Organisasi Internasional untuk Migrasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
International Organization for Migration
Organisation internationale pour les migrations
Organización Internacional para las Migraciones
Organisasi Internasional untuk Migrasi
IOM.svg
Jenis Organisasi antarpemerintah
Kantor pusat Jenewa, Swiss
Keanggotaan 146 Anggota and 13 negara pengamat [1]
Bahasa resmi Inggris, Perancis and Spanyol
Direktur Jenderal William Lacy Swing
Situs web www.iom.int (Website Internasional
www.iom.or.id (Website IOM Indonesia)

International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) adalah sebuah Organisasi antarpemerintah. Didirikan dengan nama Intergovernmental Committee for European Migration (ICEM) pada 1951, pada mulanya, IOM ditujukan untuk membantu menempatkan kembali para pengungsi akibat Perang Dunia II.

IOM adalah organisasi antarpemerintah utama di bidang migrasi. IOM berdedikasi untuk memajukan migrasi yang manusiawi dan teratur untuk kepentingan bersama, dilaksanakan dengan meningkatkan pemahaman mengenai masalah-masalah migrasi, membantu pemerintah dalam menjawab tantangan migrasi, mendorong pembangunan sosial dan ekonomi melalui migrasi, dan menjunjung tinggi martabat dan kesejahteraan migran, termasuk keluarga dan komunitasnya.

IOM bekerja dalam empat area luas manajemen migrasi: migrasi dan pembangunan, pemfasilitasan migrasi, pengaturan migrasi, dan penanganan migrasi paksa, situasi darurat dan pascakrisis. Kegiatan lintas sektor IOM antara lain memajukan hukum migrasi internasional, debate dan acuan kebijakan, perlindungan hak-hak migran, migrasi dan kesehatan, dan dimensi jender dalam migrasi.

IOM di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Operasi IOM di Indonesia bermula saat penanganan migran Vietnam di Tanjung Pinang, Riau pada 1979. Serangkaian bantuan berlanjut dengan penyediaan perawatan, pemeliharaan dan bantuan pemulangan sukarela bagi para pengungsi Timor Timur.

Hubungan IOM dengan pemerintah Indonesia dimulai pada 1999 ketika Indonesia resmi menjadi negara pengamat dalam dewan IOM. Sebuah Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani pada tahun 2000 mengakui Hubungan yang sangat bermanfaat antara Pemerintah dan IOM dalam meningkatkan penanganan migrasi. Hingga tahun 2013, status keanggotaan Indonesia masih tercatat sebagai negara pengamat IOM.

Program–program IOM Indonesia telah berkembang dari sisi geografis maupun target penduduk, khususnya sejak gelombang tsunami menghantam propinsi Aceh di bagian utara pulau Sumatera pada Desember 2004. Kantor cabang IOM kini telah berdiri di penjuru Indonesia dengan lebih dari 600 karyawan bekerja dalam beragam kegiatan [2]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Members and Observers". Diakses 26 Juli 2012. 
  2. ^ "Organisasi Internasional untuk Migrasi Indonesia". Diakses 26 Juli 2011.