Butana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
n-Butana
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS [106-97-8]
PubChem 7843
KEGG D03186
ChEBI 37808
SMILES CCCC
InChI 1/C4H10/c1-3-4-2/h3-4H2,1-2H3
Sifat
Rumus kimia C4H10
Massa molar 58.12 g mol−1
Penampilan Gas tidak berwarna
Densitas 2.48 kg/m3, gas (15 °C, 1 atm)
600 kg/m3, cairan (0 °C, 1 atm)
Titik lebur

−138.4 °C (135.4 K)

Titik didih

−0.5 °C (272.6 K)

Kelarutan dalam air 6.1 mg/100 ml (20 °C)
Bahaya
Klasifikasi EU Mudah terbakar (F+)
NFPA 704
NFPA 704.svg
4
1
0
 
Titik nyala −60 °C
Suhu swanyala 500 °C
Ambang ledakan 1.8 – 8.4% [1]
Senyawa terkait
terkait Propana; Pentana
Senyawa terkait Isobutana; Siklobutana
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Butana, juga disebut n-butana, adalah alkana rantai lurus dengan empat atom karbon CH3CH2CH2CH3. Butana juga digunakan sebagai istilah kolektif untuk n-butana dan satu-satunya isomernya, isobutana (disebut juga metilpropana), CH(CH3)3. Butana sangat mudah terbakar, tidak berwarna, dan merupakan gas yang mudah dicairkan. Nama butana diturunkan dari nama asam butirat.

Isomer[sunting | sunting sumber]

Nama angkutan umum normal butana
butana tak bercabang
n-butana
isobutana
i-butana
Nama X-PAC butana metil propana
Gambar
molekul
Butan Lewis.svg Isobutane.png
Diagram
kerangka
Butane simple.svg I-Butane-2D-Skeletal.svg

Reaksi[sunting | sunting sumber]

Ketika oksigen tersedia dalam jumlah yang melimpah, maka butana akan terbakar dan membentuk karbon dioksida dan uap air. Sedangkan, apabila oksigen jumlahnya terbatas, maka akan terbentuk karbon monoksida.

2 C4H10 + 13 O2 → 8 CO2 + 10 H2O

n-Butana juga dipakai sebagai bahan baku dalam proses katalis DuPont untuk membentuk maleat anhidrat:

2 CH3CH2CH2CH3 + 7 O2 → 2 C2H2(CO)2O + 8 H2O

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]