Teori orang besar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Napoleon, tipikal orang besar, dikatakan telah menentukan Era "Napoleon"

Teori orang besar adalah gagasan abad ke-19 yang di dalamnya, sejarah dapat secara garis besar dijelaskan oleh dampak orang-orang besar, atau pahlawan; individu yang sangat berpengaruh, yang antara dengan karisma personal, kecerdasan, hikmat, atau keterampilan politiknya, menggunakan kekuasaan mereka sehingga menimbulkan dampak sejarah. Teori ini dipopulerkanpada 1840-an oleh penulis Skotlandia Thomas Carlyle. Kemudian, pada 1860, Herbert Spencer memformulasikan argumen kontra yang terus berpengaruh selama abad ke-20 sampai sekarang: Spencer menyatakan bahwa orang besar seperti itu adalah produk dari masyarakat mereka, dan tindakan mereka tidak mungkin dapat terjadi tanpa kondisi sosial yang terbangun sebelum masa hidupnya.[1][2][3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Robert L. Carneiro "Herbert Spencer as an Anthropologist" Journal of Libertarian Studies, vol. 5, 1981, pp. 171–2
  2. ^ Robert Rives La Monte Socialism: Positive and Negative, Chicago: Charles H. Kerr Publishing Company, 1912, p. 18
  3. ^ Sidney Hook (1950) The Hero in History, New York: Humanities Press, p. 67

Pranala luar[sunting | sunting sumber]