1988)
  • Peserta Seminar On Youth and Health di India (1989)
  • Delegasi Pemuda Indonesia ke negara-negara ASEAN (1990)
  • Delegasi Pemuda Indonesia ke Australia (1992)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-02-28. Diakses tanggal 2020-12-07. 
  2. ^ Anggota DPR-RI 1999-2004, diakses 28 Desember 2021.
  3. ^ "Profil Singkat Darul Siska". Merdeka.com. Diakses tanggal 31 Desember 2013. 
  4. ^ "Anggota DPR dan DPD RI 2019-2024 Resmi Dilantik, Ini Wakil Sumbar di Senayan". Langgam.id. 1 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  5. ^ "Hafiz Sawawi: Sahuburua Layak Pimpin Maluku"[pranala nonaktif permanen] Siwalimanews.com, 20 November 2012.
  6. ^ "Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI dalam rangka pembentukan RUU Perindustrian" Kemenperin.go.id.
  7. ^ http://www.dpr.go.id/blog/profil/id/1913
  8. ^ "Tommy Hanya Akui Rp 107 Milyar"[pranala nonaktif permanen] Kompas, 14 Maret 2000.
  9. ^ "Kompleks DPR Dirombak Fraksi Tolak Desain Konsultan, Minta Disayembarakan" Diarsipkan 2014-03-05 di Wayback Machine. Kemendagri.go.id.