Kabupaten Bener Meriah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Bener Meriah
Lambang Kabupaten Bener Meriah.png
Lambang Kabupaten Bener Meriah
Moto: Musara Pakat


Lokasi Aceh Kabupaten Bener Meriah.svg
Peta lokasi Kabupaten Bener Meriah
Koordinat: -
Provinsi Aceh
Dasar hukum UU RI No.41 Tahun 2003
Tanggal 18 Desember 2003
Ibu kota Simpang Tiga Redelong
Pemerintahan
 - Bupati Ir. H. Tagore Abubakar
 - DAU Rp. 375.310.917.000,-(2013)[1]
Luas 1.919,69 km2
Populasi
 - Total 122.277 jiwa (2010)
 - Kepadatan 63,7 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0643
Pembagian administratif
 - Kecamatan 10
 - Kelurahan 232
 - Situs web www.benermeriahkab.go.id

Koordinat: 4°45′LU 97°0′BT / 4,75°LU 97°BT / 4.750; 97.000

Kabupaten Bener Meriah adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Aceh Tengah yang terdiri atas tujuh kecamatan. Kabupaten Bener Meriah yang beribukota di Simpang Tiga Redelong memiliki luas 1.919,69 km² terdiri dari 10 Kecamatan dan 233 desa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bener Meriah merupakan Kabupaten termuda dalam wilayah Provinsi Aceh, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Berdasarkan undang- undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Januari 2004 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, dengan batas-batas :

  1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Aceh Bireuen.
  2. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Tengah.
  3. Sebelah Timur dengan Kabupaten Aceh Timur.
  4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Tengah


Penduduk Menurut Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk Kabupaten Bener Meriah Hasil Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan Tahun 2012 berjumlah 148.616 jiwa yang terdiri atas 75.958 dan 72.658 jiwa. Penduduk terbanyak berada di Kecamatan Bandar yakni berjumlah 25.509 jiwa sedangkan penduduk terkecil berada di Kecamatan Syiah Utama yang berjumlah 3.337 jiwa. Dan dapat dilihat dalam tabel berikut :

No Nama Kecamatan[2] Laki-Laki Perempuan Jumlah Penduduk Luas Wilayah Kepadatan Penduduk
1 Pintu Rime Gayo 6.902 6.451 13.353 223,56 km² 59,73 jiwa/km²
2 Permata 9.440 8.830 18.270 159,66 km² 114,43 jiwa/km²
3 Syiah Utama 1.710 1.627 3.337 792,71 km² 4,21 jiwa/km²
4 Bandar 12.859 12.650 25.509 88,10 km² 289,55 jiwa/km²
5 Bukit 12.802 12.536 25.338 110,95 km² 228,37 jiwa/km²
6 Wih Pesam 11.951 11.427 23.378 66,28 km² 352,72 jiwa/km²
7 Timang Gajah 10.264 9.862 20.126 98,28 km² 204,78 jiwa/km²
8 Bener Kelipah 2.379 2.285 4.664 19,75 km² 236,15 jiwa/km²
9 Mesidah 2.802 2.435 5.237 286,83 km² 18,25 jiwa/km²
10 Gajah Putih 4.849 4.555 9.404 73,57 km² 127,82 jiwa/km²

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bener Meriah terletak 4° 33 50 - 4° 54 50 Lintang Utara dan 96° 40 75- 97° 17 50 Bujur Timur dengan tinggi rata-rata di atas permukaan laut 100 - 2.500 mdpl

Kabupaten Bener Meriah mencakup bagian utara Kabupaten Aceh Tengah yang berbatasan dengan

  • sebelah Utara Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen
  • Sebelah Selatan Kabupaten Aceh Tengah
  • Sebelah Timur Kebupaten Aceh Timur
  • Sebelah Barat Kabupaten Aceh Tengah.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Komoditi unggulan Kabupaten Bener Meriah yaitu sektor Perkebunan dan jasa. Sektor pertanian komoditi unggulannya adalah sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi Kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, dan Nilam. sub sektor jasa Pariwisata yaitu wisata alam dan budaya.

Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di provinsi ini tersedia 1 bandar udara, yaitu Bandara Rembele.

Daftar Kecamatan[3][sunting | sunting sumber]

  1. Bandar
  2. Bukit
  3. Permata
  4. Pintu Rime Gayo
  5. Syiah Utama
  6. Timang Gajah
  7. Wih Pesam
  8. Mesidah
  9. Gajah Putih
  10. Bener Kelipah

Wilayah yang memiliki daerah terluas yaitu Kecamatan Syiah Utama dengan luas wilayah 792,71 Km² atau 41,29%, sedangkan untuk wilayah yang memiliki daerah terkecil yaitu Kecamatan Bener Kelipah dengan luas wilayah 19,75 Km² atau 1,08%.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk: 40% Suku Gayo, 25% suku aceh, 30% Suku Jawa. Suku Bali dan sedikit Suku Minang hanya ada di ibu kota kabupaten serta etnis china arab yang tersebar di seluruh Kecamatan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]