Lompat ke isi

Abdul Hamid II: Perbedaan antara revisi

5.853 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
Amerika Serikat dan Filipina
(Menolak perubahan teks terakhir)
Tag: Pengembalian manual
(Amerika Serikat dan Filipina)
=== Pemberontakan Armenia ===
[[Berkas:Ahamid.jpg|jmpl|180px|Abdulhamid II]]
Untuk mencegah [[Armenia]] beralih memihak kepada Rusia, Perjanjian Berlin meminta Kesultanan untuk membuat serangkaian reformasi untuk memperbaiki situasi orang-orang Armenia di wilayah ini. Organisasi revolusioner dan nasionalis memperoleh kekuasaan di antara orang-orang Armenia ketika pemerintahan Abdulhamid menunda reformasi ini. Kesultanan berusaha mempersenjatai suku [[Kurdi]] di wilayah itu terhadap kemungkinan pemberontakan Armenia. Pada tahun 1887, gerakan perlawanan yang didukung oleh organisasi revolusioner Armenia dimulai di [[Zeytun]] dari [[Kahramanmaraş|Maraş]] dan pada tahun 1891 di [[Alasan]] dekat dengan [[Sirt]]. Pemberontakan orang-orang Armenia di berbagai bagian negara itu ditekan dengan tegas. Komandan Angkatan Darat Müşir Zeki Pasha ditugaskan untuk menekan dan membubarkan pemberontakan Armenia. Di timur, para pemimpin suku Kurdi [[Resimen Hamidiye]] diorganisasi dalam unit-unit milisi yang tidak teratur. Pada musim panas 1895, insiden berdarah yang terjadi di semua provinsi Anatolia sering disebut [[pembantaian Hamidiye]]. ParaOleh nasionaliskarena yangitu, anti-AbdulhamidAbdul jugaHamid ikutII membesar-besarkandisebut sebagai "Sultan Berdarah" atau propaganda"Sultan iniMerah".
 
=== Amerika Serikat dan Filipina ===
Sultan Abdul Hamid II, setelah didekati oleh menteri Amerika untuk Turki, Oscar Straus, mengirim surat kepada [[Suku Moro|Moro]] dari [[Kesultanan Sulu]] yang memberitahu mereka untuk tidak melawan pengambilalihan Amerika dan untuk bekerja sama dengan Amerika pada awal [[Pemberontakan Moro]]. Sulu Moro mematuhi perintah itu.
 
John Hay, Sekretaris Negara Amerika, meminta Straus pada tahun 1898 untuk mendekati Sultan Abdul Hamid II untuk meminta Sultan (yang juga [[Khalifah]]) menulis surat kepada [[Suku Suluk|Muslim Sulu]] Moro dari Kesultanan Sulu di Filipina yang menyuruh mereka untuk tunduk kedaulatan Amerika dan pemerintahan militer Amerika. Sultan mewajibkan mereka dan menulis surat, yang dikirim ke Sulu melalui Mekah di mana dua kepala suku Sulu membawanya pulang ke Sulu, dan itu berhasil, karena "Orang-orang Muslim Sulu ... menolak untuk bergabung dengan pemberontak dan telah menempatkan diri mereka di bawah kekuasaan kendali atas tentara kita, dengan demikian mengakui kedaulatan Amerika."<ref>{{cite book |author=Kemal H. Karpat |title=The Politicization of Islam: Reconstructing Identity, State, Faith, and Community in the Late Ottoman State |url=https://books.google.com/books?id=PvVlS3ljx20C&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA235 |year=2001 |publisher=Oxford University Press |isbn=978-0-19-513618-0 |pages=235– }}</ref> Sultan Utsmaniyah menggunakan posisinya sebagai khalifah untuk memerintahkan Sultan Sulu agar tidak melawan dan tidak melawan Amerika ketika mereka menjadi tunduk pada kendali Amerika.<ref>{{cite book |author=Moshe Yegar|title=Between Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Southern Thailand, and Western Burma/Myanmar|url=https://books.google.com/books?id=S5q7qxi5LBgC&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA397|date=1 January 2002|publisher=Lexington Books|isbn=978-0-7391-0356-2|pages=397– }}</ref> Presiden McKinley tidak menyebutkan peran Turki dalam pengamanan Sulu Moro dalam pidatonya pada sesi pertama Kongres ke-56 pada Desember 1899, karena kesepakatan dengan Sultan Sulu baru diajukan ke Senat pada 18 Desember.<ref>{{cite book |title=Political Science Quarterly |url=https://archive.org/details/politicalscienc03sciegoog |quote=Straus Sulu Ottoman. |year=1904 |publisher=Academy of Political Science |pages=[https://archive.org/details/politicalscienc03sciegoog/page/n37 22]–}}</ref> Terlepas dari ideologi "pan-Islam" Sultan Abdul Hamid, dia dengan mudah menyetujui permintaan Straus untuk membantu memberitahu Muslim Sulu untuk tidak melawan Amerika karena dia merasa tidak perlu menyebabkan permusuhan antara Barat dan Muslim.<ref>{{cite book |author=Mustafa Akyol|title=Islam without Extremes: A Muslim Case for Liberty|url=https://books.google.com/books?id=2mRXt7NtFhEC&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA159|date=18 July 2011|publisher=W. W. Norton|isbn=978-0-393-07086-6|pages=159–}}</ref> Kolaborasi antara militer Amerika dan kesultanan Sulu terjadi karena Sultan Sulu dibujuk oleh Sultan Utsmaniyah.<ref>{{cite book|author=J. Robert Moskin|title=American Statecraft: The Story of the U.S. Foreign Service|url=https://books.google.com/books?id=pc5FAQAAQBAJ&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA204|date=19 November 2013|publisher=St. Martin's Press|isbn=978-1-250-03745-9|pages=204–}}</ref> John P. Finley menulis bahwa:
{{quote|Setelah mempertimbangkan fakta-fakta ini, Sultan, ketika Khalifah menyebabkan pesan untuk dikirim ke orang-orang Muslim di Kepulauan Filipina yang melarang mereka melakukan permusuhan apa pun terhadap Amerika, sejauh tidak ada campur tangan dengan agama mereka yang diizinkan di bawah pemerintahan Amerika. Karena Moro tidak pernah meminta lebih dari itu, tidak mengherankan, bahwa mereka menolak semua tawaran yang dibuat, oleh agen Aguinaldo, pada saat pemberontakan Filipina. Presiden McKinley mengirim surat pribadi terima kasih kepada Mr. Straus atas pekerjaan luar biasa yang telah dia lakukan, dan mengatakan, pencapaiannya telah menyelamatkan Amerika Serikat setidaknya dua puluh ribu tentara di lapangan.<ref>{{cite book|author1=George Hubbard Blakeslee|author2=Granville Stanley Hall|author3=Harry Elmer Barnes|title=The Journal of International Relations|url=https://books.google.com/books?id=hwdPWJMbZCQC&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA358|year=1915|publisher=Clark University.|pages=358–}}</ref><ref>{{cite book |title=The Journal of Race Development |url=https://books.google.com/books?id=e9vfAAAAMAAJ&q=Straus+Sulu+Ottoman&pg=PA358 |year=1915 |publisher=Clark University |pages=358– }}</ref>}}
 
Abdul Hamid dalam posisinya sebagai Khalifah didekati oleh Amerika untuk membantu mereka berurusan dengan Muslim selama perang mereka di Filipina,<ref>{{cite book|author=Idris Bal|title=Turkish Foreign Policy in Post Cold War Era|url=https://books.google.com/books?id=vDzjkrTDKjYC&pg=PA405|year=2004|publisher=Universal-Publishers|isbn=978-1-58112-423-1|pages=405–}}</ref> dan orang-orang Muslim di daerah itu mematuhi perintah yang dikirim oleh Abdul Hamid untuk membantu Amerika.<ref>{{cite book |author=Idris Bal |title=Turkish Foreign Policy in Post Cold War Era |url=https://books.google.com/books?id=vDzjkrTDKjYC&q=Abdulhamid+issued+decree+people+territory+support+America+Muslim+accepted&pg=PA406 |year=2004 |publisher=Universal-Publishers |isbn=978-1-58112-423-1 |pages=406– }}</ref><ref>{{cite news |url=http://historynewsnetwork.org/article/20326 |title=Mustafa Akyol: Remembering Abdul Hamid II, a pro-American caliph |last1=Akyol |first1=Mustafa |date= 2006-12-26 |newspaper=Weekly Standard |publisher=History News Network }}</ref><ref>{{cite news |author=ERASMUS |date=26 July 2016 |title=Why European Islam's current problems might reflect a 100-year-old mistake |url=https://www.economist.com/blogs/erasmus/2016/07/ottoman-caliphs |newspaper=The Economist }}</ref>
 
=== Pertemuan dengan Theodor Herzl ===
Periode konstitusional kedua didominasi oleh Komite Persatuan dan Kemajuan. Administrasi negara dipengaruhi oleh para pemimpin Komite Persatuan dan Kemajuan [[Enver Pasha]], [[Talat Pasha]] dan [[Ahmed Djemal Pasha]]. Selama periode ini [[Kesultanan Utsmaniyah]] dilanda serangkaiam perang dan pemberontakan di [[Libya]], [[Perang Balkan|Balkan]] dan berujung [[Perang Dunia I]]. [[Mehmed VI]] menutup parlemen pada 21 Desember 1918 di bawah tekanan [[Amerika Serikat]].<ref>{{Cite journal|date=2007-12-01|title=Chisholm, Hugh, (22 Feb. 1866–29 Sept. 1924), Editor of the Encyclopædia Britannica (10th, 11th and 12th editions)|url=http://dx.doi.org/10.1093/ww/9780199540884.013.u194658|journal=Who Was Who|publisher=Oxford University Press}}</ref>
 
=== Digulingkan dari Tahtatahta ===
Pada malam hari tanggal 12 April hingga 13 April, tentara dari Batalyon-batalyon di Barak Taksim memberontak terhadap para perwira mereka. Mereka berkumpul di depan Delegasi mengikuti para pemimpin agama yang memimpin mereka dan menuntut agar negara itu diperintah menurut [[Syariah]]. Pemerintah [[HüşeyinHüseyin Hilmi Pasha]] memilih untuk berdamai dengan para pemberontak, dan para anggota mengundurkan diri satu per satu.
 
Pemberontakan juga berdampak pada delegasi. Hari itu wakil anggota [[Komite Persatuan dan Kemajuan]] tidak pergi ke parlemen karena mereka merasa tidak aman. Beberapa dari mereka pergi menjauh dari [[Istanbul]] sementara yang lain bersembunyi di kota. Sementara itu, para pemberontak membunuh para perwira dan anggota parlemen yang berhasil ditemukan. Dengan ketidakefektifan pemerintah dan parlemen, Abdulhamid memerintah lagi. Oposisi yang memulai pemberontakan tidak dapat memperoleh kepemimpinan karena tidak memiliki inisiatif apa pun.
 
[[Berkas:Abdul-Hamid villa Allatini.jpg|jmpl|200px|Alatini Köşkü ([[Thessaloniki]]), tempat Abdulhamid diasingkan]]
Setelah pemadaman pemberontakan, darurat militer diproklamasikan dan para pemimpin pemberontak diadili di pengadilan serta dijatuhi hukuman mati. Gerakan oposisi menderita kerugian yang signifikan. Namun, peristiwa yang paling penting adalah ketika Majelis Nasional Meclis-i Umumî, bersama dengan delegasi Heyet-i Mebusan dan Heyet-i Ayan, pada 27 April memutuskan untuk menggulingkan Abdulhamid II dari jabatan Sultan dan Khalifah Utsmaniyah dan mengangkat saudaranya Şehzade Reşad Efendi sebagai Sultan dan Khalifah Utsmaniyah dengan gelar Sultan [[Mehmed V]]. Selain itu, diputuskan juga bahwa Abdulhamid harus meninggalkan [[Istanbul]]. Meskipun parlemen Divan-i Harp, ingin mengadili Abdulhamid, Wazir Agung [[HüşeyinHüseyin Hilmi Pasha]] yang baru dilantik menolaknya.
 
Dia dijadikan tahanan rumah selama tiga tahun di Alatini Köşkü, [[Thessaloniki]]. Ia dikabarkan tidak nyaman untuk tinggal di Thessaloniki yang dianggap tepat oleh Komite Persatuan dan Kemajuan. Pada tahun 1912, Abdulhamid dipindahkan ke [[Istana Beylerbeyi]] di Kostantiniyye (sekarang [[Istanbul]]). Dia meninggal pada tanggal 10 Februari 1918 disana. Ia dimakamkan satu komplek dengan kakeknya di makam Sultan Mahmud II.
[[Berkas:Cisr-i-hamidi.jpg|jmpl|200px|[[Cisr-i Hamidi]] adalah satu dari dua jembatan yang akan didirikan oleh Abdulhamid di atas Selat Bosphorus]]
 
Salah satu proyek yang tidak dapat direalisasikan dan dinyatakan tidak layak adalah tender pembangunan Jalur Kereta api [[Yaman]]. Laporan tersebut diberikan pada tahun 1898 oleh Gubernur Yaman saat itu yang kemudian juga menjadi wazir agung [[HüşeyinHüseyin Hilmi Pasha]] dan pembangunan dimulai pada tahun 1913. Namun, pasukan [[Italia]] menghentikan pembangunan pelabuhan di Yaman sehingga proyek tersebut ditutup dan dibatalkan.
== Perkembangan sosial, budaya dan ekonomi ==