Komet

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.[1]

Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang".[2] Istilah lainnya adalah bintang berekor[3] yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang[3]. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor seperti buah kemukus yang telah dikeringkan.

Komet terbentuk dari es dan debu.[4] Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari.[1] Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor.[4] Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.[5] Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.[5] Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km.[2] Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet.[6] Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.[6]

Komet mengorbit Matahari dalam suatu lintasan yang berbentuk elips

Bagian-Bagian Komet[sunting | sunting sumber]

Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor.[7] Bagian-bagian komet sebagai berikut.[8]

Inti komet adalah sebongkah batu dan salju.[9] Ekor komet arahnya selalu menjauh dari Matahari.[7] Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas.[10] Bentuk ekor debu tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus.[10] Koma atau ekor komet tercipta saat mendekati Matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas.[11] Angin Matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet.[11] Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi.[11] Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.[10]

Jenis-Jenis Komet[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.[12]

  • Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat Matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
  • Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati Matahari setiap 3,3 tahun sekali.

Nama-nama Komet[sunting | sunting sumber]

Sekarang telah dikenal banyak nama komet, antara lain sebagai berikut.[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Budi Suryatin, "Fisika SMP/MTs Kls IX (KTSP)", Grasindo, 9790251688, 9789790251687.
  2. ^ a b Ajen Dianawati, "Intisari Pengetahuan Alam Lengkap (IPAL) SD", Kawan Pustaka, 9793034726, 9789793034720.
  3. ^ a b Mikrajuddin, "IPA FISIKA : - Jilid 3", ESIS, 9797345130, 9789797345136.
  4. ^ a b Mikrajuddi, Dkk, "IPA TERPADU : - Jilid 3B", ESIS, 9797344657, 9789797344658.
  5. ^ a b Amir Khosim & Kun Marlina, "Geografi SMA/MA Kls X (Diknas)", Grasindo, 9790250169, 9789790250161.
  6. ^ a b Brian Williams, "Fakta Paling Top: Alam Semesta", Erlangga for Kids, 979741891X, 9789797418915.
  7. ^ a b Agung Nugroho,dkk, "Siap Mhdp UN 09 IPA Terpadu SMP/MTs", Grasindo, 9790255772, 9789790255777.
  8. ^ Redaksi Kawan Pustaka, "Mudah Menguasai Fisika SMP Kelas 1", Kawan Pustaka, 9797570509, 9789797570507.
  9. ^ Ian Braham, "Ruang angkasa", Erlangga for Kids, 2005, 9797419231, 9789797419233.
  10. ^ a b c Wisnu Sasongko, "Armageddon 2 : Antara Petaka dan Rahmat", Gema Insani, 9790770502, 9789790770508.
  11. ^ a b c "Iimu Pengetahuan Ipa Kelas 6 Sekolah Dasar", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797467422, 9789797467425.
  12. ^ Hartono, "Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta", PT Grafindo Media Pratama, 9799281601, 978979Teks tebal9281609.
  13. ^ Tim IPA KP, "Alam Semesta; Penunjang Pelajaran IPA Kelas 4,5,6 SD", Kawan Pustaka, 9797570657, 9789797570651.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Schechner, S. J. (1997). Comets, Popular Culture, and the Birth of Modern Cosmology. Princeton University Press. .
  • Brandt, J.C. and Chapman, R.D.: Introduction to comets, Cambridge University Press 2004

Pranala luar[sunting | sunting sumber]