Egrang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Penari egrang dari Karawang
Seorang pejalan egrang dan seorang penjaga pintu di New York City.
Tukang pos

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun.[1].

Terdapat beberapa jenis egrang, yakni:

  • Egrang pegangan
  • Egrang pasak
  • Egrang drywall
  • Egrang pegas

Egrang di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ *Les Echasseurs Namurois. (dikunjungi 2008-03-11)

Kebangkitan Egrang di Celaket Kampung Sinau Budaya Kota Malang[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 2009, di Kampung Celaket Kota Malang, Jawa Timur, Ketua RW 05, Cak Win (Achmad Winarto), bersama kawan-kawan yang suka egrang (Samsuri, Ketua RT 5 RW 6, dan Sudiono (warga RT 3 RW 5) membuat lalu mengajarkan mengajarkan egrang kepada anak-anak belia (Arek-arek) di kampungnya. Juga mengajari siswa Sekolah Dasar Rampal Celaket 1, bahkan di SD ini dihadiahi 4 egrang agar digunakan belajar para siswa. Setelah anak-anak banyak yang mahir, lalu diadakan ekshibisi egrang di Festival Kampung bertajuk Rampal Celaket Bersyukur (RCB 1, 2010, RCB 2 - 2011, dan RCB 3, 2012), dan Lomba egrang di Festival Kampungku di RW 05 Rampal Celaket Kota Malang. Yang menjadi juara adalah kakak beradik siswa perempuan dari SD dan SMP, namanya Della Oktaviani dan Inka Febrianti. Dela dan Inka juga aktivis kerawitan. Dia anggota dari AremaKer (AGB Arek Malang ber-Kerawitan), yang lahir pada 28 Maret 2013

https://lirikmalang.wordpress.com/2015/01/06/karena-masa-kecil-dan-prihatin-ketua-rw-bentuk-kelompok-dolanan/

Beregrang di CarFreeDay Ijen Malang Indonesia.

Kegiatan peregrangan lalu menyebar wilayah lain. Egrang milik kampung Celaket diusung untuk kegiatan di mana-mana, baik oleh mahasiswa, pegiat olahraga tradisional kampung, maupun untuk kegiatan di kelurahan lain. Egrang pun berkembang. Selain di acara kampus, dan kampung, egrang juga ditampilkan dan dilombakan di Kecamatan dan Kota Malang. Pada gelaran Malang Tempo Doeloe dan International Celaket Cross Cultural Festival, pengegrang juga ikut meramaikan. Fesival Kampung Celaket, 23-24 Juli 2016, juga mengajarkan egrang kepada para pemirsa khususnya adik-adik belia agar kenal dan bisa bermain egrang yang dibuat dari bahan bambu (lokal). Contoh.jpg|beregrang di Car Free Day di Jalan Ijen Kota Malang

ajar dan mengajarkan egrang di Kmapung Celaket Kota Malang Indonesia

Pada bulan September kemarin, RW 05 Kampung Celaket menerima pesanan order 200 egrang dari Bapak Winardi, Koreografer Tari Keprak Bambu, untuk acara Hari Olahraga Nasional tahun 2016 di Sidoarjo Jawa Timur. Dan egrang kini telah menjadi bagian kuno yang diangkat kembali lewat acara-acara atau event di kampung-kampung di Malang Raya.