Agama Buddha di Myanmar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Agama Buddha di Myanmar (juga dikenal sebagai Burma) didominasi oleh tradisi Theravada, dipraktikkan oleh 89% dari penduduk negara tersebut.[1][2] Theravāda Burma memiliki pengaruh besar pada praktik vipassana modern, baik bagi para praktisi awam di Asia sebagaimana halnya juga untuk praktisi awam di barat.

Yang disebut “metode Bangsa Burma Baru” dikembangkan oleh U Narada dan dipopulerkan oleh murid-muridnya, Mahasi Sayadaw dan Nyanaponika Thera. Guru lain yang menonjol adalah Bhikkhu Bodhi, murid dari Nyanaponika. Metode Bangsa Burma Baru sangat menekankan vipassana daripada samatha. Hal ini dianggap sebagai penyederhanaan bagi teknik meditasi Buddhis tradisional, cocok tidak hanya untuk para bhikkhu tetapi juga untuk praktisi-praktisi awam. Metode ini telah dipopulerkan di barat oleh para guru misalnya Joseph Goldstein, Jack Kornfield, Tara Brach, Gil Fronsdal dan Sharon Salzberg.

Garis keturunan Ledi dimulai dengan Ledi Sayadaw.[3] S. N. Goenka adalah seorang guru terkenal dari garis keturunan Ledi. Menurut S.N. Goenka, teknik-teknik vipassana pada dasarnya memiliki karakter non-sektarian, dan memiliki aplikasi universal. Siapapun tidak perlu berpindah agama ke Buddhisme untuk mengamalkan gaya meditasi ini. Pusat-pusat meditasi mengajarkan vipassanā yang dipopulerkan oleh S. N. Goenka dan sekarang ada di India, Asia, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Australia, Timur Tengah dan Afrika.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Burma—International Religious Freedom Report 2009". U.S. Department of State. 2009-10-26
  2. ^ https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/bm.html
  3. ^ Chapman, David (2011), Theravāda reinvents meditation