Taufiq Kiemas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dr. (HC) H.
Muhammad Taufiq Kiemas
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ke-12
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 8 Juni 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Hidayat Nur Wahid
Digantikan oleh Sidarto Danusubroto
Bapak Negara Indonesia ke-5
Masa jabatan
23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004
Presiden Megawati Soekarnoputri
Didahului oleh Shinta Nuriyah Wahid
Digantikan oleh Ani Yudhoyono
Informasi pribadi
Lahir 31 Desember 1942
Bendera Jepang Jakarta, Wilayah Kolonial Jepang
Meninggal 8 Juni 2013 (umur 70)
Bendera Singapura Outram, Singapura
Kebangsaan Indonesia
Partai politik PDIPLogo.png PDI Perjuangan
Suami/istri Megawati Soekarnoputri
Anak Puan Maharani Nakshatra Kusyala
Alma mater SMA Negeri 2 Palembang
Agama Islam

Dr. (HC) H. Muhammad Taufiq Kiemas (lahir di Jakarta, 31 Desember 1942 – meninggal di Outram, Singapura, 8 Juni 2013 pada umur 70 tahun) adalah seorang negarawan dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua MPR-RI periode 2009–2014, namun di tengah masa jabatannya, ia meninggal dunia pada 8 Juni 2013. Taufiq Kiemas juga merupakan suami dari Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Taufiq lahir dari pasangan Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ayahnya berasal dari Sumatera Selatan, sedangkan ibunya seorang Minangkabau. Ia merupakan penghulu kaum keluarga ibunya di Kanagarian Sabu, Batipuh Ateh, Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan gelar Datuk Basa Batuah.[1]. Taufiq mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dan tergabung aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, kelompok mahasiswa binaan PDI, semasa ia mahasiswa.[2]

Politik[sunting | sunting sumber]

Taufiq Kiemas memulai karier politiknya ketika di bangku mahasiswa dengan bergabung sebagai anggota GMNI. Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR-RI pada tahun 1992. Selama masa Orde Baru, karier politiknya banyak dikebiri oleh pihak penguasa. Kariernya mulai cemerlang setelah rezim Soeharto tumbang. Pada pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya menjadi Wakil Presiden dan kemudian Presiden Indonesia kelima.

Kini sebagai salah satu tokoh penting di partai, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu). Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009–2014 dari PDI-Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II.

Sebagai politikus terkemuka, banyak penulis yang mengulas karier politik Taufiq Kiemas, diantaranya ialah karya Derek Manangka yang berjudul Jurus Dan Manuver Politik Taufiq Kiemas: Memang Lidah Tak Bertulang yang terbit pada tahun 2009.

Kesehatan dan Wafat[sunting | sunting sumber]

Taufiq Kiemas menderita gangguan jantung dan ginjal. Ia pernah menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta pada Oktober 2005 dan dirawat selama dua minggu lebih[3]. Pada 17 Desember 2011, ia menjalani operasi pergantian baterai alat pemacu jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.[4]

Setelah menjalani perawatan di Singapore General Hospital, Singapura, pada hari Sabtu, 8 Juni 2013 pukul 19.05 waktu setempat, Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapore General Hospital akibat gangguan ginjal.[5][6]. Jenazahnya dishalatkan di hanggar Landasan Udara Halim Perdanakusuma[7] sebelum dimakamkan secara militer pada 9 Juni 2013 di Blok M 114, Taman Makam Pahlawan Kalibata di samping makam kedua orangtuanya.[8]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Biografi[sunting | sunting sumber]

  • Tanpa Rakyat Pemimpin tak Berarti Apa-apa: Jejak Langkah 60 tahun Taufiq Kiemas, Panda Nababan, Pustaka Sinar Harapan, 2002
  • Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam : 70 Tahun Taufiq Kiemas, Trimedya Panjaitan dan Imran Hasibuan, Q-Communication, 2012

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hidayat Nur Wahid
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
2009–2013
Diteruskan oleh:
Sidarto Danusubroto
Gelar kehormatan
Didahului oleh:
Shinta Nuriyah Wahid
Bapak Negara Republik Indonesia
2001–2004
Diteruskan oleh:
Ani Yudhoyono