Etilen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen disebut juga ethene[1] Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen. Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap[2].

Etilen memiliki struktur yang cukup sederhana dan diproduksi pada tumbuhan tingkat tinggi.

Sejarah Etilen[sunting | sunting sumber]

  • Zaman Mesir kuno, etilen telah digunakan untuk menstimulasi pematangan buah
  • Zaman Cina kuno, etilen digunakan untuk pematangan buah pir dengan cara memberikan gas etilen pada pir dalam ruangan tertutup
  • Tahun 1864, lampu jalan raya ternyata mengeluarkan gas yang dapat membuat akar mengecil dan merusak pertumbuhan
  • Tahun 1901, ilmuwan Rusia, Dimitry Neljubow menemukan bahwa senyawa aktif tersebut dalah etilen[3].
  • Tahun 1917, ilmuwan bernama Doubt menemukan bahwa etilen dapat menyebabkan absisi (kerontokan)[4].
  • Tahun 1934, ilmuwan bernama Gane menemukan penjelasan mengenai sintesis etilen oleh tanaman[5].
  • Tahun 1935, Croker menemukan bahwa etilen merupakan hormon tumbuhan yang berperan dalam pematangan buah dan penghambatan jaringan vegetatif[6].
  • Sekarang, etilen banyak digunakan untuk berbagai tujuan

Kerjasama dengan Hormon Lain[sunting | sunting sumber]

Apabila konsentrasi etilen sangat tinggi dibanding hormon auksin dan giberelin, etilen dapat menghambat proses pembentukkan batang, akar, dan bunga. Namun etilen juga dapat merangsang pembentukkan bunga bila bersama-sama dengan hormon auksin [6].

Manfaat Etilen[sunting | sunting sumber]

Etilen sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importir buah. Buah dikemas dalam bentuk belum masak saat diangkut pedagang buah. Setelah sampai untuk diperdagangkan, buah tersebut diberikan etilen (diperam) sehingga cepat masak.

Dalam pematangan buah, etilen bekerja dengan cara memecahkan klorofil pada buah muda, sehingga buah hanya memiliki xantofil dan karoten. Dengan demikian, warna buah menjadi jingga atau merah[7].

Pada aplikasi lain, etilen digunakan sebagai obat bius (anestesi)[2].

Fungsi lain etilen secara khusus adalah[8]:

  • Mengakhiri masa dormansi
  • Merangsang pertumbuhan akar dan batang
  • Pembentukan akar adventif
  • Merangsang absisi buah dan daun
  • Merangsang induksi bunga Bromiliad
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang pemekaran bunga

Biosintesis dan Metabolisme[sunting | sunting sumber]

Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan[9]. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses[10]:

  • ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
  • Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
  • Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.

Dewasa ini dilakukan penelitian yang berfokus pada efek pematangan buah. ACC sintase pada tomat menjadi enzim yang dimanipulasi melalui bioteknologi untuk memperlambat pematangan buah sehingga rasa tetap terjaga.


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Winarno FG, Agustinah W. 2007. Pengantar Bioteknologi. Ed.rev. Bogor:Mbrio Press
  2. ^ a b Yatim W. 2007. Kamus Biologi. Jakarta: Obor.
  3. ^ Neljubow, D. N. (1901). "Uber die horizontale nutation der stengel von Pisum sativum und einiger anderen". Pflanzen Beitrage und Botanik Zentralblatt 10:128-139.
  4. ^ Doubt, S. L. (1917). "The response of plants to illuminating gas". Bot. Gaz. 63:209-224.
  5. ^ Gane, R. (1934). "Production of ethylene by some ripening fruits". Nature 134:1008.
  6. ^ a b Crocker, W., Hitchcock, A. E., and Zimmerman, P. W., (1935). "Similarities in the effects of ethylene and the plant auxins". Contrib. Boyce Thompson Inst. 7:231-248.
  7. ^ Syahira. 2009. Kerja gas etilen dalam pematangan buah.[1].[10 Apr 2010].
  8. ^ Davies, P. J. (1995). Plant Hormones: Physiology, Biochemistry and Molecular Biology. Dordrecht: Kluwer.
  9. ^ Salisbury, F. B., and Ross, C. W. (1992). Plant Physiology. Belmont, CA: Wadsworth. pp. 357-407, 531-548.
  10. ^ McKeon, T. A., Fernandez-Maculet, J. C. and Yang, S. F. (1995). "Biosynthesis and metabolism of ethylene". Plant Hormones: Physiology, Biochemistry and Molecular Biology. Dordrecht: Kluwer. pp. 118-139.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

http://www.plant-hormones.info/ethylene.htm