Daur ulang plastik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Simboldaurulang.jpg
Simbol daur ulang

Daur ulang plastik merupakan upaya untuk mengelola dan menggunakan plastik bekas agar dapat digunakan kembali atau diolah menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan memiliki nilai jual.Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi dan mengatasi adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan dari membuang sampah plastik sembarangan.[1][2]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, barang rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Banyak sampah rumah tangga yang sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sayuran, kulit buah, dan daun. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/ hancur) secara alami. Sedangkan sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, kaleng,dan barang rumah tangga lainnya.[3]

Berdasarkan data dari ScienceMag, jumlah produksi sampah plastik global sejak 1950 hingga 2015 cenderung selalu menunjukkan peningkatan. Pada 1950, produksi sampah dunia ada di angka 2 juta ton per tahun. Sementara 65 tahun setelah itu, pada 2015 produksi sampah sudah ada di angka 381 juta ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari 190 kali lipat, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5,8 ton per tahun.[4]

Sampah plastik di dunia terus meningkat setiap tahun seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam penggunaan plastik.Sampah-sampah plastik ini menjadi salah satu masalah terbesar yang dialami oleh berbagai negara di dunia karena sifatnya yang sulit terurai namun keberadaanya terus meningkat.Oleh karena itu diperlukan tindakan preventif agar jumlah dari sampah plastik dapat dikurangi,serta perlu adanya tindakan pengolahan sampah plastik yang tidak berguna menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Salah satu cara yang dapat mengurangi keberadaan sampah plastik yaitu dengan cara daur ulang plastik.[2][5]

https://internasional.kompas.com/read/2018/11/21/18465601/sampah-plastik-dunia-dalam-angka?page=all
Data sampah dunia dari 1950-2015

Tujuan dan manfaat daur ulang[sunting | sunting sumber]

Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat[sunting | sunting sumber]

Perkembangan zaman yang mengakibatkan manusia terus berkembang dan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkompeten dibidangnya,tidak menutup peluang adanya masalah sosial yang ada dalam masyarakat.Saat ini peluang mendapatkan pekerjaan sangatlah tidak mudah karena semakin banyaknya persaingan antara para pencari kerja, dimana jumlah pencari kerja lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.Salah satu solusi yang ada adalah dengan membuka lapangan pekerjaan dengan menggunakan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta memiliki nilai jual yang dapat menjadi penghasilan sehari-hari.Dengan terciptanya lapangan kerja ini dapat membantu para pencari kerja serta mengurangi jumlah pengangguran yang ada di masyarakat. Bank sampah merupakan salah satu organisasi bentukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah plastik. Dengan adanya bank sampah bisa memberikan kontribusi besar untuk masyarakat sekitar. Secara ekonomi bisa menambah pendapatan masyarakat seperti menabung sampah. Bank sampah berperan meminimalisir pembuangan sampah sembarangan di lingkungan sekitar.

Mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan[sunting | sunting sumber]

Daur ulang menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan,karena dengan adanya daur ulang dapat mengurangi jumlah dari banyaknya sampah plastik yang ada dunia.Meskipun sekarang masih belum dapat kita rasakan dampaknya,akan tetapi dimasa yang akan datang daur ulang menjadi tindakan yang tidak bisa dianggap sebelah mata lagi.[1][6] Disisi lain perlu adanya TPS 3R di setiap lingkungan untuk memilih dan memilah sampah. Dengan begitu akan lebih mudah menanggulangi permasalahan sampah plastik.

Mengurangi polusi udara akibat sampah[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya sampah atau botol plastik yang sudah tidak lagi berguna akan dibiarkan begitu saja atau dibakar.Apabila dibakar dalam skala yang besar,maka dapat menimbulkan polusi udara pada lingkungan sekitar.Namun polusi tersebut dapat diatasi dengan cara memisahkan sampah organik dan anorganik kemudian diolah untuk dilakukan daur ulang.[1][6]. Perlu adanya sosialisasi dari pemerintah setempat mengenai dampak bahaya dari pembakaran sampah sehingga mengakibatkan polusi udara. Perlu penyediaan tempat sampah dan daur ulang sampah yang disediakan pemerintah setempat.

Mencegah timbulnya penyakit[sunting | sunting sumber]

Sampah-sampah yang berserakan dimana-mana dan tumpukan sampah dapat menyebabkan sumber penyakit.Tentunya akan sulit untuk mengolah sampah dengan jumlah yang sangat banyak tersebut.Akan tetapi apabila kita bisa berkontribusi dalam pengolahan dan daur ulang sampah,maka secara tidak langsung kita berperan aktif dalam mencegah timbulnya penyakit.Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat tong yang berbeda untuk memisahkan jenis sampah yang bermacam-macam agar dapat dilakukan daur ulang botol bekas, dan barang bekas lainnya.[1][6]

Meningkatkan pendapatan masyarakat[sunting | sunting sumber]

Dengan dibukanya peluang usaha maka dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya. Hal ini dikarenakan daur ulang barang bekas dapat bernilai ekonomis dan dapat diperjualbelikan. Secara otomatis barang (kerajinan) yang dibuat akan menghasilkan uang dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan adanya daur ulang kita bisa memanfaatkan botol plastik, bungkus plastik dari detergen,makanan ringan dan lain – lain untuk dibuat kerajinan yang bernilai ekonomis.[1][6]

Meningkatkan daya kreativitas dan ketrampilan pada masyarakat[sunting | sunting sumber]

Melalui daur ulang ulang ini diharapkan dapat mengasah ketrampilan dan jiwa seni masyarakat sehingga barang yang dibuat dapat menarik perhatian konsumen. Selain mengasah dan meningkatkan keterampilan dalam mendaur ulang, alangkah baiknya jika masyarakat juga kreatif dalam memasarkan dan membangun relasi.[1][6] Salah satu yang menjadi nilai positif dari daur ulang sampah adalah memberikan kreativitas masyarakat. Dengan cara pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan. Memanfaatkan sampah plastik yang masih layak dipakai dan diolah menjadi bahan berguna seperti kotak pensil, pot kembang, tas plastik, bantal plastik dan masih banyak lagi yang bisa disulap menjadi bahan kreatif.

Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.[sunting | sunting sumber]

https://www.wikidata.org/wiki/Q1194111
Daur ulang plastik

Dengan berkurangnya sampah yang ada maka akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga kita bisa tercegah dari berbagai serangan penyakit.Cara yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan membuang sampah pada tempatnya,memisahkan antara sampah organik dan anorganik,serta melakukan 5R (reduce, reuse recycle, replace,dan repair).

Pengelolaan daur ulang tidak membutuhkan ruang dan lahan yang besar[sunting | sunting sumber]

Perlu kita ketahui bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memiliki ukuran yang sangat luas untuk menampung berbagai sampah yang diangkut dari berbagai Tempat Penampungan Sampah (TPS).Apabila daur ulang dilakukan, maka bisa memperluas lahan yang dapat digunakan untuk keperluan lain masyarakat.[7][8]

Mengurangi penggunaan energi[sunting | sunting sumber]

Daur ulang sangat berpengaruh bagi para pengusaha saat memproduksi produk baru.Karena proses produksi dari bahan daur ulang membutuhkan energi yang lebih sedikit daripada menggunakan bahan mentah. Selain itu, para pengusaha juga dapat menghemat biaya lebih yang harus dikeluarkan.[6]

Klasifikasi jenis sampah plastik[sunting | sunting sumber]

Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya:

  1. PET, PETE (Polietilena tereftalat) Plastik jenis ini umumnya terdapat pada botol minuman atau juga bahan konsumsi lainnya yang cair.
  2. HDPE (High Density Polyethylene, Polietilenaberdensitas tinggi) Plastik jenis ini biasanya terdapat pada botol deterjen.
  3. PVC (polivinil klorida) Merupakan jenis kode plastik yang ada pada pipa, furrnitur, dan lain sebagainya.
  4. LDPE (Low Density Polyethylene, Polietilena berdensitasrendah) Plastik jenis ini biasanya terdapat pada pembungkus makanan.
  5. PP (polipropilena) Kode plastik ini bisa ditemukan pada tutup botol minuman, sedotan, serta beberapa jenis mainan.
  6. PS (polistirena) Kode plastik tersebut dapat ditemukan pada kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, serta juga peralatan dapur lainnya.[9][10][11]

Daur ulang plastik sebagai kerajinan[sunting | sunting sumber]

  1. Kenali dan pisahkan plastik berdasarkan jenisnya terlebih dahulu agar mempermudah dalam  melakukan penyortiran nantinya. Lakukan pemisahan limbah dengan kotoran, zat kimia, limbah organik, dan barang lainnya.Pemisahan ini dilakukan secara manual agar menekan biaya.Selain itu, pemisahan secara manual ini juga praktis karena tidak membutuhkan peralatan yang canggih.
  2. Kemudian mulailah menyortir sampah plastik yang ada. Penyortiran bisa berdasarkan warna ataupun kandungan resinnya.
  3. Setelah itu, mulailah membersihkan sampah-sampah plastik yang telah dipisahkan.Cuci dengan air hingga bersih agar sisa-sisa bahan kimia dan kotoran yang menempel pada plastik hilang.
  4. Jika diantara sampah plastik tersebut masih ada yang bisa digunakan,maka gunakanlah teknik reuse. Misalnya botol plastik bekas sabun, botol tersebut masih bisa dipakai untuk menyimpan cairan sabun lagi ataupun cairan lainnya yang sebaiknya tidak ditujukan untuk konsumsi.
  5. Lakukan pemotongan plastik. Langkah ini bertujuan agar lebih mudah dalam melakukan pemotongan dengan menggunakan mesin.Sampah yang sudah dipotong sesuai keinginan dapat dibuat menjadi kerajinan atau barang yang bernilai ekonomis.[6][12]

Daur ulang sampah plastik menjadi bijih plastik[sunting | sunting sumber]

  1. Pastikan plastik sudah bersih dan tidak terkontaminasi, entah itu kertas, plastik tipe yang lainnya ataupun sisa isi yang masih ada di dalamnya.Untuk plastik yang berongga, seperti botol perlu dipipihkan terlebih dahulu dengan cara menginjaknya atau bisa menggunakan mesin pres.
  2. Kemudian mulai masukkan plastik ke dalam mesin pencacah plastik supaya plastik-plastik tersebut berubah menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil.
  3. Selanjutnya, lakukan pemisahan antara serpihan plastik yang ringan dengan serpihan plastik yang berat.Bisa menggunakan bantuan air ataupun mesin khusus. Tujuan pemisahan ini adalah untuk memastikan agar sampah plastik jenis yang satu dengan jenis yang lainnya tidak tercampur, karena masing-masing jenis plastik tersebut menghasilkan produk akhir yang juga tidak sama.
  4. Setelah itu, cuci serpihan-serpihan plastik dengan menggunakan deterjen supaya tidak ada lagi kontaminan yang tersisa. Kemudian, gunakan mesin khusus untuk membedakan jenis resin plastik, lalu keringkan.
  5. Setelah kering, lelehkan plastik tersebut untuk mempermudah membentuknya menjadi butiran-butiran plastik.[6][13]

Konsep daur ulang dan pengelolaan sampah (5R)[sunting | sunting sumber]

  1. Reduce merupakan progam dimana kita melakukan kegiatan atau perilaku mengurangi sampah yang kita hasilkan atau mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah barang belanja yang tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju atau celana baru, aksesoris-aksesoris, menggunakan saputangan sebagai penggantai tisu karena dapat dipakai lagi dengan cara mencucinya, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan melakukan print preview sebelum mencetak, biasakan membawa kantong belanja non plastik agar mengurangi penggunaan plastik.[3][6]
  2. Reuse sendiri berarti menggunakan kembali, seperti menggunakan kembali barang-barang berbahan plastik dengan cara diolah menjadi hasil kerajinan yang bernilai ekonomis.[3]
  3. Recycle adalah mendaur ulang barang yang sudah tidak digunakan lagi dan mengubahnya menjadi barang yang bisa digunakan kembali. Salah satu caranya yaitu mendaur ulang sampah anorganik di rumahmu, misalnya  bekas botol plastik air minum bisa kamu gunakan sebagai pot tanaman, tas, mainan, dan berbagai macam kerajinan lainnya.[3][14]
  4. Replace yaitu mengganti atau menghindari barang yang sekali pakai dengan barang yang bisa dipakai berulang-ulang. Misalnya membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja. Cara tersebut efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus belanjaan.[3]
  5. Repair merupakan tindakan memperbaiki barang-barang yang sudah rusak agar dapat dipakai kembali. Dengan cara tersebut, kita tak perlu membeli barang-barang baru lagi karena barang lama masih bisa dipakai, selain itu juga bisa mengurangi jumlah pemakaian plastik yang ada.[3][15]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f Thegorbalsla (2018-07-13). "DAUR ULANG : Pengertian, Contoh, Manfaat, dan Caranya (Lengkap)". Thegorbalsla (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-08. 
  2. ^ a b sustainability, Full Bio Follow Linkedin Follow Twitter Rick LeBlanc wrote about; pallet, supply chain topics for The Balance Small Business He has been covering the; LeBlanc, packaging industries for 25 years Read The Balance's editorial policies Rick. "An Introduction to Plastic Recycling and the Plastic Recycling Process". The Balance Small Business (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-08. 
  3. ^ a b c d e f Unknown (2012-11-25). "5R : Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair | Catatan Margareta". 5R. Diakses tanggal 2019-11-09. 
  4. ^ Azanella, Luthfia Ayu (2019). "Berkas:Data sampah dunia dari 1950-2015.JPG". Sampah Plastik Dunia dalam Angka. Diakses tanggal 2019-11-08. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber. "Sampah Plastik Dunia dalam Angka... Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-11-09. 
  6. ^ a b c d e f g h i Ibeng, Parta (2019-10-24). "√ Pengertian Daur Ulang, Tujuan, Manfaat, Proses, dan Macamnya". Pendidikan.Co.Id. Diakses tanggal 2019-11-09. 
  7. ^ "TPA ADALAH TEMPAT PEMROSESAN AKHIR BUKAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR". Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-09. 
  8. ^ "Tempat pembuangan akhir". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2019-08-25. 
  9. ^ "7 Types of Plastic that You Need to Know – Page 2 of 2". Waste4Change (dalam bahasa Inggris). 2018-07-17. Diakses tanggal 2019-11-12. 
  10. ^ "Plastics by the Numbers". Eartheasy Guides & Articles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-08. 
  11. ^ Howard, Brian Clark; Abdelrahman, Amina Lake; Institute, Good Housekeeping (2020-02-26). "You Might Be Recycling Wrong — Here's Everything You Need to Know About Recycling Symbols". Good Housekeeping (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-08. 
  12. ^ "Everything you need to know about recycling plastics | Recycle Now". www.recyclenow.com. Diakses tanggal 2020-03-08. 
  13. ^ Aisha, Mendy (2018-05-30). "Daur Ulang : Cara dan Contoh Pengelolaan Sampah Limbah Plastik". Jagad.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-09. 
  14. ^ Times, I. D. N.; Nd, Hanifah. "Selamat Hari Peduli Sampah Sedunia! Ini Cara Kelola Sampah dengan 5R". IDN Times. Diakses tanggal 2019-11-09. 
  15. ^ "What is Plastic Recycling and How to Recycle Plastic - Conerve Energy Future". Conserve Energy Future (dalam bahasa Inggris). 2013-01-19. Diakses tanggal 2020-03-08.