Iodida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Iodida
I-.svg
Iodide ion.svg
Nama
Nama IUPAC (sistematis)
Iodida[1]
Penanda
Model 3D (JSmol)
3DMet {{{3DMet}}}
Referensi Beilstein 3587184
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
Referensi Gmelin 14912
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/HI/h1H/p-1 YaY
    Key: XMBWDFGMSWQBCA-UHFFFAOYSA-M YaY
  • [I-]
Sifat
I
Massa molar 126,90 g·mol−1
Asam konjugat Hidrogen iodida
Termokimia
Entropi molar standar (So) 169.26 J K−1 mol−1
Senyawa terkait
Anion lain
Fluorida

Klorida
Bromida

Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Iodida adalah ion yang terbentuk ketika unsur iodin mendapatkan satu elektron untuk membentuk suatu anion (ion bermuatan negatif) I.[2] Senyawa dengan iodin dalam keadaan oksidasi formal −1 disebut iodida. Dalam kehidupan sehari-hari, iodida paling sering ditemui sebagai komponen garam beryodium, yang diamanatkan oleh banyak pemerintah. Di seluruh dunia, kekurangan iodin mempengaruhi dua miliar orang dan merupakan penyebab utama cacat intelektual yang dapat dicegah.[3]

Struktur dan karakteristik[sunting | sunting sumber]

Iodida adalah salah satu anion monoatomik terbesar. Ion ini memiliki jari-jari sekitar 206 pikometer. Sebagai perbandingan, halida yang lebih ringan memiliki jari-jari yang jauh lebih kecil: bromida (196 pm), klorida (181 pm), dan fluorida (133 pm). Sebagian karena ukurannya, iodida membentuk ikatan yang relatif lemah dengan sebagian besar unsur.

Kebanyakan garam iodida larut dalam air, tetapi seringkali kurang larut dibandingkan dengan klorida dan bromida terkait. Iodida, karena ukurannya yang besar, kurang hidrofilik dibandingkan dengan anion yang lebih kecil. Salah satu konsekuensinya adalah natrium iodida sangat larut dalam aseton, sedangkan natrium klorida tidak. Kelarutan yang rendah dari perak iodida dan timbal iodida mencerminkan karakter kovalen dari iodida logam ini. Uji keberadaan ion iodida adalah pembentukan endapan kuning senyawa ini pada perlakuan larutan perak nitrat atau timbal(II) nitrat.[2]

Larutan berair garam iodida melarutkan iodin lebih baik daripada air murni. Efek ini disebabkan oleh pembentukan ion triiodida, yang berwarna coklat:

I + I2I3

Oksianion lain[sunting | sunting sumber]

Iodin dapat memiliki bilangan oksidasi dari −1, +1, +3, +5, atau +7. Sejumlah oksida iodin netral juga diketahui.

Bilangan oksidasi iodin −1 +1 +3 +5 +7
Nama iodida hipoiodit iodit iodat periodat
Rumus I IO IO2 IO3 IO4 atau IO5−6

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Iodide - PubChem Public Chemical Database". The PubChem Project. USA: National Center for Biotechnology Information. 
  2. ^ a b Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4 
  3. ^ McNeil, Donald G. Jr (16 Desember 2006). "In Raising the World's I.Q., the Secret's in the Salt". New York Times. Diakses tanggal 4 Desember 2008. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]