Nitrogen monoksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nitrogen monoksida
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS [10102-43-9]
PubChem 145068
Nomor EINECS 233-271-0
DrugBank DB00435
KEGG D00074
ChEBI 16480
Nomor RTECS QX0525000
Kode ATC
SMILES [N]=O
InChI 1/NO/c1-2
Referensi Gmelin 451
3DMet B00122
Sifat
Rumus kimia NO
Massa molar 30.01 g mol−1
Penampilan Colourless gas
Densitas 1.3402 g dm−3
Titik lebur
Titik didih
Kelarutan dalam air 0.0098 g/100ml (0 °C)
0.0056 g/100ml (20 °C)
Indeks bias (nD) 1.0002697
Struktur
Bentuk molekul linear (point group Cv)
Termokimia
Entalpi pembentukan standarfHo) 90.29 kJ mol−1
Entropi molar standar (So) 210.76 J K−1 mol−1
Pharmacology
Bioavailabilitas good
Rute
administrasi
Inhalation
Metabolisme via pulmonary capillary bed
Waktu paruh
eliminasi
2–6 seconds
Bahaya
MSDS External MSDS
Klasifikasi EU Oksidator O Beracun T
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
3
3
OX
Frasa-R Templat:R8, R23, R34, Templat:R44
Frasa-S S1, S17, S23, S36/37/39, S45
Senyawa terkait
nitrogen oksida terkait Dinitrogen pentoksida

Dinitrogen tetroksida
Dinitrogen trioksida
Nitrogen dioksida
Dinitrogen oksida
Nitroxyl (bentuk tereduksi)
Hydroxylamine (bentuk terhidrogenasi)

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Nitrogen monoksida (bahasa Inggris: nitric oxide, endothelial-derived relaxing factor, nitrogen monoxide, NO) adalah senyawa dengan rumus kimia berupa NO yang berfungsi sebagai molekul sinyal intraselular pada mamalia termasuk manusia dengan modulasi berupa aliran darah, trombosis dan aktivitas neural. Molekul NO sering juga diproduksi oleh polutan dari asap rokok, kendaraan dan lain-lain, sehingga sering dianggap bersifat toksik dan sangat reaktif, namun penggunaan gas NO konsentrasi rendah untuk perawatan hipertensi paru pada bayi yang baru dilahirkan, mendapatkan persetujuan dari FDA.[2] Selain itu, NO dapat diproduksi oleh neuron selama 80 tahun di dalam otak manusia tanpa menimbulkan efek keracunan, kadar NO yang cukup diperlukan tubuh untuk memelihara hati dari kerusakan iskemik akibat sepsis,[3] namun produksi NO saat terjadi iskemia otak akan merusak neuron yang sama.

Sitotoksisitas yang dipicu NO, ditimbulkan oleh peroksinitrita (ONOO−), yang terbentuk dari reaksi antara NO dengan senyawa radikal bebas berupa anion superoksida. Peroksinitrita berinteraksi dengan lipid, DNA dan protein melalui mekanisme langsung berupa reaksi oksidatif dan mekanisme tidak langsung dengan kofaktor berupa radikal bebas. Adanya senyawa peroksinitrita merupakan indikasi berbagai kondisi pategenik seperti stroke, infarksi miokardial, gagal jantung kronis, diabetes, kanker, sklerosis multipel, artritis, kelainan neurodegenerative, circulatory shock, chronic inflammatory disease, dll; oleh karena senyawa superoksida dengan cepat akan diredam oleh berbagai jenis enzim dismutase superoksida yang terdapat pada mitokondria, sitoplasma dan periplasma, sedangkan NO dengan cepat akan terdifusi keluar ke dalam periplasma dan memasuki sel darah merah untuk dikonversi menjadi asam nitrat melalui reaksi dengan oksihemoglobin. Sehingga reaksi antara NO dan superoksida yang membentuk peroksinitrita, sangat jarang terjadi.

Peroksinitrita akan menyebabkan apoptosis pada sel yang terpapar, seperti timosit, sel HL-60, sel PC-12, fibroblas, sel SN-4741 yang merupakan neuron dopaminergik, sel neuroblastoma SH-SY5Y, neuron primer, astrosit, oligodendrosit, sel endotelial, sel beta pada islet Langerhans, neutrofil, kondrosit, kardiomiosit dan sel tubular pada saluran renal.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Nitric Oxide (CHEBI:16480)". Chemical Entities of Biological Interest (ChEBI). UK: European Bioinformatics Institute. 
  2. ^ (Inggris) "Nitric Oxide and Peroxynitrite in Health and Disease". Section on Oxidative Stress Tissue Injury, Laboratory of Physiologic Studies, National Institutes of Health, National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism, Linus Pauling Institute, Department of Biochemistry and Biophysics, Agricultural and Life Sciences, Oregon State University, Department of Intensive Care Medicine, University Hospital; PÁL PACHER, JOSEPH S. BECKMAN, and LUCAS LIAUDET. Diakses 2011-07-31. 
  3. ^ (Inggris) "Nitric oxide down-regulates hepatocyte-inducible nitric oxide synthase gene expression". Department of Surgery, University of Pittsburgh; Taylor BS, Kim YM, Wang Q, Shapiro RA, Billiar TR, Geller DA. Diakses 2010-10-18. 

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]