Antasid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tablet antasid.

Antasid adalah zat yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung.

Antasid digunakan untuk membantu menyembuhkan gangguan pencernaan yaitu maag. Maag bisa disebakan jika makan terlalu banyak atau jika makan terlalu cepat. Seseorang yang menderita maag, cairan dalam lambungnya akan menjadi lebih asam.

Reaksi yang terjadi disebut netralisasi. Hal ini karena tablet adalah basa dan cairan dalam perut yang asam.

Antasida digunakan untuk meredakan rasa perih akibat kandungan asam yang berlebihan pada lambung seperti yanng terjadi pada penderita tukak lambung.

Cara kerja[sunting | sunting sumber]

Antasida secara langsung akan menetralisir keasaman, peningkatan pH, atau secara reversibel mengurangi atau menghalangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi keasaman di perut.

Rasa pedih terasa ketika asam klorida lambung mencapai saraf di mukosa saluran cerna. Lalu saraf tersebut mengirim sinyal rasa sakit ke sistem saraf pusat. Hal ini terjadi pada bagian saraf yang terkena asam.

Indikasi[sunting | sunting sumber]

Antasida yang diminum untuk meredakan sakit maag, gejala utama penyakit gastroesophageal refluks, ataupun gangguan asam pencernaan. Pengobatan dengan antasida dan hanya ditujukan untuk gejala ringan saja. Pengobatan ulkus akibat keasaman yang berlebihan mungkin memerlukan antagonis reseptor H2 atau pompa proton untuk menghambat asam, dan mengurangi iritasi lambung.

.

Efek samping[sunting | sunting sumber]

Efek samping yang terjadi ada seseorang bisa bervariasi. Efek samping yang umumnya terjadi adalah sembelit, diare, dan kentut terus-menerus.

Penggunaan berlebihan dari antacid dapat menyebabkan acid rebound, yaitu peningkatan produksi asam lambung, sehingga memperparah sakit maag.

Berkurangnya keasaman perut dapat menyebabkan mengurangi kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi tertentu, seperti zat besi dan vitamin B. Kadar pH yang rendah di perut biasanya membunuh bakteri yang tertelan, tetapi antasida meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena kadar pHnya naik. Hal ini juga bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan biologis dari beberapa obat. Misalnya, ketersediaan hayati ketokonazol (antijamur) berkurang pada pH lambung yang tinggi (kandungan asam rendah).

Peningkatan pH dapat mengubah kemampuan biologis obat lain, seperti tetrasiklin dan amfetamin. Ekskresi obat-obatan tertentu juga dapat terpengaruh. Perpaduan tetracycline dengan aluminium hidroksida dapat menyebabkan mual, muntah, dan ekskresi fosfat, sehingga kekurangan fosfat.

Merek antasid[sunting | sunting sumber]

  • Alka-Seltzer - NaHCO3 dan / atau KHCO3
  • Andrews antacid - CaCO3 MgCO3
  • Brioschi - NaHCO3
  • Equate - Al (OH) 3 dan Mg (OH) 2
  • Gaviscon - Al (OH) 3
  • Maalox (cair) - Al (OH) 3 dan Mg (OH) 2
  • Maalox (tablet) - CaCO3
  • Milk of Magnesia - Mg (OH) 2
  • Pepto-Bismol (Dewasa)- C7H5BiO4
  • Pepto-Bismol (Anak-anak) - CaCO3
  • Rennie (tablet) - CaCO3 MgCO3
  • Rolaids - CaCO3 dan Mg (OH) 2
  • Tums - CaCO3
  • Mylanta - berisi Al (OH) 3
  • Eno - NaHCO3, asam sitrat, Na2CO3
  • Gelusil (tersedia dalam bentuk tablet dan sirup)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Antasid