Etana
| Etana | |
|---|---|
|
Etana
|
|
|
Nama lain
dimetil; etil hidrida; metilmetana
|
|
| Identifikasi | |
| Nomor CAS | [74-84-0] |
| Nomor RTECS | KH3800000 |
| SMILES | CC |
| Sifat | |
| Rumus molekul | C2H6 |
| Massa molar | 30,07 g/mol |
| Penampilan | gas tak berwarna |
| Densitas | 1,212 kg/m³, gas |
| Titik lebur |
-182,76 °C (90,34 K) |
| Titik didih |
-88,6 °C (184,5 K) |
| Kelarutan dalam air | 4,7 g/100 ml (? °C) |
| Keasaman (pKa) | 50 |
| Bahaya | |
| Klasifikasi EU | Sangat mudah terbakar (F+) |
| NFPA 704 | |
| Frasa-R | R12 |
| Frasa-S | S2, S9, S16, S33 |
| Titik nyala | -135 °C |
| Senyawa terkait | |
| Alkana terkait | metana; propana |
| Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa) |
|
Etana adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus kimia C2H6. Senyawa ini merupakan alkana dengan dua karbon, dan merupakan hidrokarbon alifatik. Dalam temperatur dan tekanan standar, etana merupakan gas yang tak berwarna dan tak berbau. Dalam industri etana dihasilkan dengan cara diisolasi dari gas alam, dan sebagai hasil samping dari penyulingan minyak.
Kegunaan [sunting]
Kegunaan utamanya adalah sebagai bahan mentah untuk produksi etilena/etena (C2H4) melalui perengkahan kukus (steam cracking). Etana merupakan bahan yang baik dalam produksi etilena karena hasil reaksi perengkahan kukus etana memiliki persentase etilena yang cukup banyak, sedangkan reaksi hidrokarbon lain yang lebih berat menghasilkan produk berupa campuran yang memiliki sedikit etilena, dan lebih banyak olefina seperti propilena dan butadiena, serta hidrokarbon aromatik.
|
|
||||||||
