Kabupaten Aceh Barat Daya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Kabupaten Aceh Barat Daya

Lambang Kabupaten Aceh Barat Daya
Berkas:Locator_kab_aceh_barat_daya.png
Peta lokasi Kabupaten Aceh Barat Daya
Koordinat : 3°47′28″N 96°55′00″E / 3.7911°N 96.9166°E / 3.7911; 96.9166
Motto: Sapeu Kheun Sahoe Langkah
Semboyan:
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Ibu kota Blangpidie
Luas 2.334,01km²
Penduduk  
 · Jumlah 125.354 [1]
 · Kepadatan 50 jiwa/km²
Pembagian administratif  
 · Kecamatan 9
 · Desa/kelurahan 132
Dasar hukum UU No.4 Tahun 2002
Tanggal 10 April 2002
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Akmal Ibrahim, S.H.
Kode area telepon 0659
APBD {{{apbd}}}
DAU -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.abdya.go.id

Kabupaten Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002.

Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an.

Daftar isi

[sunting] Geografi

Wilayah ini termasuk dalam gugusan pegunungan Bukit Barisan.

[sunting] Batas Wilayah

Batas wilayah:
Utara: Kabupaten Gayo Lues
Selatan: Kabupaten Aceh Selatan dan Samudra Indonesia
Barat: Kabupaten Nagan Raya
Timur: Kabupaten Gayo Lues

[sunting] Ekonomi

Aceh Barat Daya mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan untuk kelangsungan perekonomiannya. Hal ini ditunjang dengan posisinya yang sangat strategis di jalur dagang kawasan barat Aceh, khususnya kota Blangpidie yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan di pantai barat Aceh.

Sebenarnya bila kondisi keamanan semakin membaik, banyak sekali potensi yang dapat digali di kawasan ini, seperti pariwisata, karena posisinya yang merupakan paduan antara pantai Samudera Hindia dan Bukit Barisan yang hijau.

Selain itu Aceh Barat Daya dapat dikembangkan sebagai kawasan agroindustri, agribisnis dan peternakan terpadu serta sektor lain yang akan berkembang.

[sunting] Kecamatan

Aceh Barat Daya mencakup wilayah kecamatan sebagai berikut:

[sunting] Potensi Alam

Perkebunan

Potensi wilayah 32.417 Ha, areal Taman 11.850 Ha, cadangan areal 20.567 Ha Pertanian

Potensi wilayah 21.296 Ha, areal taman 16.450 Ha, cadangan areal 4.846 Ha Kehutanan

Hutan lindung 31.375 Ha, Taman Nasional Gunung Leuser 62.400 Ha, Hutan Produksi Terbatas 36.165 Ha Perikanan

   * Darat: Budi Daya Air Payau 10 Ha, Budi Daya Air Tawar 20 Ha
   * Laut/Danau/Sungai: Kerambah 5 unit (sungai) 

Pariwisata

Wisata Alam Gosong Sangkalan, Taman Wisata Cemara Indah, Wisata Pantai Kuala.

Pariwisata Gunung: Bendungan irigasi Krueng Susoh Blang Pidie, Marga Satwa Leuser (Pucuk Kila)

Pertambangan

Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup kaya, diantaranya Bijih Besi, Pasir Zirkon dan Galena. Juga terdapat batuan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk mineral. Namun hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam mempercepat pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai dengan Qanun No. 1 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah telah terbentuk SKPD Dinas Pertambangan dan Energi.

[sunting] Bupati

Bupati defenitif pertama hasil pemilihan kepala daerah secara langsung yaitu Akmal Ibrahim, SH dan Wakil Bupati Ir. Syamsurizal, M.Si masa bhakti 2007 - 2012 yang dilantik oleh gubernur Aceh Drh. Irwandi Yusuf menggantikan Pejabat Bupati Drs. H. Azwar Umri menggantikan Drs. H. T. Burhanuddin Sampe yang sebelumnya di jabat oleh Nasir Hasan yang menggantikan Baharuddin, S.Sos, MM sebagai Bupati perdana yang dilantik gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Ir. H. Azwar Abubakar tanggal 18 Februari 2006.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya saat ini dijabat Ir. H. M. Yunus, SH, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).


[sunting] Pranala luar

Wikisource
Wikisumber memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002


 

Kabupaten Aceh Barat Daya, Nanggröe Aceh Darussalam

Lambang Kabupaten Aceh Barat Daya

Kecamatan: Babah Rot | Blangpidie | Jeumpa | Kuala Batee | Lembah Sabil | Setia | Susoh | Manggeng | Tangan-Tangan


Kesalahan pengutipan <ref> tags exist, but no <references/> tag was found

Peralatan pribadi
Buat buku
Bahasa lain