Stasiun MRT Bishan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
 NS17  CC15 
Stasiun MRT Bishan
碧山地铁站
பீஷான்
Angkutan cepat
CC15 Bishan Station.jpg
Gerbang utama baru Stasiun MRT Bishan pada jalur Lingkar.
Alamat200 Bishan Road
17 Bishan Place
Singapore 579827/ 579842
Koordinat1°21′04″N 103°50′54″E / 1.351236°N 103.848456°E / 1.351236; 103.848456
Jalur
Jumlah peronSamping (Jalur Utara Selatan)
Pulau (Jalur Lingkar)
Jumlah rel4
Antarmoda penghubungBus, Taksi
Bangunan
Jenis strukturPermukaan (Jalur Utara Selatan)
Bawah Tanah (Jalur Lingkar)
Tinggi peron4
Fasilitas difabelYes
Informasi lain
Kode stasiunNS17, CC15
Sejarah
Dibuka7 November 1987 (Jalur Utara Selatan)
28 Mei 2009 (Jalur Lingkar)
Layanan
Stasiun sebelumnya   MRT Singapura   Stasiun berikutnya
Jalur Utara Selatan
Jalur Lingkar
Lokasi
Bishan MRT Station
Lantai Concourse Stasiun Bishan.

Stasiun MRT Bishan (Kode NS17 / CC15) adalah sebuah stasiun persimpangan di Jalur Utara Selatan dan Jalur Lingkar di Singapura yang melayani penduduk Bishan terutama Bishan Timur. Stasiun ini terletak di Singapura Sentral, sepanjang Jalan Bishan dekat pusat kota Bishan. Umumnya dipenuhi para pelajar di sore hari kerja karena adanya Pusat Kementerian Pendidikan Bahasa, sebuah bagian dari Kementerian Pendidikan Singapura yang terbuka untuk pelajar SMP dan SMA belajar bahasa kedua atau ketiga yang tidak diajarkan di sekolahnya. Sebagian kereta dari Depo Bishan sampai di Peron B dan menuju selatan ke arah Marina Bay untuk jadwal padat di sore hari.

Stasiun ini adalah salah satu dari lima stasiun Tahap 3 Jalur Lingkar yang mulai dibuka pada 28 Mei 2009[1]. Para penumpang bisa pindah jalur melalui jalan bawah tanah yang menghubungkan Jalur Lingkar dengan Jalur Utara Selatan.

Di sisi Jalur Lingkar terdapat Art in Transit sebuah mural yang dibuat oleh Soh Ee Shaun yang cukup dikenal warga Bishan.

Dampak budaya[sunting | sunting sumber]

Terletak di bekas pemakaman bernama Bi Shan Teng, stasiun ini diceritakan berhantu. Sebuah legenda kota menceritakan adanya penumpang yang melewati stasiun ini di suatu pagi awal 1990-an diganggu oleh tangan-tangan tidak terlihat hingga pingsan dan dibangunkan oleh penumpang lainnya. Juga cerita dari penumpang di stasiun itu yang melihat hantu tak berkepala, langkah kaki di atas atap kereta dan sekitar stasiun. Juga cerita tentang penumpang hantu yang tidak memiliki bayangan di jendela kereta.

Terhubungnya Jalur Lingkar dan perubahan stasiun[sunting | sunting sumber]

Konstruksi Jalur Lingkar yang terhubung ke stasiun ini memudahkan penumpang yang akan menuju bagian lain kota. Misalnya waktu tempuh dari Serangoon ke Bishan menjadi hanya 5 menit dari sebelumnya 29 menit sejak 28 Mei 2009. Jalur Lingkar bersilangan tegak lurus dengan Jalur Utara Selatan. Stasiun ini berdampingan dengan Junction 8 Shopping Centre dan akan dihubungkan langsung pada pengembangan berikutnya.

Sebuah peron mengarah ke selatan yang menuju ke Marina Bay yang berpendingin udara dibuka pada 27 Juli 2008. Peron lama saat ini hanya diperuntukkan untuk arah utara menuju Jurong East melalui Woodlands. Sebuah dinding memisahkan jalur ke selatan dengan yang ke utara dan kereta ke selatan tidak lagi membuka pintu ke arah peron lama. Selanjutnya peron ke utara juga ditingkatkan menjadi berpendingin udara dan selesai pada 22 Mei 2009, selanjutnya terdapat pagar pengaman di stasiun ini.

Bishan adalah salah satu dari dua stasiun bawah tanah yang mempunyai peron samping, stasiun lainnya adalah Stasiun MRT Braddell. Meski denah awal stasiun menggunakan sistem pulau tetapi akhirnya diubah menjadi peron samping untuk memudahkan pindah ke Jalur Lingkar. Nantinya jika Jalur Tengah Kota dibuka pada 2013, Stasiun MRT Chinatown akan memiliki juga peron samping mengingat adanya masalah luasan ruang yang bisa dibangun.

Bishan juga satu dari dua stasiun yang mempunyai pintu keluar langsung di tingkat peron. Ketika dibuka Pintu Keluar E di peron ke arah selatan menjadi pintu keluar pertama yang seperti itu, selanjutnya Bishan menjadi stasiun kedua yang memiliki pintu tiket satu lantai dengan peron.

Sebelum Jalur Lingkar dibangun, stasiun ini adalah satu-satunya stasiun bawah tanah yang berpendingin udara dan berdinding kaca pengaman. Sebelumnya penumpang bisa melihat sekeliling stasiun sebelum dibangunnya dinding pengaman, stasiun ini berada di struktur khusus mengingat posisinya yang berada di bawah permukaan air laut.

Jadwal layanan[sunting | sunting sumber]

Tujuan Kereta Pertama Kereta Terakhir
Sen - Sab Minggu &
Hari Libur
Harian
Jalur Utara Selatan
ke NS1 Jurong East 06.06 06.19 00.05
ke NS7 Kranji - - 00.23
ke NS27 Marina Bay 05.38 06.05 23.34
ke NS19 Toa Payoh - - 00.10
Circle Line
ke CC1 Dhoby Ghaut 05.40 06.07 23.34
ke CC16 Marymount 05.53 06.20 00.27
ke CC7 Mountbatten - - 00.09
ke CC12 Bartley - - 00.29

Denah stasiun[sunting | sunting sumber]

L1 Gerbang NSL Pintu Tiket, Mesin Tiket, Kontrol Stasiun, Konter Transitlink, Halte Bus, Junction 8, 7-Eleven, Citibank, Terminal Bus Bishan
B1
Peron
Peron A Jalur Utara Selatan menuju  NS1  EW24  Jurong East melalui  NS9  Woodlands (→)
Peron samping untuk kereta menuju ke Jurong East melalui Woodlands; pintu terbuka di kanan
Peron B Jalur Utara Selatan menuju  NS27  Marina Bay (←)
Peron samping untuk kereta menuju ke Marina Bay; pintu terbuka di kiri
B2 Jalur Transfer Eskalator ke peron Jalur Utara Selatan, lift ke Jalur Utara Selatan jurusan selatan dan daerah tiket
Gerbang CCL Pintu Tiket, Mesin Tiket, Kontrol Stasiun, Konter Transitlink
B3
Peron
Peron A Jalur Lingkar menuju  CC29  NE1  HarbourFront (→)
Peron pulau, Pintu terbuka di kanan
Peron B Jalur Lingkar menuju  CC1  NS24  NE6  Dhoby Ghaut (←)

Pintu-pintu[sunting | sunting sumber]

  • Pintu A - Junction 8 Shopping Centre, Raffles Institution, Bishan Community Library, CPF Bishan, Bishan Park
  • Pintu B - Raffles Institution
  • Pintu C - Raffles Institution
  • Pintu D - Bishan Stadium

Kecelakaan dan Masalah[sunting | sunting sumber]

Kecelakaan 2002[sunting | sunting sumber]

Pada 7 November 2002, seorang anak laki 10 tahun di bawah ke Rumah Sakit Ibu dan Anak KK setelah tertabrak kereta menuju ke selatan di peron. Anak tersebut, Moses Tan, patah kaki kanan, patah bahu kanan, memar di kaki dan dada serta luka di kepala saat kejadian.

Kecelakaan 2004[sunting | sunting sumber]

Seorang pria 31 tahun Joseph Tan, penduduk Kim Keat, terjebak di bawah kereta dan meninggal setelah jatuh ke rel ketika kereta datang ke stasiun sekitar jam 1 siang pada 28 Juli 2004. Tragedi ini mengganggu layanan jalur ke utara antara Stasiun MRT Toa Payoh dan Stasiun MRT Ang Mo Kio sekitar sejam.

Kejadian fatal berikutnya terjadi ketika seorang pria 74 tahun penduduk Toa Payoh meninggal setelah jatuh dan tertabrak kereta jurusan utara sore hari 15 September 2004.[2]

Kecelakaan 2007[sunting | sunting sumber]

4 Maret 2007, seorang pria jatuh ke rel. Penumpang lain menekan tombol darurat dan secara bersamaan masinis kereta juga mengerem. Dilaporkan kemudian pria tersebut mabok dan jatuh ke rel.

Macetnya Kereta 2009[sunting | sunting sumber]

Ketika Jalur Lingkar dibuka 28 Mei 2009, kereta dari dua arah ke Bartley dan Marymount terganggu sekitar 13 menit ketika sebuah kereta berhenti di terowongan antara Stasiun MRT Lorong Chuan dan Bishan pada pukul 14:41. Kereta kemudian ditarik ke Bishan dan penumpang dialihkan.[3]

Galeri gambar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Circle Line to open 2 days ahead of schedule, fares identical to NEL
  2. ^ MRT Accidents
  3. ^ Straits Times 29 Mei 2009: First day blues for commuters