Lompat ke isi

Muka Kuning, Sei Beduk, Batam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Muka Kuning
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Riau
KotaBatam
KecamatanSei Beduk
Kode Kemendagri21.71.07.1001 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS2171040004 Edit nilai pada Wikidata
Luas56,581 km²
Jumlah penduduk7.596 jiwa (2020)
Kepadatan134 jiwa/km²

Muka Kuning adalah kelurahan di kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Luas wilayah kelurahan ini adalah 56,581 km², dengan jumlah penduduk tahun 2020 sebanyak 7.596 jiwa, dan kepadatan 134 jiwa/km².[1] Kelurahan ini memiliki 10 Rukun Warga (RW) dan 44 Rukun Tetangga (RT).

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Kota Batam dikenal sebagai salah satu kota yang multikultural di Indonesia, kemajemukan masyarakat terlihat dalam identitas warga, termasuk etnis dan agama kepercayaan. Masyarakat di kecamatan Sei Beduk, didominasi oleh suku Melayu, Batak, Minangkabau dan Jawa.[2] Ada juga kelompok etnis lain seperti Tionghoa, Bugis, Nias, Sunda, Minahasa, dan lainnya.

Bahasa yang digunakan di daerah ini umumnya adalah bahasa Indonesia, juga bahasa Melayu Batam dan bahasa lainnya seperti Batak yang kebanyakan adalah Batak Toba, bahasa Minangkabau, dan bahasa Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Batam 2020, pemeluk agama di kelurahan ini cukup beragam, dimana Islam 68,19%, kemudian Kristen 30,32% (Protestan 23,74% dan Katolik 6,58%), Budha 1,37% dan Hindu 0,12%.[1]

Pekerjaan

[sunting | sunting sumber]

Pekerjaan warga didominasi oleh karyawan swasta dan buruh, atau pekerja industri yang ada disekitar kota Batam. Ada juga yang merupakan pedagang, nelayan, tenaga medis, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pekerja kantoran lainnya termasuk perbankan, dan juga sebagai ibu rumah tangga dan sebagainya.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c "Kecamatan Sei Beduk Dalam Angka 2020" (pdf). www.batamkota.bps.go.id. Diakses tanggal 17 Oktober 2020. 
  2. ^ "Mengenal Beberapa Kebudayaan dan Adat Istiadat di Kota Batam". www.kompasiana.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2020. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]