Aliyah Rasyid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Aliyah Rasyid Baswedan
Lahir20 Maret 1940 (umur 79)
Bendera Indonesia Cipicung, Kuningan, Jawa Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Pendidikan Indonesia
Universitas Negeri Jakarta
PekerjaanAkademisi
Suami/istriRasyid Baswedan
AnakAnies Baswedan
Haifa Baswedan (Almh)
Ridwan Baswedan (Alm)
Abdillah Baswedan
KerabatAbdurrahman Baswedan (Mertua)

Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M.Pd. (lahir di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 20 Maret 1940; umur 79 tahun) adalah dosen dan guru besar emeritus Universitas Negeri Yogyakarta. Aktif di berbagai kegiatan sosial, agama dan kemasyarakatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Umum DPW Wanita Islam DIY tiga periode ini juga aktif memimpin penyaluran beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera selama lebih dari 3 dekade.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Lahir dan besar di Cipicung, Kuningan, di kaki Gunung Ceremai, Jawa Barat. Menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Kuningan. Pada masa itu, di Kuningan belum ada SMA, jadi ayahnya menitipkan Aliyah pada kerabatnya di Kota Cirebon supaya bisa meneruskan pendidikan SMA pada tahun 1956. Keputusan ayahnya ini, mengundang perbincangan.

Karena di masa itu masih amat jarang ada anak perempuan meninggalkan kampung halamannya untuk bersekolah. Setelah lulus SMA, Aliyah lalu meneruskan kuliah di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Padjajaran Bandung. Aliyah diterima di Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Pendidikan. Tapi karena cita-citanya menjadi guru, maka dia memilih FKIP. FKIP ini di kemudian hari bertranformasi menjadi IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia)

Pada tahun 1968 menikah dengan Drs Rasyid Baswedan, dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia. Sejak menikah, Aliyah pindah ke Yogyakarta tapi tetap mengajar di IKIP Bandung. Dalam keadaan hamil, naik kereta Yogyakarta-Bandung setiap minggu untuk mengajar hingga akhirnya bisa mutasi menjadi dosen di IKIP Yogyakarta pada tahun 1970.

Sejak itu Aliyah menjadi dosen di IKIP hingga pensiun di usia 65 tahun, yaitu pada tahun 2005. Mengingat perannya dan statusnya sebagai Guru Besar, UNY meminta Aliyah tetap mengajar dengan memberikan status Guru Besar Emeritus sampai dengan batas maksimum yaitu usia 75 tahun. Pada tahun 2015, Aliyah resmi purnatugas dari UNY tetapi tetap mengajar di berbagai kampus di Yogyakarya.

Di usia 78 tahun ini, Aliyah masih terus aktif dalam berbagai kegiatan walaupun harus menggunakan kursi roda. Aliyah mengalami pengapuran pada lutut, hingga pada awal tahun 2015 mengharuskan dioperasi hingga tulang di kedua kakinya harus diganti titanium. Sejak itu Aliyah tidak bisa menaiki tangga atau berjalan jauh dan harus menggunakan kursi roda.

Ibunda dari Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, hingga kini tetap mengajar dan membimbing disertasi.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]