Kabupaten Gayo Lues

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Gayo Lues
Berkas:Lambang_Gayo_Lues.png
Lambang Kabupaten Gayo Lues
Berkas:Locator_kab_gayo_lues.png
Peta lokasi Kabupaten Gayo Lues
Koordinat : 3°40'46,13" - 4°16'50,45" LU
96°43'15,65" - 97°55'24,29" BT
Motto: Musara
Semboyan:
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Ibu kota Blang Kejeren
Luas 5.719 km²
Penduduk  
 · Jumlah 78.184 [1]
 · Kepadatan 14 jiwa/km²
Pembagian administratif  
 · Kecamatan 11
 · Desa/kelurahan 97
Dasar hukum UU No.4 Tahun 2002
Tanggal 10 April 2002
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati H. Ibnu Hasyim, S.Sos, MM
Kode area telepon 0642
APBD {{{apbd}}}
DAU -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama Islam
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: www.gayolueskab.go.id

Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu kabupaten di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara dan berdiri dengan Dasar Hukum UU No.4 Tahun 2002 pada tanggal 10 April 2002. Kabupaten ini berada di gugusan pegunungan Bukit Barisan, sebagian besar wilayahnya merupakan area Taman Nasional Gunung Leuser yang telah dicanangkan sebagai warisan dunia. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang paling terisolasi di NAD.

Kabupaten yang berpenduduk kebanyakan suku Gayo ini sedang berbenah diri untuk mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan. Potensi pertanian menjadi prioritas utama pengembangan.

Rencana pembangunan Jalur Ladia Galaska (Lautan Hindia, Gayo, Alas, dan Selat Malaka) yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Selat Malaka sangat diharapkan untuk memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat Gayo Lues. Saat ini, lalu lintas dari Blangkejeren, pusat pemerintahan kabupaten, ke Banda Aceh harus melalui Medan, Sumatera Utara. Meskipun demikian, rencana ini banyak ditentang oleh kalangan pelestari lingkungan hidup karena memotong zona utama taman nasional.

Gayo Lues kemudian lebih dikenal dengan nama "NEGERI SERIBU BUKIT". Nama ini ditabalkan dan dipopulerkan oleh MOHSA EL RAMADAN, wartawan senior, Pemimpin Redaksi Koran RAJAPOST Banda Aceh, dan editor buku "Memadamkan Bara di Atas Ladia Galaska". Buku yang ditulis oleh Muhammad Alikasim Kemaladerna ini adalah sebuah solusi penyelesaian konflik pembangunan jalan Ladia Galaska antara pemerintah dan pemerhati lingkungan di Aceh.

Pada mulanya daerah Gayo dan Alas membentuk pemerintahan sendiri terpisah dari Kab Aceh Tengah, maka terbentuklah Kab. Aceh Tenggara (UU No. 4/1974) namun karena kesulitan transportasi daerah Gayo ingin membentuk kabupaten tersendiri maka terbentuklah Kabupaten Gayo Lues (UU No. 4/2002) dengan ibukota Blang Kajeren dan Pj. Bupati ditetapkan Ir. Muhammad Ali Kasim, M.M.

Daftar isi

[sunting] Geografi

Gayo Lues memilki luas wilayah 5.719 km2 dan terletak pada koordinat 3°40'46,13" - 4°16'50,45" LU 96°43'15,65" - 97°55'24,29" BT.

[sunting] Suku

Mayoritas penduduk Gayo Lues berasal dari etnik Gayo. Bermukim pula di sana warga dari suku Aceh, Alas, Batak, dan Jawa.

[sunting] Pemerintahan

Daerah Gayo Lues mencakup 57 persen dari wilayah lama Aceh Tenggara, dan dibagi menjadi 11 (sebelas) kecamatan dengan perincian sebagai berikut:

[sunting] Bupati dan Wakil Bupati

  • H. Ibnu Hasyim, S.Sos, MM, (2007-2012)
  • Letkol.(Inf) Firdaus Karim Ali (2007-2012)

[sunting] Potensi Daerah

[sunting] Pertambangan

  • Timah di Kecamatan Pining
  • Emas di Kecamatan Putri Betung

[sunting] Komoditas pertanian

Beberapa komoditas potensial yang dimiliki kabupaten ini adalah:

  • Cabe merah besar
  • Serai wangi, yang dikembangkan di hutan pinus
  • Nilam, di kawasan transmigrasi Terangon
  • Tembakau virginia
  • Kakao
  • Kopi Arabika

[sunting] Pariwisata

  • Pemandian air panas Gumpang
  • Air terjun Akang siwah
  • Wisata alam Blang Serai

[sunting] Seni Budaya

[sunting] Referensi

[sunting] Sumber

[sunting] Pranala luar

Wikisource
Wikisumber memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002
Peralatan pribadi
Buat buku