Don Juan de Austria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Don Juan de Austria
Don Juan d'Austria 1.JPG
Lukisan cat minyak pada kanvas, paruh ke-2 abad ke-16, kemungkinan besar karya Juan Pantoja de la Cruz.
Museo del Prado, Madrid.
Lahir 24 Februari 1547
Regensburg
Meninggal 1 Oktober 1578 (umur 31)
Bouge, dekat Namur
Agama Katolik
Orang tua Karl V, Kaisar Romawi Suci
Barbara Blomberg
Wangsa Habsburg
Cabang Spanyol
Royal Coat of Arms of Spain (1580-1668).svg
Kaisar Karl V
(Raja Carlos I)
Anak
Felipe II dari Spanyol
Maria de Austria, Permaisuri Kaisar Romawi Suci
Juana dari Spanyol
Don Juan (anak luar nikah)
Margaret dari Parma (anak luar nikah)
Felipe II
Anak, antara lain
Carlos, Pangeran Asturias
Isabel dari Spanyol
Catalina, Adipatni Savoia
Felipe III dari Spanyol
Maria dari Spanyol
Felipe III
Anak, antara lain
Ana de Austria, Permaisuri Raja Perancis
Felipe IV dari Spanyol
Maria Ana de Austria, Permaisuri Kaisar Romawi Suci
Infante Carlos
Kardinal-Infante Fernando
Felipe IV
Anak, antara lain
Baltasar Carlos, Pangeran Asturias
Maria Teresa de Austria, Permaisuri Raja Perancis
Margarita, Permaisuri Kaisar Romawi Suci
Felipe Prospero, Pangeran Asturias
Carlos II dari Spanyol
Carlos II

Don Juan de Austria (24 Februari 1547 – 1 Oktober 1578), menurut tradisi disebut pula Don John of Austria dalam bahasa Inggris,[1] dan Ritter Johann von Österreich dalam bahasa Jerman, adalah anak luar nikah dari Kaisar Romawi Suci, Karl V. Ia menjadi seorang senapati pada masa pemerintahan abang tirinya, Raja Spanyol, Felipe II, dan termasyhur karena menjadi Laksamana Armada Liga Suci dalam Pertempuran Lepanto.

Riwayat hidup[sunting | sunting sumber]

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Don Juan de Austria lahir di Kota Kekaisaran Swapraja Regensburg, Oberpfalz, buah dari hubungan gelap antara Kaisar Romawi Suci Karl V (menduda sejak 1539) dan Barbara Blomberg, seorang biduanita, anak perempuan seorang burger.

Tarikh lahirnya tidak diketahui secara pasti, karena beberapa sumber rujukan menyatakan bahwa ia lahir pada 1545, sementara sumber-sumber rujukan lainnya, seperti G. Parker atau P. Pierson, menyatakan bahwa ia lahir pada 1547. Menurut Pierson, beberapa rekan segenerasi Don Juan menegaskan bahwa ia lahir pada 1545, tetapi bukti tertua yang ditemukan di Perancis, berupa catatan seputar upacara-upacara publik, memperkuat tarikh 1547.

Pada musim panas 1554, anak itu diantar ke puri kediaman Luis de Quijada di Villagarcía de Campos, Valladolid. Istrinya, Magdalena de Ulloa, mengurus dan mendidik anak itu, dibantu guru bahasa Latin Guillén Prieto, padri kapelan García de Morales, dan bentara Juan Galarza.

Karl V menulis sepucuk kodisil bertarikh 6 Juni 1554, yang berisi pernyataan: "Bahwa sesungguhnya selama berada di Jerman, setelah menduda, aku telah menurunkan seorang anak kandung dari seorang perempuan yang belum menikah, dan diberi nama Geronimo ".[2] Pada musim panas 1558, Karl V memerintahkan Luis de Quijada, Magdalena de Ulloa, dan Jeromín untuk pindah ke Desa Cuacos de Yuste. Kaisar Karl V sudah lebih dahulu tinggal di Biara Yuste, tak jauh dari desa itu. Mulai dari saat itu sampai menghembuskan nafas terakhirnya pada September 1558, Karl V beberapa kali berkesempatan menjenguk putranya yang kala itu sudah berusia 11 tahun. Dalam surat wasiat terakhir yang dibuatnya pada 1558, Sang Kaisar Karl V secara resmi mengakui Jeromín sebagai putranya, dan meminta agar nama anak itu diganti menjadi Juan, untuk mengenang mendiang ibunya (nenek Jeromín), Ratu Kastila Juana I,[a] Karl juga menetapkan pemberian tunjangan tetap bagi Juan serta berpesan agar ia kelak menjadi rohaniwan dan berkarier di lingkungan Gereja.[3]:22

Satu-satunya putra dan waris sah Karl V yang masih hidup, yang telah menduduki takhta Kerajaan Spanyol sebagai Raja Felipe II selepas pengunduran diri ayahnya, kala itu sedang berada di luar Spanyol. Desas-desus mengenai ayah anak itu telah merebak ke mana-mana, tetapi disangkal oleh Luis de Quijada yang kemudian menyurati Kaisar untuk meminta petunjuk. Karl V membalas surat itu dengan selembar nota yang ditulis oleh sekretaris pribadinya, Francisco de Eraso. Nota yang masih menampakkan coretan dan penggantian kata itu berisi pertimbangan-pertimbangan Kaisar Karl V untuk menangani permasalahan pelik itu dengan sebaik-baiknya. Luis de Quijada dinasehati untuk menunggu sampai Felipe II kembali ke Spanyol. Juana, Janda Pangeran Portugal dan Pemangku Jabatan Raja Spanyol selama kepergian abangnya, Felipe II, diminta untuk menjenguk anak itu. Juana menjenguk Jeromín di Valladolid pada Mei 1559, bertepatan dengan penyelenggaraan Auto-da-fé di kota itu.

Felipe II kembali dari Brussel pada 1559, dan mengetahui hal-ikhwal surat wasiat ayahnya. Sesampainya di Valladolid, ia memerintahkan Luis de Quijada untuk membawa serta Jeromín ke sebuah pesta perburuan. Pertemuan pertama Felipe dan Juan berlangsung pada 28 September di Biara Santa María de La Santa Espina.[4] Ketika bertemu dengan Felipe, Luis de Quijada menyuruh Jeromín untuk turun dari tunggangannya dan memberikan penghormatan kepada junjungannya. Setelah memberikan penghormatannya, Jeromín ditanyai Filipe, apakah ia mengenal ayahnya. Ketika Jeromín mengungkapkan ketidaktahuannya, Felipe pun merangkulnya dan menjelaskan bahwa mereka berdua adalah anak-anak dari ayah yang sama, dan oleh karena itu adalah adik-beradik. Meskipun demikian, Felipe sangat tegas dalam hal protokol: Sekalipun Jeromín adalah anggota Wangsa Habsburg, ia tidak boleh disapa "Su Alteza", yakni sapaan khusus bagi keluarga raja dan para adipati. Secara resmi ia patut disapa "Su Excelencia", yakni sapaan bagi para Grande Spanyol, dan menyandang nama resmi Don Juan de Austria. Don Juan tidak tinggal di istana raja, tetapi memiliki rumah kediaman pribadi yang dikelola oleh Don Luis de Quijada. Felipe mengizinkan Don Juan untuk menerima penghasilan yang telah ditetapkan baginya oleh Kaisar Karl V, agar ia mampu untuk hidup selayaknya putera seorang kaisar dan adik seorang raja. Dalam upacara-upacara resmi, Don Juan berdiri, berjalan, dan berkendara di belakang barisan keluarga raja, tetapi di depan barisan grande.[3][5]

Masa pembinaan[sunting | sunting sumber]

Potret Don Juan, ca. 1559-60 karya Alonso Sánchez Coello.
Potret Don Juan, ca. 1560 karya Alonso Sánchez Coello.
Don Juan de Austria berbaju zirah, karya Alonso Sánchez Coello, 1567.
Patung Don Juan de Austria di Regensburg

Don Juan menamatkan pendidikannya di Universitas Kota Alcalá de Henares (sekarang Universidad Complutense de Madrid, UCM), tempatnya menuntut ilmu bersama dua orang kemenakan yang sebaya dengannya: Pangeran Carlos (putra dan ahli waris Raja Felipe II) dan Alessandro Farnese, Pangeran Parma (putra dari seorang anak luar nikah Karl V lainnya yang diakui anak oleh sang kaisar, Margarita de Austria, Permaisuri Adipati Parma). Ketiga pemuda ini berguru pada Honorato Hugo (murid Juan Luis Vives). Pada 1562, "Rumah Tangga Don Juan de Austria" tercantum dalam anggaran belanja Rumah Tangga Istana, dianggarkan menerima 15.000 dukat, sama besarnya dengan jumlah yang diterima oleh saudari tirinya Juana, Janda Pangeran Portugal, yang sangat akrab dengan Don Juan.

Di Universitas Kota Alcalá de Henares, Don Juan mulai menjalani persiapan untuk meniti karier sebagai rohaniwan. Di sana pula pada 1562, Pangeran Carlos mengalami retak tengkorak yang berdampak buruk bagi kepribadiannya.

Pada 1565, Alessandro Farnese meninggalkan Alcalá de Henares untuk menetap di Brussel, kota kediaman ibunya, Margarita dari Parma, selaku Gubernur Spanyol di Belanda. Alessandro telah menikahi Maria dari Portugal selama tinggal di Brussel. Konon Alessandrolah yang mengajari Don Juan menjadi seorang perayu ulung. Kelak Don Juan mengakui dua orang anak luar nikah sebagai putri kandungnya, seorang di Spanyol, dan seorang lagi di Napoli.[3][5]

Selain itu, Don Juan juga aktif berpartisipasi dalam upacara-upacara istana. Pada upacara pembaptisan dua orang kemenakannya, putri-putri Felipe II, Isabel Clara Eugenia dan Catalina Micaela, Don Juan bertugas menggendong kedua infanta menuju bejana baptis.

Pada 1565, Imperium Osmanli menyerang Pulau Malta. Sebagai tindakan bela diri, satu armada dikumpulkan di Bandar Barcelona. Don Juan meminta izin dari Raja Felipe II untuk bergabung dengan kesatuan angkatan laut, namun tidak diperbolehkan. Sekalipun tidak diizinkan, Don Juan meninggalkan istana menuju Barcelona, tetapi armada telah bertolak meninggalkan Barcelona sesampainya di kota itu. Hanya sepucuk surat dari abangnya, Raja Felipe II, yang mampu mengendurkan usahanya untuk bergabung dengan armada pimpinan García Álvarez de Toledo y Osorio, Marqués de Villafranca del Bierzo IV, yang kala itu sedang berlabuh di Italia.

Mungkin karena jabatan pamannya dan mungkin pula karena persahabatan yang telah terjalin di antara mereka selama bertahun-tahun, Pangeran Carlos membeberkan rencananya kepada Don Juan untuk minggat dari Spanyol dan pergi ke Belanda Spanyol melalui Italia. Pangeran Carlos memerlukan bantuan Don Juan untuk mendapatkan sebuah galai yang akan ditumpanginya menuju Italia. Sebagai balas jasa, sang pangeran menjanjikan kekuasaan atas Kerajaan Napoli. Don Juan berdalih akan memberi jawaban, tetapi segera berangkat ke El Escorial untuk mengadukannya kepada raja.

Don Juan kembali ke Mediterania untuk mengambil alih kepemimpinan atas armada Spanyol. Setelah berembuk dengan para penasihatnya di Cartagena pada 2 Juni 1568, ia bertolak menuju laut lepas untuk memerangi corsario. Kegiatan ini dilakukannya selama tiga bulan sebelum kemudian memutar haluan menuju Afrika Utara, berlayar menelusuri garis pantai, dan berlabuh di Oran dan Melilla.

Pemberontakan Morisco di Granada[sunting | sunting sumber]

Tatkala menerima khabar dalam masa hari raya Natal mengenai pemberontakan kaum Morisco (orang-orang Moor yang telah menjadi penganut agama Kristen) di Granada, ia pun mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk tugas apapun. Para bangsawan tinggi yang memimpin pemberantasan, Marqués Mondéjar di Granada dan Marqués los Vélez di Almeria, sudah kehabisan taktik, strategi, dan kesabaran. Pemberontakan menyebar luas serta mendapat bantuan dari orang Berber dan orang Turki. Pada April 1569 Felipe menunjuk Don Juan sebagai pucuk pimpinan dan Quijada sebagai penasihat utamanya.[butuh rujukan]

Di Granada, Don Juan menyusun kekuatan dengan seksama, mempelajari logistik dan mempelajari baris-berbaris. Requeséns dan Santa Cruz melakukan patroli pantai dengan kapal-kapal galai mereka, menghalangi masuknya bala bantuan dari orang Berber. Pada bulan Desember Don Juan mendadak tampil di medan tempur membawa sebala besar pasukan yang dipasok dengan baik. Setelah pertama-tama menghalau para pemberontak dari sekitar Granada, ia kemudian berbaris melintasi Guadix, tempat pasukan-pasukan veteran dari Italia ikut bergabung, sehingga jumlah mereka menggelembung menjadi 12.000 orang. Pada akhir Januari ia menggempur kubu pertahanan pemberontak di Galera. Pertempuran berlangsung alot dan sengit, dan banyak memakan korban. Tatkala Galera akhirnya jatuh ke tangannya, Don Juan memerintahkan agar tempat itu diratakan dengan tanah dan ditaburi garam. Antara 400 sampai 4500 penghuni kubu pertahanan terbunuh, dan 2000 sampai 4500 orang yang selamat dijual sebagai budak belian.[6][7]

Perang Siprus dan Pertempuran Lepanto[sunting | sunting sumber]

Lambang pribadi Don Juan de Austria.

Perang Siprus menjadi pusat perhatian Spanyol setelah Paus Pius V mengirim utusan menghadap Felipe, memintanya bergabung dengan Sri Paus dan orang-orang Venesia dalam persekutuan Liga Suci menghadapi bangsa Turki. Felipe setuju dan negosiasi pun dibuka di Roma. Syarat-syarat Felipe antara lain adalah penunjukan Don Juan sebagai panglima tertinggi armada Liga Suci. Walaupun ia sepakat untuk membebaskan Siprus, ia juga berniat memulihkan kekuasaan Spanyol atas Tunis. Pemimpin Muslim Tunis, sekutu Felipe, telah dilengserkan oleh Turki. Tunis merupakan ancaman langsung bagi Sisilia, salah satu kerajaan Felipe. Felipe juga berniat menaklukkan Aljir, sarang para perompak yang kerap mengganggu Spanyol. Karl V pernah mencoba melakukannya melalui Eskpedisi Aljir (1541), namun tidak berhasil.

Don Juan sudah merampungkan pemulihan keamanan di Granada, tetapi negosiasi di Roma masih saja berjalan bertele-tele. Pada musim panas 1570, armada Felipe bertolak menuju Siprus di bawah pimpinan laksamana paus, Marcantonio Colonna. Panglima kekuatan tempur Felipe adalah Gian Andrea Doria, orang Genova, putra dari keponakan Andrea Doria yang termasyhur itu. Setelah mencapai pesisir Turki pada bulan September, Colonna dan orang-orang Venesia berkeinginan meneruskan pelayaran menuju Siprus sementara Doria berkilah sudah lewat musimnya. Tak lama kemudian tiba khabar bahwa Nikosia, ibu kota Siprus, telah jatuh ke tangan Turki, tinggal bandar Famagusta yang masih bertahan. Penyakit melanda armada Venesia sehingga timbul kesepahaman bahwasanya lebih baik kembali ke pelabuhan. Cuaca pun memburuk, dan meskipun armada Doria berhasil mencapai pelabuhan dalam keadaan tertib dan teratur, armada Venesia justru kacau-balau diamuk badai. Di antara persekutuan Kristen itu muncul sikap saling benci yang ditunjukkan secara terang-terangan, sementara pihak Turki justru sedang memperketat pengepungannya atas Famagusta.[8]:122

Orang-orang Venesia memperbaiki kapal-kapal galai mereka dan mempersiapkan enam galias yang dipersenjatai penuh. Sri Paus menyewa dua belas galai milik Adipati Agung Toscana. Adipati Savoia dan Adipati Parma juga menyiapkan kapal-kapal galai mereka, dan Aleksander Farnese menumpangi salah satunya. Ketika pembentukan Liga Suci secara resmi ditandatangani pada pada bulan Mei, Don Juan ditetapkan sebagai panglima tertinggi dan diberi berbagai instruksi oleh Felipe. Dalam instruksi-instruksi itu terdapat pula peringatan untuk tidak main-main dengan perempuan. Peringatan ini, dan juga beberapa instruksi lain dari Felipe, diabaikan begitu saja oleh Don Juan. Don Juan baru bertolak bersama kekuatan tempur Spanyol dari Barcelona sesudah akhir Juli, dan keseluruhan armada Liga Suci baru bertolak dari Messina sesudah pertengahan September. Don Juan telah bertekad untuk bertempur, mempersatukan negara-negara sekutu, dan mengakhiri rasa saling curiga di antara mereka.[8]:133

Pertempuran Lepanto
Para pahlawan Lepanto (dari kiri: Don Juan de Austria, Marcantonio Colonna, Sebastiano Venier)

Don Juan berhadap-hadapan dengan armada Turki di Lepanto, Teluk Korintus. Setelah sedikit-banyak berdebat, pihak Turki pun memutuskan untuk bertempur, sekalipun telah berlayar sepanjang musim panas dan telah memulangkan sebagian pasukannya. Armada mereka lebih besar, terdiri atas hampir 300 galai jika dibandingkan dengan 207 galai dan enam galias yang dipimpin Don Juan. Pada 7 Oktober 1571, armada Turki tampil di Teluk Patras dalam formasi tempur. Don Juan menuntun armada Liga Suci melewati gugusan pulau-pulau kecil yang dikenal dengan nama Curzolaris (sebagian besar kini hilang akibat tergerusnya garis pantai), dan membaginya menjadi satuan tempur sayap kiri di bawah pimpinan panglima Venesia, satuan tempur sayap kanan yang di bawah pimpinan Doria, satuan tempur utama yang terkuat di bagian tengah di bawah pimpinannya sendiri, dan satuan tempur pertahanan belakang yang kuat di bawah pimpinan Markis Santa Cruz. Masing-masing satuan tempur terdiri atas kapal-kapal galai dari masing-masing negara anggota Liga Suci, dan pada kedua sayap dan bagian tengah ditempatkan masing-masing dua galias. Pertempuran pecah sekitar tengah hari. Tembakan beruntun peluru meriam dari kapal-kapal galias mengacaukan formasi tempur Turki yang maju menyerang, dan senjata-senjata persekutuan Kristen yang jauh lebih besar dan banyak itu menimbulkan kerusakan parah tatkala sayap kanan dan bagian tengah armada Turki datang merapat. Pada pertarungan berjungkat-jungkit di atas geladak, pihak sekutu keluar sebagai pemenang. Di antara prajurit-prajurit Liga Suci yang terluka terdapat pula Miguel de Cervantes, pemuda 24 tahun yang di kemudian hari dikenal sebagai penulis kisah Don Quixote. Cervantes kelak menghasilkan pula sebuah tulisan yang membabarkan keberanian para petarung Kristen.[8]:150

Orang-orang Turki tetap bersatu di bawah pimpinan Uluj Ali, Gubernur Jenderal Aljir sekaligus laksamana terbaik Turki, dan mencoba melawan manuver satuan tempur sayap kanan Doria, memancingnya agar menjauh dari satuan tempur bagian tengah armada Liga Suci. Begitu ada celah antara satuan tempur Doria dan satuan tempur bagian tengah, Uluj Ali dengan cepat berbalik haluan dan menyerang celah itu, menghancurkan tiga galai milik Ksatria Malta yang berlayar di sisi kiri satuan tempur Don Juan. Don Juan dengan cerdik bergerak memutar sementara Markis Santa Cruz maju menggempur Uluj Ali dengan satuan tempur pertahanan belakang yang dipimpinnya. Uluj Ali sendiri dan mungkin setengah dari satuan tempurnya berhasil lolos. Kemenangan sudah di depan mata, dengan hancurnya armada Turki dan hilangnya ribuan pasukan veteran. Korban jiwa lebih dari 13.000 prajurit di pihak Liga Suci sendiri tak dapat disepelekan begitu saja. Meskipun demikian, seusai pertempuran, Liga Suci berhasil membebaskan lebih dari sepuluh ribu budak Kristen, sehingga sedikitnya dapat menutupi kerugian yang mereka derita.[9] Pada malam hari turun badai sehingga pihak pemenang harus berlayar menuju pelabuhan, sementara pemberontakan-pemberontakan sporadis orang-orang Yunani dilindas dengan kejam oleh Turki. Selama dan sesudah Pertempuran Lepanto, Don Juan disapa "Su Alteza" juga "Pangeran", baik dalam surat-menyurat maupun secara langsung. Hal ini bertentangan dengan protokol dan tata-tertib sapaan yang ditetapkan Felipe. Tidak ada keterangan tertulis yang menyiratkan bahwa Felipe pernah menganugerahkan gelar dan sapaan kehormatan itu kepada Don Juan.[3][5]

Mediterania seusai Lepanto[sunting | sunting sumber]

Semua orang bersiap-siap menghadapi perang yang akan berlangsung pada 1572, tetapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di Perancis, dengan peningkatan kekuatan kaum Protestan Huguenot, tampak sebagai ancaman terhadap Negara-Negara Dataran Rendah jajahan Felipe, yang kedamaian dan ketertibannya masih rapuh setelah dipulihkan oleh Adipati Alba. Felipe menitahkan Don Juan untuk menahan armada Liga Suci yang berada di bawah pimpinannya di Palermo, sebagai persiapan menghadapi peristiwa-peristiwa di Perancis. Colonna memimpin armada selebihnya ke perairan yunani, namun tidak mencapai hasil apa pun. Tak lama sebelum Don Juan bergabung dengan para sekutunya pada penghujung musim panas, dan berusaha merebut kota berkubu Turki Modon di Peloponnesos (kala itu dikenal dengan nama Morea), orang-orang Turki sudah menempatkan terlalu banyak bala bantuan.

Don Juan melewatkan musim dingin di Napoli, tempat ia bertolak untuk mengunjungi saudari tirinya Margaret, Adipatni Parma, di l'Aquila. Mereka sudah sering saling berkirim surat dan kelak meneruskan kebiasaan itu. Don Juan menceritakan hubungan-hubungan asmaranya kepada Margaret, dan mempercayakan seorang putri hasil hubungannya di luar nikah untuk diasuh oleh Margaret begitu anak itu lahir. Hubungannya dengan Raja Muda Napoli yang baru, Kardinal Granvelle, seorang diplomat tua yang berpengalaman, tidak begitu baik, tetapi ia belajar lebih banyak mengenai ketatanegaraan dan permasalahan-permasalahan di kawasan utara Eropa. Sampai pada suatu ketika ia mulai berangan-angan membebaskan Maria, Ratu Skotlandia penganut agama Katolik, yang sedang dipenjarakan di Inggris atas tuduhan makar, mungkin pula selanjutnya menikahinya dan menguasai takhta Inggris. Angan-angannya justru mendapat dorongan semangat di Roma. Pada Mei 1572 Paus Pius V wafat; jelang permulaan 1573, orang-orang Venesia, yang tidak percaya pada Felipe II, mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Turki. Don Juan mengerahkan seluruh tenaganya untuk merebut kembali Tunis, yang berhasil dilakukannya pada musim gugur tahun itu, dan memulihkan kembali kedudukan seorang penguasa Muslim sekutu Spanyol di tempat itu. Bertentangan dengan saran dari Madrid untuk memporakporandakan Tunis dan menghancurkan pelabuhan dan bentengnya yang besar, La Goletta, yang didirikan oleh Karl V seusai menaklukkan Tunis pada 1535, Don Juan justru memutuskan untuk membiarkan La Goletta yang dipertahankan pada 1570 tetap berdiri, dan membangun sebuah benteng baru di dalam Tunis untuk menguasai kota itu. Ia dan Markis Santa Cruz selanjutnya menyusun rencana untuk merebut Aljir, sementara itu para penentangnya, termasuk pula Granvelle, menuduh Don Juan bermimpi menjadi Raja Tunis.

Gubernur Jenderal atas Negara-Negara Dataran Rendah[sunting | sunting sumber]

Joyeuse Entrée Juan de Austria ke kota Brussels, 1 Mei 1577. Gambar gravir dari 'Les guerres de Nassau', buku karya W. Baudartius, Amsterdam 1616.

Don Juan dan Santa Cruz telah menyusun rencana peperangan yang lebih besar untuk tahun 1576, ketika pada bulan Mei ia menerima perintah yang sudah lama dikhawatirkannya untuk bergegas menuju Negara-Negara Dataran Rendah sebagai Gubernur Jenderal, menyusul kematian Requeséns. Di Roma sekali lagi ia mendapat dorongan semangat untuk menjalankan rencana-rencananya untuk membebaskan Sri Ratu Skotlandia, yang menjadikan jabatan gubernur jenderal tampak semakin menarik baginya. Ia menetap untuk sementara waktu di Italia utara, dan mengutus sekretarisnya Juan de Escobedo ke Spanyol, untuk menghimpun lebih banyak lagi dana dan meminta persetujuan Raja Felipe atas rencana-rencana pembebasan Ratu Skotlandia. Tatkala menjelang musim panas Escobedo tak kunjung kembali, Don Juan pun berlayar menuju Spanyol. Saudaranya yang tercengang oleh kedatangannya segera melakukan pertemuan empat mata dengannya di El Escorial. Raja Felipe tampaknya menyetujui rancangan Don Juan terkait pembebasan Ratu Skotlandia, namun hanya boleh dilaksanakan setelah ia memulihkan kedamaian di Negara-Negara Dataran Rendah. Karena kondisi keuangan yang sedang menipis, Felipe berharap Don Juan dapat memulihkan perdamaian melalui jalan diplomasi dan negosiasi. Setelah menerima titah Raja, Don Juan dan segelintir pengikutnya bergegas menuju Negara-Negara Dataran Rendah dengan melintasi Perancis yang tengah dilanda perang saudara akibat pertikaian antara umat Katolik dan umat Protestan. Karena takut dibunuh kaum Protestan, konon khabarnya Don Juan menyamar sebagai seorang budak belian Moor.

Meskipun ada banyak permasalahan di Negara-Negara Dataran Rendah, permasalahan utama yang mendasari pemberontakan adalah agama, yakni pertentangan antara ajaran Kalvinisme yang dianut pihak pemberontak dan ajaran Katolik Roma yang dianut Felipe. Don Juan adalah seorang penganut Katolik, pernah berperang membela agamanya melawan kaum Muslim Turki, dan oleh kaum Protestan dipandang sebagai ahli bidah. Namun beberapa orang, khususnya di Negara-Negara Dataran Rendah, berpendapat bahwa berpendapat bahwa toleransi terbatas dan penghentian Inkuisisi mungkin merupakan satu-satunya solusi untuk memadamkan pemberontakan. Dari tujuh belas provinsi historis, Holandia dan Selandia nyaris sepenuhnya dikuasai pemberontak. Pihak pemberontak mengangkat Willem, Pangeran Oranye menjadi pemimpin mereka. Sesudah kematian Requeséns, prajurit-prajurit Felipe asal Flandria, yang tertunda-tunda pembayaran upahnya, membangkang dan berkeliaran merampas harta-benda orang serta menjarah toko-toko di provinsi-provinsi yang tidak dikuasai pemberontak. Dewan Negara dari Negara-Negara Dataran Rendah berhimpun di Gent sementara pemerintah setempat menghimpun pasukan untuk mempertahankan diri. anggota-anggota dewan dari provinsi-provinsi pemberontak bertemu dengan rekan-rekan mereka untuk ws to find grounds for a common cause. Pada awal November, para prajurit pembangkang menjarah-rayah kota Antwerpen dalam peristiwa yang kelak disebut "Murka Spanyol". Di Gent para anggota dewan menandatangani sebuah pasifikasi yang menjamin adanya toleransi terbatas dan mengotorisasi pembentukan bala tentara untuk menangani pasukan-pasukan prajurit Felipe yang membangkang, yang mereka tuntut untuk disingkirkan.

Gambar gravir potret Don Juan de Austria

Don Juan menerima khabar mengenai penjarahan itu di Luksemburg sesampainya di kota itu, dan paham bahwa penerimaan rakyat terhadap dirinya sebagai Gubernur Jenderal bergantung pada persetujuannya atas Pasifikasi Gent. Don Juan melakukan negosiasi dari Luksemburg, separate dan setia. Ia tahu bahwa menyingkirkan bala tentara sama saja artinya menyingkirkan sarana yang diperlukannya untuk menginvasi Inggris, oleh karena itu ia mengusulkan pemberangkatan melalui laut jika pasukan-pasukan itu tetap harus disingkirkan, dan meminta Dewan Negara untuk menyediakan sarana pengangkutannya.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Makam Don Juan de Austria di San Lorenzo de El Escorial

Pada 1 Oktober 1578 Don Juan meninggal dunia, konon akibat penyakit yang kala itu dinamakan demam kamp (tifus). Bala tentara yang pernah dipimpinnya menyelenggarakan upacara pemakaman yang layak bagi seorang pahlawan. Ia telah menunjuk Farnese untuk menggantikannya menjadi Gubernur Jenderal, dan penunjukannya dikukuhkan oleh Raja Felipe. Jenazahnya dipotong menjadi beberapa bagian,[10] dikirim kembali ke Spanyol, disatukan kembali, dan oleh Raja Felipe disemayamkan di ruang bawah tanah Escorial yang belum lagi rampung dikerjakan, tak jauh dari makam ayahanda mereka. Kelak jenazahnya dimasukkan ke dalam peti batu khusus yang dihiasi patung dirinya dari marmer. Setelah memeriksa surat-surat Don Juan, Raja Felipe tidak menemukan bukti-bukti ketidaksetiaannya dan memerintahkan penahanan Antonio Pérez.

Hubungan dan keturunan[sunting | sunting sumber]

Wanita-wanita berikut ini dipastikan pernah menjalin hubungan asmara dengan Don Juan de Austria:[5]

  • María Ana de Mendoza (1545 – 22 April 1570), dayang-dayang dari Juana de Austria, Istri Pangeran Portugal dan putri dari Diego Hurtado de Mendoza, Pangeran-Penguasa Melito dan Adipati Francavilla yang pertama.[11] Hubungan ini menghasilkan seorang anak perempuan:[3][5]
  • Ana de Toledo. Tidak ada keturunan yang diketahui dari hasil hubungan mereka.[3][5]
  • Zenobia Sarotosia (lahir ca. 1540), putri dari Vincenzo Sarastrosio dan Violante Garofano.[12] Hubungan ini menghasilkan seorang anak laki-laki:
    • Tanpa nama (lahir dan meninggal dunia pada 1574); dikhabarkan meninggal dunia saat dilahirkan, akan tetapi ada desas-desus bahwa Felipe II terlibat dalam peristiwa kematian anak itu.[3][5]
  • Diana Falangola (lahir 1556), putri dari Scipione Falagona, Penguasa Fagnano.[13] Hubungan ini menghasilkan seorang anak perempuan:
    • Juana de Austria (11 September 1573, Napoli – 7 Februari 1630, Militello),[3][5] yang menikah di Palermo pada 20 April 1603 dengan Francesco Branciforte, Pangeran-Penguasa Pietrapersia ke-2. Pernikahan ini dianugerahi lima orang anak perempuan:[14]
      • Margherita Branciforte d'Austria (11 Januari 1605, Napoli – 24 Januari 1659, Roma), Putri-Penguasa Butera; menikah dengan Federico Colonna, Adipati Tagliacozzo ke-5. Pernikahan ini dianugerahi seorang anak laki-laki:
        • Antonio Colonna, Pangeran-Penguasa Pietrapersia (1619 – 1623).[15]
      • Flavia Branciforte d'Austria (3 Juni 1606, Napoli – 24 Mei 1608, Napoli).
      • Caterina Branciforte d'Austria (4 Mei 1609, Napoli – 6 Juni 1613, Napoli).
      • Elisabetta Branciforte d'Austria (9 Desember 1611, Napoli – 7 Agustus 1615, Napoli).
      • Anna Branciforte d'Austria (6 Juli 1615, Napoli – 1 September 1615, Napoli).

Dalam karya sastra[sunting | sunting sumber]

Don Juan adalah tokoh jahat dalam drama tahun 1599 karya William Shakespeare, Much Ado About Nothing. Ia masuk dalam daftar peranan sebagai "saudara tiri dari Don Pedro", Penguasa Aragon. [16]

  • Riwayat hidup Don Juan de Austria mengilhami drama tahun 1835 Don Juan d'Autriche karya Casimir Delavigne, yang kelak menjadi sumber dari dua opera, Don John of Austria karya Isaac Nathan pada 1847 dan Don Giovanni d'Austria karya Filippo Marchetti pada 1879. Lepanto tetap merupakan prestasi terbesarnya.
  • G. K. Chesterton dalam puisinya yang diterbitkan pada 1911, Lepanto, menjuluki Don Juan sebagai "Ksatria Eropa terakhir".[17]
  • Roman sejarah, Spanish Lover, karya Frank H. Spearman (Charles Scribner's Sons, 1930), menjadikan Don Juan sebagai tokoh utama.
  • Pada 1956, Louis de Wohl menerbitkan The Last Crusader: A Novel about Don Juan of Austria, mengedepankan Don Juan de Austria sebagai salah satu pahlawan paling berjaya dan paling menginspirasi dalam sejarah.[18]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ketika Karl V lahir pada 1500, Ratu Juana ingin memberinya nama Juan untuk mengenang mendiang abangnya, Juan, Pangeran Asturias, tetapi suami Juana, Adipati Utama Austria Philipp Si Rupawan, memberinya nama Karl untuk mengenang ayah dari ibunya, Adipati Bourgogne Charles Si Gegabah.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Don" bukanlah nama diri melainkan sebuah gelar Spanyol, setara dengan gelar Sir di Inggris. "Austria" bukan mengacu pada negara Austria melainkan pada Wangsa Habsburg yang kala itu lazim disebut "Casa de Austria" (Wangsa Austria).
  2. ^ Juan Antonio Vilar Sánchez: Carlos V: Emperador y hombre (dalam bahasa Spanyol), ed. EDAF, Madrid 2015 ISBN 978-84-414-3586-5
  3. ^ a b c d e f g h Stirling-Maxwell, William (1883). Don John of Austria, or Passages from the history of the sixteenth century, 1547-1578 (PDF). London: Longmans, Green, and Co. 
  4. ^ La Santa Espina, un oasis en los Torozos. Nuestra Historia: El Pueblo (dalam bahasa Spanyol) [retrieved 26 December 2016].
  5. ^ a b c d e f g h Petrie, Charles (1967). Don John of Austria. New York: Norton. 
  6. ^ Pendrill, Collin (2002). Spain 1474-1700: The Triumphs and Tribulations of Empire. 9780435327330: Heinemann. hlm. 77. 
  7. ^ Carr, Matthew (2013). Blood and Faith: The Purging of Muslim Spain. The New Press. ISBN 9781595585240. 
  8. ^ a b c Thubron, Collin (1981). The Venetians. Time-Life UK. ISBN 9780705406338. 
  9. ^ Meyer, G.J. (2010). The Tudors. Random House Publishing Group. hlm. 489. ISBN 9780440339144. 
  10. ^ Jantungnya ditempatkan dalam sebuah peti yang dimasukkan ke tempat penyimpanan yang ditutupi sebuah prasasti marmer pada tembok dekat altar tinggi di dalam Katedral St Aubin, Namur.
  11. ^ María Ana de Mendoza in: geneall.net [diakses 8 Juni 2016].
  12. ^ Zenobia Sarotosia in: geneall.net [diakses 8 Juni 2016].
  13. ^ Diana Falangola in: geneall.net [diakses 8 Juni 2016].
  14. ^ Branciforte in: tribalpages.com [diakses 8 Juni 2016].
  15. ^ Antonio Colonna, prince of Pietrapersia in: geneall.net [diakses 8 Juni 2016].
  16. ^ Shakespeare, William. Much Ado About Nothing. Ed. Claire McEachern. London: Arden. 2006.
  17. ^ Goddard, Gloria (2006-07-25). The Last Knight Of Europe: The Life Of Don John Of Austria. Kessinger Publishing, LLC. ISBN 1-4286-6206-5. 
  18. ^ de Wohl, Louis (1956). The Last Crusader: A Novel about Don Juan of Austria. ISBN 978-1586174149. 

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Fernand Braudel, The Mediterranean and the Mediterranean World in the Age of Philip II. 2 Jilid. New York, Harper, 1972, terjemahan dari La Méditerranée et le monde méditerranéan à l'époque de Philippe II, Edisi ke-2., Paris: 1966
  • Capponi, Niccolò, Victory of the West: The Great Christian-Muslim Clash at the Battle of Lepanto (2006)
  • Coloma, Luis, The Story of Don John of Austria, terj. Lady Moreton, New York: 1912. John Lane Company.
  • Dennis, Amarie. Don Juan of Austria. Madrid, diterbitkan sendiri, 1966. Sebuah studi mendalam mengenai Don Juan, oleh seorang Amerika yang tinggal lama di Spanyol, banyak didasarkan pada sumber-sumber kontemporer dan menggambarkan pertempuran Lepanto dengan sangat nyata.
  • Essen, Léon van der. Alexandre Farnèse, Prince du Parme, Gouverneur Général des Pays-Bas (1578–92), 5 Jilid., Brussels, 1933–35
  • Guilmartin, J.F. Gunpowder and Galleys (edisi revisi, 2003)
  • Petrie, Sir Charles. Don John of Austria. New York: 1967.
  • Stirling-Maxwell, William. Don John of Austria. 2 Jilid. London: 1883.
  • Törne, P. O. de, Don Juan d'Autriche et les projets de conquête de l'Angleterre (1928)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Luis de Requesens y Zúñiga
Daftar Gubernur Belanda Habsburg
1576–1578
Diteruskan oleh:
Aleksander Farnese
dan Margaret dari Parma