Garam beryodium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Garam beryodium

Garam Iodium atau garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan.[1] Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu mengandung yodium sebesar 30-80 ppm (Depkes RI).[1] Penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan terutama kesehatan keluarga[1] karena iodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, dan mencerdaskan otak.[1] Kekurangan iodium dapat mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dan lain-lain.[1]

Garam iodium berasal dari persenyawaan zat air dan zat asam iodium, (HI) atau persenyawaan iodium dengan senyawa nonlogam atau organik yang berasl dari ion I,[2] yang berguna untuk menjaga pertumbuhan kelenjar gondok atau tiroksin.[2] Empat senyawa anorganik yang digunakan sebagai sumber iodida, tergantung pada produsen: iodat kalium, kalium iodida, natrium iodat, dan natrium iodida.[3] Setiap senyawa ini memasok tubuh dengan yodium yang diperlukan untuk biosintesis tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3) oleh hormon kelenjar tiroid.[3] Suplemen yodium juga bermanfaat untuk hewan, dan turunan hidrogen iodida dari etilendiamin adalah suplemen utama untuk pakan ternak.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e (Indonesia) "Diskes Kota Samarinda". Penyuluhan Penggunaan Garam Beryodium oleh Puskesmas Mangkupalas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014. 
  2. ^ a b (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-3. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects.
  3. ^ a b c Phyllis A. Lyday "Iodine and Iodine Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005. doi:10.1002/14356007.a14_381