Malindo Air

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Malindo Air
IATA ICAO Kode panggil
OD MXD MALINDO
Didirikan11 September 2012[1]
Penghubung
Kota fokus
Program penumpang setiaMalindo Miles
Lounge bandaraMalindo Lounge
Armada37
Tujuan65
SloganSmarter Way to Travel
Perusahaan induk
Kantor pusatPetaling Jaya
Tokoh utamaChandran Ramamuthy (CEO) Rusdi Kirana CEO Lion Air
Edward Sirait (direktur umum Lion Air)
Situs webwww.malindoair.com
Oasis Damansara, which houses the Malindo Air head office

Malindo Airways Sdn Bhd melakukan bisnis sebagai Malindo Air adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berbasis di Malaysia. Maskapai ini merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) (51%) dan Lion Air dari Indonesia (49%). Nama 'Malindo' berasal dari nama negara masing-masing: Malaysia dan Indonesia. Pada awalnya Malindo Air direncanakan beroperasi pada tanggal 1 Mei 2013 dari terminal baru KLIA2. Akan tetapi, pihak Malindo Air memajukan tanggal peluncurannya menjadi pertengahan Maret 2013 dengan rute domestik. Malindo Air hanya menyediakan kursi kelas Ekonomi dan Bisnis.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Masuknya AirAsia dari Malaysia ke kandang Lion Air mendorong maskapai penerbangan ini untuk memasuki pasar Malaysia melalui anak perusahaanya. Anak perusahaan AirAsia, Indonesia AirAsia dengan kemitraanya dengan maskapai penerbangan asal Indonesia, Batavia Air untuk memperoleh pijakan yang kuat di Indonesia. Kesepakatan ini menjadi perang antara Lion Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia dan AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Asia.

Chandran Ramamuthy, asisten eksekutif pribadi presiden direktur Lion Air, telah ditunjuk sebagai CEO Malindo Air. Penerbangan perdana maskapai ini mulai beroperasi pada tanggal 22 Maret 2013.[2]

Malindo Air menyediakan TV pribadi (salah satu hiburan dalam penerbangan) di setiap kursinya, makanan ringan dan makanan gratis, jangkauan kursi 32" untuk kelas ekonomi dan 45" untuk kelas bisnis, dan alokasi bagasi gratis 20 kg untuk kelas ekonomi & 30 kg untuk kelas bisnis.

Menurut Malindo Air, terhitung tanggal 14 Mei 2013 sebanyak lebih dari 100.000 orang telah menggunakan maskapai ini.[2]

Maskapai ini juga telah memperluas layanan turboprop paralel, dengan fokus terutama dalam penerbangan intra-semenanjung yang berbasis di Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah. Tujuan awal termasuk Penang, Johor Bahru dan Kota Bharu, penerbangan telah dimulai pada awal Juni 2013.[2]

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Perjanjian Codeshare[sunting | sunting sumber]

Armada[sunting | sunting sumber]

Pesawat ATR 72-600 Malindo Air saat uji coba di Bandar Udara Toulouse Prancis

Perusahaan Induk Malindo Air, Lion Air akan memulainya dengan 12 pesawat Boeing 737-900ER.[3] Perusahaan ini merencanakan untuk meningkatkan ukuran armada menjadi 100 pesawat dalam 10 tahun mendatang. Pada akhir Februari 2013, sebuah Boeing 737-800NG dipinjamkan dari Lion Air selama satu bulan untuk melakukan rute pembuktian. Namun pesawat itu setelah di kembalikan kepada Lion air jatuh di sebelah Bandara Ngurah Rai Bali.[butuh rujukan]. Hingga Januari 2015, berikut rincian armada Malindo Air dengan usia rata-rata pesawat 1,1 tahun:[2]

Armada Malindo Air
Pesawat Dalam armada Dipesan Penumpang Catatan
B E Total
ATR 72-600 15 72 72
Boeing 737-800 16 12 150 162 10 lainnya akan ditransfer dari Batik Air.
Boeing 737-900ER 6 12 168 180
Total 38

Rute[sunting | sunting sumber]

Dari awal berdirinya Malindo Air, maskapai ini sudah melayani beberapa rute [4] yaitu:

No Rute
1 Kuala Lumpur - Kota Kinabalu
2 Kuala Lumpur - Kuching
3 Kuala Lumpur - Penang
4 Kuala Lumpur - Langkawi
5 Kuala Lumpur - Kota Bharu
6 Kuala Lumpur - Bangkok
7 Kuala Lumpur - Jakarta
8 Kuala Lumpur - Denpasar/Bali
9 Kuala Lumpur - Bandung
10 Kuala Lumpur - Singapura
11 Kuala Lumpur - Dhaka
12 Kuala Lumpur - Chittagong
13 Kuala Lumpur - New Delhi
14 Kuala Lumpur - Kochi
15 Kuala Lumpur - Tiruchirapalli
16 Kuala Lumpur - Mumbai
17 Kuala Lumpur - Visakphatnam
18 Kuala Lumpur - Kathmandu
19 Subang - Penang
20 Subang - Kota Bharu
21 Subang - Johor Bahru [5]
22 Subang - Alor Setar
23 Subang - Kuala Terengganu
24 Subang - Langkawi
25 Subang - Kertih
26 Ipoh - Singapore
27 Johor Bahru - Guangzhou [6]
28 Johor Bahru - Haikou [7]
29 Johor Bahru - Ipoh [8]
30 Johor Bahru - Kuala Lumpur [9]

Referensi[sunting | sunting sumber]