Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kota Arga Makmur
Negara Indonesia
ProvinsiBengkulu
KabupatenBengkulu Utara
Pemerintahan
 • CamatSyafaruddin[1]
Populasi
 • Total42.093 jiwa
 • Kepadatan394/km2 (1,020/sq mi)
Kode pos
38611
Kode Kemendagri17.03.07 Edit the value on Wikidata
Luas106,77 km²
Desa/kelurahan14 desa
2 kelurahan

Kota Arga Makmur adalah sebuah kecamatan sekaligus pusat pemerintahan atau ibu kota dari Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu, Indonesia. Jumlah penduduk Arga Makmur tahun 2021 sebanyak 42.093 jiwa, dengan kepadatan penduduk 394 jiwa/km².[2]

Kecamatan Kota Arga Makmur sebagian besar adalah daerah bekas transmigrasi dari tahun 1965 sampai dengan 1975 dan mengalami perkembangan pesat setelah menjadi ibu kota Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 1976 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1976 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkulu Utara.[3] Luas kecamatan Arga Makmur adalah 106,77 km² yang terdiri dari 14 desa dan 2 kelurahan.[2] Arga Makmur terletak antara 101°32’ BT dan 2°15’ LS. Kondisi geografisnya sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 541 m dpl dan tipografinya berbukit-bukit, suhu udara 24-28 °C.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Persawahan di Arga Makmur

Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara berbatasan dengan:

  1. Sebelah Utara dengan Kecamatan Padang Jaya.
  2. Sebelah Selatan dengan Kecamatan Arma Jaya.
  3. Sebelah Timur dengan Kecamatan Arma Jaya dan Hulu Palik.
  4. Sebelah Barat dengan Kecamatan Lais.

Penduduk menurut wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa/Kelurahan Penduduk 2020
Talang Denau 389
Gunung Selan 2,753
Gunung Agung 2,554
Rama Agung 2,775
Gunung Alam 3,815
Sido Urip 1,868
Datar Ruyung 773
Tanjung Raman 1,093
Lubuk Sahung 2,008
Karang Suci 3,432
Purwodadi 7,716
Karang Anyar II 4,011
Karang Anyar 2,220
Taba Tembilang 2,960
Senali 1,424
Kurotidur 2,591

Total penduduk Arga Makmur tahun 2020 sebanyak 42.362 jiwa.[4]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kota Arga Makmur merupakan kecamatan terpadat di Kabupaten Bengkulu Utara dengan tingkat kepadatan penduduk 394 jiwa/km². Rata-rata jumlah anggota keluarga di wilayah ini adalah 3,65 jiwa per keluarga, dengan komposisi penduduk menurut kelompok umur adalah:

  • anak-anak (0-19 tahun) sebanyak 45,41 %
  • usia produktif (20–59 tahun) sebanyak 49,92 % dan
  • penduduk usia lanjut (di atas 60 tahun) sebanyak 4,65 %.

Penduduk di Kecamatan Kota Arga Makmur adalah sebagian besar dari suku Jawa (35%), Rejang (32%), Minang 15%, dan sisanya dari suku Batak, Bali, Lembak, Pekal dan Sunda. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, mayoritas warga Arga Makmur menganut agama Islam. Adapun persentasi penduduk Arga Makmur menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 93,30%. Kemudian penganut agama lain dominan berada di desa Rama Agung. Pemeluk agama Kristen sebanyak 4,20% (Protestan 3,50% dan Katolik 0,70%), Hindu sebanyak 2,30%, dan Buddha sebanyak 0,19%.[2]

Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kecamatan Kota Arga Makmur adalah petani, PNS, dan pedagang. Pasar-pasar di Kecamatan Kota Arga Makmur merupakan pasar pekan atau hari pasar sekali dalam seminggu, dan pasar yang terbesar adalah Pasar Purwodadi. Pasar ini disamping menyediakan kebutuhan untuk masyarakat di Kecamatan Kota Arga Makmur dan kecamatan sekitarnya juga menjadi tujuan masyarakat Kabupaten Lebong dalam memenuhi kebutuhannya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Adapun sarana pendidikan di Arga Makmur sampai saat ini ialah sebagai berikut:

No. Sekolah Jumlah
1. PAUD 32[5]
2. SD sederajat 22[6]
3. SMP sederajat 8[6]
4. SMA sederajat 8[6]
5. Perguruan Tinggi Universitas Ratu Samban[7]

Pada tahun 2020, penduduk dengan pendidikan terakhir SMA ke atas memiliki proporsi yang paling besar yaitu 29,81 persen. Bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi, penduduk yang berpengeluaran 20 persen teratas hampir separuhnya adalah mereka yang memiliki pendidikan minimal SMA sederajat. Kebalikannya, penduduk dengan tingkat pengeluaran rendah sebagian besarnya adalah mereka yang hanya memiliki ijazah SD.


Rata-rata lama sekolah merupakan salah satu indikator pembentuk Indeks Pembangunan Manusia. Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara adalah sebesar 7,87 yang berarti bahwa rata-rata penduduk hanya menyelesaikan sekolah pada kelas 1 sampai 2 SMP. Hal ini menunjukkan perlunya usaha yang lebih dari pemerintah agar tercapainya wajib Belajar 9 tahun.

Sarana Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa perubahan terkait jumlah sarana kesehatan di Bengkulu utara dibanding tahun sebelumnya, yaitu 2 puskesmas dan 2 Rumah Sakit

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Walaupun perkembangan Kecamatan Arga Makmur masih dikatakan sebagai kota baru, yaitu kota yang direncanakan, dibangun dan dikembangkan pada suatu saat atau beberapa kota lainnya yang direncanakan dan dibangun sebelumnya telah tumbuh dan berkembang. Namun, Kecamatan Arga Makmur yang berdiri sejak tahun 1975 sekaligus sebagai ibukota Kabupaten telah berkembang dengan ciri perkotaan yang ditandai dengan semakin berkembangnya kegiatan perdagangan dan jasa di Kelurahan Purwodadi dan kegiatan pemerintahan di Kelurahan Gunung Alam. Aktivitas penduduk di kedua kawasan tersebut saat ini berkembang dengan pesat.

Perekonomian Arga Makmur ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, pertanian, perkebunan dan industri pengolahan. Kota Arga Makmur cukup potensial dalam hal produksi pertanian padi, palawija dan hortikultura. Dibandingkan kecamatan lain di Bengkulu Utara, Kecamatan Kota Arga Makmur merupakan kecamatan dengan produksi budidaya ikan air tawar yang cukup besar seperti ikan nila dan ikan mas. Sedangkan untuk produksi tanaman kehutanan dan perkebunan, Kecamatan Kota Arga Makmur tercatat cukup produktif dalam menghasilkan komoditi kelapa sawit, karet, kopi robusta, kopi arabica, dan lada.

Komoditas Pertanian
Komoditas Produksi 2018 Produksi

2019

Produksi

2020

Bawang Merah - 60 Kwintal 240 Kwintal
Cabai 3 Kwintal 885 Kwintal 1070 Kwintal
Tomat - 676 Kwintal 3550 Kwintal
Jahe 3.3 Kwintal 20 Kwintal 24.5 Kwintal
Lengkuas 0.35 Kwintal 1.5 Kwintal 2.1 Kwintal
Kencur 2 Kwintal 13.5 Kwintal 4.16 Kwintal
Kunyit 0.5 Kwintal 0.59 Kwintal 2.1 Kwintal
Mangga 110 Kwintal 1634 Kwintal 1843 Kwintal
Durian - 2046 Kwintal 6884 Kwintal
Jeruk 30 Kwintal 656 Kwintal 937 Kwintal
Pisang - 428 Kwintal 148 Kwintal
Pepaya - 27 Kwintal 102 Kwintal
Salak 300 Kwintal 111 Kwintal 512 Kwintal
Komoditas Perkebunan
Komoditas Produksi 2018 Produksi

2019

Produksi

2020

Kelapa Sawit 10.884,9 ton 10.884,9 ton 9.355,5 ton
Kelapa 27,7 ton 27,72 ton 27,72 ton
Karet 1.057,23 ton 1.057,23 ton 827,97 ton
Kakao 6,47 ton 8,16 ton 6,43 ton
Kopi Robusta 46,9 ton 46,98 ton 38,16 ton
Komoditas Perikanan
Komoditas Produksi 2018 Produksi

2019

Produksi

2020

Ikan Mas 850,34 on 850,34 ton 772,79 ton
Ikan Nila 2.462,16 ton 2.462,16 ton 3.038,49 ton
Ikan Gurame 174,09 ton 174,09 ton 121,87 ton
Ikan Patin 298.91 ton 298,91 ton 143,48 ton
Ikan Lele 560,46 ton 560,45 ton 588,48 ton
Lainnya 84,58 ton - -

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Camat Arga Makmur Rakor Bahas Percepatan Vaksin dan Jam Kerja Pemdes". pagucinews.com. 5 Oktober 2021. Diakses tanggal 29 Desember 2021. 
  2. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 29 Desember 2021. 
  3. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1976 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkulu Utara (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 50 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 3091)
  4. ^ Penduduk Indonesia Menurut Desa; Hasil Sensus Penduduk 2010
  5. ^ "Jumlah Data Satuan Pendidikan (Sekolah) Anak Usia Dini per Kabupaten/Kota : Kab. Bengkulu Utara". Data Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 2020-11-02. 
  6. ^ a b c "Jumlah Data Satuan Pendidikan (Sekolah) per Kabupaten/Kota : Kab. Bengkulu Utara". Data Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 2020-11-02. 
  7. ^ "Daftar Perguruan Tinggi". Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Diakses tanggal 2020-11-02.