Kabupaten Aceh Barat Daya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lambang Kabupaten Aceh Barat Daya |
|
![]() Peta lokasi Kabupaten Aceh Barat Daya Koordinat : |
|
| Motto: Sapeu Kheun Sahoe Langkah | |
| Semboyan: | |
| Provinsi | Nanggroe Aceh Darussalam |
| Ibu kota | Blangpidie |
| Luas | 2.334,01km² |
| Penduduk | |
| · Jumlah | 125.354 [1] |
| · Kepadatan | 50 jiwa/km² |
| Pembagian administratif | |
| · Kecamatan | 9 |
| · Desa/kelurahan | 132 |
| Dasar hukum | UU No.4 Tahun 2002 |
| Tanggal | 10 April 2002 |
| Hari jadi | {{{hari jadi}}} |
| Bupati | Akmal Ibrahim, S.H. |
| Kode area telepon | 0659 |
| APBD | {{{apbd}}} |
| DAU | - |
| Suku bangsa | {{{suku bangsa}}} |
| Bahasa | {{{bahasa}}} |
| Agama | {{{agama}}} |
| Flora resmi | {{{flora}}} |
| Fauna resmi | {{{fauna}}} |
| Zona waktu | {{{zona waktu}}} |
| Bandar udara | {{{bandar udara}}} |
|
Situs web resmi: http://www.abdya.go.id |
|
Kabupaten Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002.
Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an.
Daftar isi |
[sunting] Geografi
Wilayah ini termasuk dalam gugusan pegunungan Bukit Barisan.
[sunting] Batas Wilayah
| Batas wilayah: | |
|---|---|
| Utara: | Kabupaten Gayo Lues |
| Selatan: | Kabupaten Aceh Selatan dan Samudra Indonesia |
| Barat: | Kabupaten Nagan Raya |
| Timur: | Kabupaten Gayo Lues |
[sunting] Ekonomi
Aceh Barat Daya mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan untuk kelangsungan perekonomiannya. Hal ini ditunjang dengan posisinya yang sangat strategis di jalur dagang kawasan barat Aceh, khususnya kota Blangpidie yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan di pantai barat Aceh.
Sebenarnya bila kondisi keamanan semakin membaik, banyak sekali potensi yang dapat digali di kawasan ini, seperti pariwisata, karena posisinya yang merupakan paduan antara pantai Samudera Hindia dan Bukit Barisan yang hijau.
Selain itu Aceh Barat Daya dapat dikembangkan sebagai kawasan agroindustri, agribisnis dan peternakan terpadu serta sektor lain yang akan berkembang.
[sunting] Kecamatan
Aceh Barat Daya mencakup wilayah kecamatan sebagai berikut:
|
|
[sunting] Potensi Alam
Perkebunan
Potensi wilayah 32.417 Ha, areal Taman 11.850 Ha, cadangan areal 20.567 Ha Pertanian
Potensi wilayah 21.296 Ha, areal taman 16.450 Ha, cadangan areal 4.846 Ha Kehutanan
Hutan lindung 31.375 Ha, Taman Nasional Gunung Leuser 62.400 Ha, Hutan Produksi Terbatas 36.165 Ha Perikanan
* Darat: Budi Daya Air Payau 10 Ha, Budi Daya Air Tawar 20 Ha * Laut/Danau/Sungai: Kerambah 5 unit (sungai)
Pariwisata
Wisata Alam Gosong Sangkalan, Taman Wisata Cemara Indah, Wisata Pantai Kuala.
Pariwisata Gunung: Bendungan irigasi Krueng Susoh Blang Pidie, Marga Satwa Leuser (Pucuk Kila)
Pertambangan
Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup kaya, diantaranya Bijih Besi, Pasir Zirkon dan Galena. Juga terdapat batuan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk mineral. Namun hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam mempercepat pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai dengan Qanun No. 1 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah telah terbentuk SKPD Dinas Pertambangan dan Energi.
[sunting] Bupati
Bupati defenitif pertama hasil pemilihan kepala daerah secara langsung yaitu Akmal Ibrahim, SH dan Wakil Bupati Ir. Syamsurizal, M.Si masa bhakti 2007 - 2012 yang dilantik oleh gubernur Aceh Drh. Irwandi Yusuf menggantikan Pejabat Bupati Drs. H. Azwar Umri menggantikan Drs. H. T. Burhanuddin Sampe yang sebelumnya di jabat oleh Nasir Hasan yang menggantikan Baharuddin, S.Sos, MM sebagai Bupati perdana yang dilantik gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Ir. H. Azwar Abubakar tanggal 18 Februari 2006.
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya saat ini dijabat Ir. H. M. Yunus, SH, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).
[sunting] Pranala luar
|
Kabupaten Aceh Barat Daya, Nanggröe Aceh Darussalam |
|
|---|---|
|
Kecamatan: Babah Rot | Blangpidie | Jeumpa | Kuala Batee | Lembah Sabil | Setia | Susoh | Manggeng | Tangan-Tangan |
|
|
|
||
|---|---|---|
| Ibu kota: Banda Aceh | ||
|
Kabupaten |
Aceh Barat • Aceh Barat Daya • Aceh Besar • Aceh Jaya • Aceh Selatan • Aceh Singkil • Aceh Tamiang • Aceh Tengah • Aceh Tenggara • Aceh Timur • Aceh Utara • Bener Meriah • Bireuen • Gayo Lues • Nagan Raya • Pidie • Pidie Jaya • Simeulue |
|
|
Kota |
Banda Aceh • Langsa • Lhokseumawe • Sabang • Subulussalam |
|
| Lihat pula: Daftar kabupaten dan kota Indonesia | ||
Kesalahan pengutipan <ref> tags exist, but no <references/> tag was found


