Balige, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Balige
Kecamatan
Peta Lokasi Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Balige
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Pantun Josua Pardede
Luas 91.05 km²
Jumlah penduduk 38.088 (2015)
Kepadatan 418,32 jiwa/km²
Desa/kelurahan 29 Desa
6 Kelurahan

Balige adalah sebuah kecamatan dan juga merupakan ibukota dari Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Balige juga merupakan daerah wisata karena terletak yang di tepi Danau Toba. Terdapat Balige dan makam pahlawan nasional Sisingamangaraja XII di kecamatan ini.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balige memiliki luas wilayah 91.05 km² atau 4,50% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Balige berada pada 2°15’- 2°21’ Lintang Utara dan 99°00’ - 99°11’ Bujur Timur.

Kecamatan Balige berada di atas sekitar 905 hingga 1.200 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Danau Toba
Selatan Kabupaten Tapanuli Utara
Barat Kecamatan Tampahan
Timur Kecamatan Laguboti

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balige terdiri dari 29 desa dan 6 kelurahan yang terbagi habis dalam 132 dusun/lingkungan. Kelurahan Napitupulu Bagasan adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Balige.

Desa Huta Namora merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 13,67 km² atau 15,01% dari total luas Kecamatan Balige, sementara Desa Tambunan Sunge merupakan desa terkecil yaitu 0,30 km² atau 0,33% dari total luas Kecamatan Balige.

Desa Huta Namora merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Balige yaitu berjarak sekitar 13,5 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balige memekarkan Kecamatan Tampahan pada tahun 2006.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Balige[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Balige
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa / Lurah
(2015
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Aek Bolon Jae Mariani Veronika Gultom 3,16 km² (3,47%) 332 (105,06 jiwa/km²)
Desa Aek Bolon Julu Sintong Siahaan 5,33 km² (5,85%) 259 (48,59 jiwa/km²)
Desa Balige II Arta Napitupulu 0,61 km² (0,67%) 546 (895,08 jiwa/km²)
Desa Baruara Viktor Tambunan 3,29 km² (3,61%) 1.296 (393,92 jiwa/km²)
Desa Bonan Dolok I Basri Siagian 3,80 km² (4,18%) 329 (86,58 jiwa/km²)
Desa Bonan Dolok II Lingkana Margomgom Siagian 3,75 km² (4,12%) 193 (51,47 jiwa/km²)
Desa Bonan Dolok III Eben Siagian 3,39 km² (3,72%) 549 (161,95 jiwa/km²)
Desa Hinalang Bagasan Andi Jhonson Siahaan 2,04 km² (2,24%) 2.563 (1.256,37 jiwa/km²)
Desa Huta Bulu Mejan Haposan Simanjuntak 1,15 km² (1,26%) 751 (653,04 jiwa/km²)
Desa Huta Dame Orion Simanjuntak 3,68 km² (4,04%) 321 (87,23 jiwa/km²)
Desa Huta Namora Monter Simangunsong 13,67 km² (15,01%) 389 (28,46 jiwa/km²)
Desa Hutagaol Peatalun Edison Hutagaol 10,32 km² (11,33%) 1.301 (126,07 jiwa/km²)
Desa Longat Harapan Siahaan 1,05 km² (1,15%) 401 (381,90 jiwa/km²)
Desa Lumban Bulbul Jasman Simangunsong 0,71 km² (0,78%) 709 (998,59 jiwa/km²)
Desa Lumban Gaol Edward Tambunan 1,58 km² (1,73%) 1.182 (748,10 jiwa/km²)
Desa Lumban Gorat Edison Darwin Siahaan 0,81 km² (0,89%) 320 (395,06 jiwa/km²)
Desa Lumban Pea Bintang Tambunan 1,98 km² (2,17%) 1.495 (755,05 jiwa/km²)
Desa Lumban Pea Timur Tasman Tambunan 1,41 km² (1,55%) 1.065 (755,32 jiwa/km²)
Desa Lumban Silintong Liefson Siahaan 1,74 km² (2,00%) 893 (513,22 jiwa/km²)
Desa Matio Rabin Panjaitan 2,38 km² (2,61%) 626 (263,03 jiwa/km²)
Desa Paindoan Budiman Siahaan 1,03 km² (1,13%) 806 (782,52 jiwa/km²)
Desa Parsuratan Turman Simanjuntak 0,64 km² (0,70%) 559 (873,44 jiwa/km²)
Desa Saribu Raja Janji Maria Rikardo Tampubolon 0,85 km² (1,00%) 1.110 (1.305,88 jiwa/km²)
Desa Sianipar Sihailhail Jumarar Sianipar 2,85 km² (3,13%) 893 (313,33 jiwa/km²)
Desa Sibolahotang Sas Adel Tampubolon 1,44 km² (1,59%) 1.841 (1.278,47 jiwa/km²)
Desa Siboruon Libert T.P. Siahaan 5,39 km² (6,00%) 158 (29,31 jiwa/km²)
Desa Sibuntuon Maruli Sitohang 2,66 km² (3,00%) 366 (137,59 jiwa/km²)
Desa Silalahi Pagar Batu Patar Sabungan Nadapdap 6,14 km² (6,74%) 1.224 (199,35 jiwa/km²)
Desa Tambunan Sunge Danner Tambunan 0,30 km² (0,33%) 227 (756,67, jiwa/km²)
Kelurahan Balige I Riama Pardede 0,45 km² (0,50%) 1.646 (3.657,78 jiwa/km²)
Kelurahan Balige III Theresia Sitorus 0,69 km² (0,76%) 2.307 (3343,48 jiwa/km²)
Kelurahan Lumban Dolok Haumabange Jindar Simalango 0,63 km² (0,70%) 1.860 (2.952,38 jiwa/km²)
Kelurahan Napitupulu Bagasan Togar Marpaung 0,48 km² (0,53%) 3.145 (6552,08 jiwa/km²)
Kelurahan Pardede Onan Erika Siringoringo 0,72 km² (0,80%) 3.298 (4.580,56 jiwa/km²)
Kelurahan Sangkar Nihuta Masta Napitupulu 0,93 km² (1,02%) 3.128 (3.363,44 jiwa/km²)

Daftar Pejabat Pemerintah yang penah menjabat di Kecamatan Balige[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Balige berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Balige memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Balige terdapat 55 sarana ibadah yang terdiri dari 48 bangunan Gereja, 4 Masjid, dan 3 Langgar.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Balige[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 52 bangunan sekolah di Kecamatan Balige yang terdiri dari 31 sekolah SD, 8 sekolah SMP, 4 sekolah SMA, 7 SMK, dan 2 Perguruan Tinggi.[2]

Salah satu Sekolah Menengah Atas yang terkenal dari Balige adalah SMAN 2 Balige di Soposurung yang bekerja sama dengan Asrama Yayasan Soposurung Balige. SMAN 2 Balige adalah salah satu SMA terbaik di Provinsi Sumatera Utara.

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Balige[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balige memiliki 80 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian dan perkebunan rakyat merupakan penghasilan utama mayoritas penduduk di Kecamatan Balige. Produk unggulan pertanian dari Kecamatan Balige adalah Padi Sawah dan Jagung.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Balige pada umumnya adalah kerbau dan sapi. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Balige umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Pasar Balige, atau yang sering disebut dengan Balerong Onan Balige

Kecamatan Balige memiliki 3 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Balige pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Balige bergerak pada bidang tenun; Ulos dan Sarung motif Balige cukup dekinal bagi penduduk Toba Samosir maupun luar kabupaten.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Beberapa desa di Kecamatan Laguboti yang berbatasan dengan Danau Toba memiliki potensi sebagai destinasi obyek wisata alam, seperti Pantai Lumban Bulbul di Desa Lumban Bulbul maupun Pantai Lumban Silintong di Desa Lumban Silintong.

Di Kecamatan Balige juga terdapat Museum Batak yang berisikan barang-barang peninggalan sejarah di tanah Batak.

Makam pahhlawan nasional Sisingamangaraja XII terletak di Soposurung, Balige yang juga dijadikan sebagai obyek wisata.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]