Wali Sanga (seri televisi)
| Wali Sanga | |
|---|---|
| Genre | |
| Dibuat oleh | Genta Buana Pitaloka |
| Ditulis oleh | Imam Tantowi |
| Skenario | Imam Tantowi |
| Pemeran |
|
| Pengisi suara | Sanggar Prathivi |
| Pencipta lagu tema | Dwiki Dharmawan |
| Lagu tema pembuka |
|
| Lagu tema penutup | Instrument Ya Thoybah |
| Penata musik | Dwiki Dharmawan |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Jml musim | 1 |
| Jml episode | 52 |
| Produksi | |
| Produser | Budhi Sutrisno |
| Pengaturan kamera |
|
| Durasi | 60 menit |
| Rumah produksi | Genta Buana Pitaloka |
| Distributor | MNC Media |
| Rilis asli | |
| Jaringan | RCTI |
| Rilis | 25 Oktober 2003 – 22 Februari 2004 |
Wali Sanga adalah serial televisi kolosal Indonesia produksi Genta Buana Pitaloka yang ditayangkan perdana 25 Oktober 2003 di RCTI. Serial ini dibintangi oleh Choky Adriano, Errina GD dan Irman Heryana.[1]
Sinopsis
[sunting | sunting sumber]Menjelang Ramadan 1424 H, RCTI menghadirkan sinetron kolosal-religius, Wali Sanga (Produksi PT Gentabuana Paramita). Berkisah tentang sembilan orang wali (Dewan Wali) yang hidup pada zaman Majapahit. Mereka adalah Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Drajad dan Sunan Kalijaga. Sembilan Dewan Wali (Juru Dakwah) ini mengembangkan serta mengajarkan Agama Islam. Bahkan mendukung terbentuknya Kerajaan Islam Demak menjelang kehancuran Majapahit. "Kisah Wali Sanga ini bertutur tentang awal berdirinya Kerajaan Islam Demak dan Mataram,” ujar Imam Tantowi, penulis skenario Wali Sanga.
Sinetron Wali Sanga yang digarap dua sutradara, Ismail Soebardjo dan M.T. Risyaf ini didukung sederet artis yang selama ini memang aktif di peran-peran laga. Seperti Choky Adriano (berperan sebagai Arya Gading), Jill Carissa (Siti Jamilah), Aris K. Yulianto (Bondan Kayuwangi), Errina GD (Sekar Langit), Irman F. Heryana (Gan Khe Liong), Roy Jordy (Dyah Rana Wijaya), Hans Gunawan (Sunan Ampel), Chairil J.M (Sunan Kalijaga), Al-Indra (Sunan Kudus), Rizal Muhaimin (Sunan Gunung Jati), dan Husein Kalia (Sunan Giri). Dikisahkan tentang kehancuran Majapahit yang menjadi pembicaraan sidang para wali yang dihadiri 9 wali. Menurut Sunan Ampel, kemungkinan kebijakan penguasa Majapahit yang sekarang akan sangat berbeda. Sebab sebagai raja Gunung, Betara i Keling (yang berhasil menggulingkan trah Majapahit), masih kurang bersahabat dengan Islam. Sunan Kali Jaga mengusulkan untuk membantu sisa-sisa laskar Majapahit yang masih mengadakan perlawanan kepada kekuatan Batara i Keling. Tapi Sunan Giri menolak dan lebih baik menyusun kekuatan di Glagahwangi untuk secepatnya mendirikan sebuah negara. Sementara Raden Patah (Senopati Jin Bun) mengusulkan untuk lebih dulu mendirikan masjid sebagai tempat berkumpul, tempat pengembangan Islam. Maka mulailah para wali mendirikan Masjid Demak yang terkenal sebagai Mesjid Wali yang terletak di pesisir Jawa.
Selain bertutur tentang nilai-nilai religius, sinetron Wali Sanga juga berkisah tentang persoalan cinta. Salah seorang murid Megatruh bernama Arya Gading, memiliki kekuatan dan ilmu beladiri tinggi, sehingga disenangi para pemimpin juga putera-puteri bangsawan pesisir. Tapi yang diincar Arya adalah keluarga dekat Sultan yang bernama Siti Jamilah.
“Di sini kami tidak menampilkan kesaktian wali-wali. Yang ditampilkan hanya teman atau murid wali yang memiliki kesaktian tinggi,” imbuh Imam Tantowi yang mengaku skenario yang dibuatnya berdasarkan legenda dan juga buku-buku kuno.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Choky Adriano sebagai Arya Gading
- Errina GD sebagai Sekar Langit
- Irman Heryana sebagai Dyah Wijayakusuma & Gan Khe Liong
- Jill Carissa sebagai Siti Jamilah
- Roy Jordy sebagai Dyah Ranawijaya & Pangeran Trenggono
- Aris Kurniawan sebagai Bondan Kayu Wangi
- Hans Gunawan sebagai Sunan Ampel & Kyai Arum Dalu
- Chairil J. M. sebagai Sunan Kalijaga
- Al Indra sebagai Sunan Kudus
- Husein Khalia sebagai Sunan Giri
- Ruslan Basri sebagai Sunan Drajat/Sunan Sedayu, Mpu Pambubuh & Ki Dana Daksa
- Rizal Muhaimin sebagai Sri Brahma Raja Gangadara & Sunan Gunung Jati
- Jacky sebagai Sunan Ngudung
- Teddy Uncle sebagai Satria Jati/Ki Pandan Arum & Syekh Siti Jenar
- Budi Chaerul sebagai Dyah Wijaya Karana, Syekh Waliyul Islam, Kyai Jatmiko & Ki Sawen
- Alex Bernard sebagai Kyai Telingsing & Patih Udara
- Diaz Erlangga sebagai Dyah Wirabuana, Kebo Kanigoro & Sunan Bayat
- Piet Ermas sebagai Kebo Peteng
- Arif Nurman sebagai Senopati Jimbun
- Candy Satrio sebagai Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging
- Tyas Wahono sebagai Prabu Ketu Bhuta & Abi Jamilah
- Lilis Suganda sebagai Permaisuri & Nyi Ageng Pengging
- Lisda Oktaviani sebagai Niluh Sukeswari
- Afdhal Yusman sebagai Bagus Cemara & Pangeran Sabrang Lor
- Roy De Benny sebagai Mpu Wahan & Patih Wanasalam
- Sandy Permana sebagai Raden Mukmin
- Ryan Syehan sebagai Fatahillah
- Alvin Prasetyo sebagai Pangeran Kanduruan/Pangeran Sekar Seda Lepen
- Rizal Fadli sebagai Panji, Ananta Wikrawa, Syekh Domba & Raden Kusen Adipati Terung
- Kiki sebagai Kyai Kanafi
- Ricky Adi sebagai Bondol
- Chaerul J.M. sebagai Mpu Supa
- Firmansyah sebagai Khwaja Zainal Abidin
- Amprah Erlangga sebagai Ki Sentong & Ki Lodra Murti
- Rendy Bramasta sebagai Ki Sapto
- Arif Iskandar sebagai Ki Nala
- Garnis Pangandaran sebagai Mpu Capana
- Sofie Amalia sebagai Siti Rahmah & Istri Raden Mukmin
- Imelda Soraya sebagai Ni Kunti
- Tanase sebagai Prabaskara & Macan Wulung
- Danny Permana sebagai Arya Dadu, Tumenggung Jaga Karana & Sunya
- Nurkholis sebagai Cikur
- Luluk sebagai Nyi Langsep
- Putri Sejati sebagai Istri Dyah Wirabuan & Istri Pangeran Umbara
- Reyvaldo Luntungan sebagai Patih Raja Geger & Ki Wadas Lintang
- Jhon Thasrif sebagai Pangeran Umbara
- Nika Suwarsih sebagai Durniti
- Ozy sebagai Jantur
- Novita Mahisa sebagai Umi Jamila
- Lucky Hakim sebagai Gagak Lodra, Ki Ageng Pandana & Adipati Ranggaprana
- Rochim Latul sebagai Ki Jarang Baya/Ki Megatruh
- Arifin Gunawan sebagai Raden Amir Hambiyah & Bagong
- Herby Latul sebagai Ki Ragupal, Ki Bayupati & Ki Tanggung Sakti
- Dias Astisa sebagai Ni Cinde Dadu & Nyi Ageng Tingkir
- Nanda Felandy sebagai Ni Kumari Bakung
- Bima Sena sebagai Ki Saba Paran, Suntoro Aji & Ki Ageng Tingkir
- Reynaldi sebagai Pangeran Trenggono kecil, Murid Ki Saba Paran & Danang Sulaksono
- Chris Chandra sebagai Jaka Tingkir kecil
- Deonardus sebagai Murid Ki Saba Paran & Raden Suteja
- Abhie Cancer sebagai Slamet
- Trixie Fadriane Etheim sebagai Siti Aminah
- Barry Prabu sebagai Pedagang dari Gresik
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sinopsis Wali Sanga". SuaraMerdeka.com.