Lompat ke isi

Bahasa Sampit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Sampit
BPS: 0417 3
Bahasa Ba'amang
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
EtnisSampit
Penutur
169.280 Sensus BPS tahun 2000.
Kode bahasa
ISO 639-3
Glottologbaam1237[14]
BPS (2010)0417 3
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Sampit adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Dayak yang dituturkan oleh Suku Sampit yang banyak mendiami daerah-daerah di Kalimantan Tengah khususnya di kecamatan Baamang, Seranau dan Mentawa Baru, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bahasa Sampit dituturkan oleh masyarakat di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Isolek Sampit merupakan sebuah bahasa karena memiliki persentase perbedaan antara 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, misalnya dengan bahasa Tamuan, bahasa Banjar, bahasa Mentaya, dan dengan bahasa Dayak Ngaju.[15]


Pada mulanya penduduk asli penutur bahasa Sampit bermukim di kampung-kampung yang saling berjauhan letaknya tersebar di daerah aliran sungai. Mobilitas penduduknya terhambat akibat kondisi geografis yang terisolasi. Lagi pula kampung-kampung itu kebanyakan terpencil oleh hutan rimba, rawa-rawa, bukit dan sungai mempersulit kontak antar kelompok. Keadaan seperti itu menyebabkan penutur bahasa yang sama setelah terpisah dalam kelompok-kelompok lama kelamaan menjadi kendala saling paham semakin berkurang. Dengan demikian, karena kondisi geografis di sekitarnya, bahasa Sampit yang semula mempunyai tingkat saling paham yang tinggi dengan bahasa Tamuan dan bahasa Mentaya lama kelamaan terpisah sebagai bahasa yang berbeda. Sedangkan, wilayah pakai bahasa Sampit di Sampit, Baamang dan Mentaya Seberang masih memiliki tingkat pemahaman yang tinggi.[16]

Penggolongan Bahasa

[sunting | sunting sumber]

Masih terdapat silang pendapat tentang status bahasa Sampit di kalangan para sarjana. Pendapat yang dikemukakan oleh Hudson (1967) secara tersurat mengenai status bahasa Sampit menarik perhatian karena ia memasukan bahasa Sampit ke dalam subkelompok Melayu. Pendapat ini tidak didukung oleh sejumlah fakta yang dikemukakan oleh sarjana lain yang berpendapat bahwa bahasa Sampit lebih dekat hubungannya dengan bahasa Dayak Ngaju. Sesuai dengan uraian di atas, penelitian ini cenderung lebih menerima pendapat yang terakhir karena diasumsikan hubungannya yang erat antara budaya dan bahasa dayak yang memperlihatkan kedekatan hubungan antara bahasa Sampit dan Dayak Ngaju. Walaupun, penelitian ini berseberangan pendapat dengan pendapat yang diajukan Hudson, penelitian ini lebih berdasarkan perspektif linguistik diakronis, jika dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu karena penelitian tersebut lebih terfokus pada kajian sinkronis. Pendapat lain yang baru dijelaskan secara sinkronis berseberangan dengan pendapat Hudson di atas ditinjau dari pendekatan sinkronis seperti yang diuraikan dalam tinjauan pustaka. Bagan berikut ini menunjukan bahwa kekerabatan antara bahasa Sampit dengan Dayak Ngaju lebih erat jika diamati hubungannya dengan bahasa Banjar dan Proto Melayik Adelaar (1992).[17]

Perbandingan bahasa Sampit, Ngaju, Banjar

[sunting | sunting sumber]
Nomor Bahasa Sampit Bahasa Ngaju Bahasa Banjar
1. Seekor 2.kancil 3. Dan

Bahasa Serumpun

[sunting | sunting sumber]
Sampit Kahayan (xah) Katingan (kxg) Bakumpai (bkr) Ngaju-Kapuas (nij) Indonesia
Bare Dia Dia Jida Dia Tidak
lain Beken Beken Beken Beken Bukan
Pai Pai Pai Pai Pai Kaki

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ https://www.ethnologue.com/subgroup/447/
  2. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/aust1307
  3. ^ https://www.ethnologue.com/subgroup/448/
  4. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/mala1545
  5. ^ https://iso639-3.sil.org/code/pqw
  6. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/basa1291
  7. ^ https://www.ethnologue.com/subgroup/1394/
  8. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/grea1283
  9. ^ https://www.ethnologue.com/subgroup/1452/
  10. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/sout2921
  11. ^ https://www.ethnologue.com/language/nij/
  12. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/ngaj1237
  13. ^ https://glottolog.org/resource/languoid/id/baam1237
  14. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Ba'amang (Sampit)". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  15. ^ https://merajutindonesia.id/bahasa/1i1eu9u/sampit
  16. ^ http://dayak06.blogspot.com/2009/05/blog-post.html?m=1
  17. ^ http://dayak06.blogspot.com/2009/05/blog-post.html?m=1