Juana dari Kastila

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Juana
Juana sekitar waktu pernikahannya, sekitar tahun 1496
Juana sekitar waktu pernikahannya, sekitar tahun 1496
Ratu Kastila dan León
Berkuasa 26 November 1504 – 12 April 1555
Pendahulu Isabel dan Fernando V
Pengganti Carlos I sebagai penguasa tunggal Kastila dan León
Bersama Felipe I (1506)
Carlos I (1516–1555)
Wali Fernando V & II
(1504–1506; 1507–1516)
Ratu Aragon
Berkuasa 23 Januari 1516 – 12 April 1555
Pendahulu Fernando II
Pengganti Carlos I sebagai penguasa tunggal Aragon
Bersama Carlos I
Lahir (1479-11-06)6 November 1479
Wafat 12 April 1555(1555-04-12) (umur 75)
Tordesillas, Spanyol
Pemakaman Capilla Real, Granada, Spanyol
Wangsa Trastámara
Ayah Fernando V, Raja Aragon
Ibu Isabel, Ratu Kastila dan León
Pasangan Felipe I, Raja Kastila dan León
Anak
Leonor, Permaisuri Portugal dan Prancis
Carlos I, Raja Kastila, León, dan Aragon
Isabel, Permaisuri Denmark, Norwegia, dan Swedia
Fernando I, Kaisar Romawi Suci
Maria, Permaisuri Hungaria
Catalina, Permaisuri Portugal
Agama Katolik Roma

Juana dari Kastila (bahasa Latin: Ioanna de Castilla; lahir 6 November 1479; wafat 12 April 1555) yang dijuluki Juana Si Gila (bahasa Spanyol: Juana la Loca), adalah Ratu Kastila dan León semenjak 1504, dan Ratu Aragon semenjak 1516. Dari penyatuan dua kerajaan ini terbentuk Spanyol modern di masa mendatang.[1] Pada 20 Oktober 1496, Juana menikah dengan Felipe, putra Maximilian I, Kaisar Romawi Suci. Saat ibunya, Isabel dari Kastila, mangkat pada tahun 1504, Juana diangkat sebagai Ratu Kastila dan León yang baru, sedangkan Felipe dinobatkan sebagai Raja Kastila dan León pada tahun 1506, memulai kekuasaan wangsa Habsburg di Spanyol. Setelah kematian Felipe pada tahun yang sama, Juana dianggap mengalami gangguan mental dan hidup membiara di sisa hidupnya. Meskipun dia tetap berkedudukan sebagai Ratu Kastila dan León yang sah, ayahnya, Fernando II, menjadi walinya dalam memerintah kerajaan sampai mangkatnya, menjadikan Juana mewarisi takhta sang ayah sebagai Ratu Aragon. Dari 1517, anaknya, Carlos, memerintah sebagai raja, sementara Juana, secara simbolis, tetap menjadi ratu hingga akhir hayatnya.

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Juana dan kedua orangtuanya; "Rimado de la conquista de Granada", oleh Pedro Marcuello, kr. 1482.

Juana lahir di Toledo, ibu kota Kerajaan Kastila. Dia adalah anak ketiga dan putri kedua dari Isabel, Ratu Kastila dan Leon, dan Fernando II, Raja Aragon. Juana adalah anak yang rajin dan pintar. Ratu Isabel memberikan pendidikan yang baik kepada Juana, juga kepada para saudarinya, Isabel, Maria, dan Catalina.[2]

Pada 1496, Juana yang berusia enam belas tahun dinikahkan dengan Felipe (Philipp), Adipati Bourgogne (Burgundi). Dia adalah anak dari Maximilian I, Kaisar Romawi Suci, dengan istri pertamanya, Marie, Adipati Putri Bourgogne. Pernikahan ini sebagai bentuk persekutuan antara wangsa Habsburg dan Trastámara, memperkuat kedua dinasti untuk membendung pengaruh Prancis yang semakin menguat.

Putri Asturias[sunting | sunting sumber]

Kematian dua kakaknya, Juan dan Isabel beserta putra-putra mereka membuat Juana menjadi pewaris dari Takhta Kastila dan Aragon. Saudaranya yang tersisa adalah Maria (1482–1517) dan Catalina (1485–1536), yang masing-masingnya lebih muda tiga dan enam tahun.

Pada tahun 1502, parlemen Kastila[3][4][5] mengakui Juana sebagai pewaris Kastila dan Felipe sebagai pasangannya. Juana dianugerahi gelar Putri Asturias, gelar yang diberikan kepada putri mahkota Kastila.[6]

Ratu[sunting | sunting sumber]

Saat ibunya, Isabel, mangkat pada November 1504, Juana menjadi Ratu Kastila dan León dan suaminya menjadi raja jure uxoris. Ayah Juana, Fernando, kehilangan status penguasanya di Kastila, meskipun mendiang istrinya mengizinkannya untuk memerintah saat ketidakhadiran Juana atau saat Juana tidak menginginkan untuk memerintah sendiri sampai pewaris Juana mencapai umur 20 tahun.

Fernando menolak hal tersebut. Dia mencetak koin Kastila dengan nama "Fernando dan Juana, Raja dan Ratu Kastila, León, dan Aragon," dan di awal 1505, Fernando membujuk parlemen bahwa penyakit Juana membuatnya tidak dapat memerintah. Parlemen kemudian menetapkan Fernando atas wali Juana dan menjadi administrator kerajaan.

Suami Juana, Felipe, tidak menginginkan halangan terkait kesempatannya untuk memerintah Kastila, sehingga dia membuat koin sendiri atas nama "Felipe dan Juana, Raja dan Ratu Kastila, León, dan Adipati Utama Austria, dll."[7] Fernando menanggapi masalah ini dengan membuat kebijakan pro-Prancis dengan menikahi Germaine, keponakan Louis XII, Raja Prancis, berharap bahwa pernikahan ini akan membuahkan seorang putra yang akan dapat mewarisi Aragon dan mungkin juga Kastila.[8]

Pada 25 September 1506, Felipe meninggal mendadak karena tipes di kota Burgos, Kastila. Beberapa mencurigai bahwa Felipe diracun ayah mertuanya, Fernando, yang tidak menyukai menantu asingnya dan karena Felipe berkeras tidak menginginkan berbagi kekuasaan dengan ayah mertuanya.

Pada 20 Desember 1506, Juana yang berada di desa Torquemada, Kastila, berusaha memerintah atas namanya sendiri sebagai Ratu Kastila dan negara jatuh dalam kekacauan. Putra sekaligus pewaris Juana, Carlos (Karl), masih berusia enam tahun dan dibesarkan dalam perawatan bibinya di Flandria, Eropa utara dan Fernando yang berada di Aragon membiarkan keadaan di Kastila begitu saja.

Dewan perwalian di bawah kepemimpinan Uskup Agung Cisneros dibentuk, meskipun itu bertentangan dengan keinginan ratu, tetapi tetap tidak dapat mengatasi kekacauan di tengah masyarakat yang saat itu juga terkena wabah. Dalam keadaan yang demikian, Fernando II kembali ke Kastila pada Juli 1507. Kedatangannya bertepatan dengan mulai memudarnya wabah, menimbulkan kesan bahwa keberadaannya akan mengembalikan kesehatan kerajaan.[9] Setelah itu, Fernando kembali menjadi wali Juana dalam memerintah.

Meskipun begitu, Juana hanya menjadi ratu hanya sebatas nama. Fernando menempatkan Juana di biara Santa Clara di Tordesilas, dekat Valladolid di Kastila, pada Februari 1509 setelah mengganti para pelayan setia Juana dan menempatkan para pelayan baru yang hanya setia kepada Fernando.[6] Pada masa itu, beberapa sumber menyatakan bahwa Juana menjadi gila dan tetap membawa rangka suaminya di Tordesilas agar selalu dapat dekat dengannya.[10]

Biara Santa Clara di Tordesilas

Di sisi lain, pernikahan kedua Fernando nyatanya tidak berhasil menghasilkan pewaris laki-laki. Saat Fernando mangkat pada 1516, Takhta Aragon diwariskan kepada Juana dan putranya, Carlos, sehingga secara resmi, pasangan ibu dan anak ini menjadi Ratu dan Raja Aragon.[11] Meskipun begitu, Carlos masih berada di Flandria saat itu, sehingga Aragon diperintah oleh Alonso, anak haram Fernando, sedangkan Kastila dan Leon yang secara resmi telah menjadi wilayah kekuasaan Juana sejak lama diperintah oleh Uskup Agung Cisneros yang berperan sebagai wali.

Pada tahun 1517, Carlos yang telah berusia tujuh belas tahun tiba di Asturias. Pada tahun 1519, Carlos memerintah Takhta Aragon dan Takhta Kastila sebagai penyatuan pribadi.[cat 1] Pada tahun yang sama, Carlos juga diangkat sebagai Kaisar Romawi Suci. Takhta Aragon dan Kastila berada dalam penyatuan pribadi sampai abad kedelapan belas saat wangsa Bourbon melakukan penyatuan secara hukum.

Demi benar-benar memegang kendali kerajaan secara penuh, Carlos menempatkan ibunya, Juana, di biara Santa Clara, dan keadaan Juana menjadi memburuk dari hari ke hari. Di biara tersebut, Juana mangkat pada Jumat Agung tanggal 12 April 1555 di usia 75 tahun.[6]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dua monarki yang dipimpin oleh penguasa yang sama. Status kedua monarki tersebut tetaplah dua negara yang berbeda

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]


Juana dari Kastila
Lahir: 6 November 1479 Wafat: 12 April 1555
Gelar pemerintahan
Didahului oleh:
Isabel
Fernando V
Ratu Kastila dan León
26 November 1504 – 12 April 1555
bersama dengan Felipe I (1506)
Carlos I (1516–1555)
Diteruskan oleh:
Carlos I
Didahului oleh:
Fernando II
Ratu Aragon
23 Januari 1516 – 12 April 1555
bersama dengan Carlos I (1516–1555)