Rantau Prapat (kota)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Peta Kota Rantau Prapat.png
Rantau Prapat (kota)
Gapura selamat datang di Kota Rantauprapat
Gapura selamat datang di Kota Rantauprapat
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Labuhanbatu
Kecamatan Rantau Utara & Rantau Selatan
Luas
 • Total 176,79 km2 (6,826 sq mi)
Penduduk (2017[1])
 • Total 167.874 jiwa

Rantauprapat ( Arab Melayu/ Jawi : رنتاو ڤاراڤات , dibaca : Rantau Prapat) adalah ibukota Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera Timur. Kota ini berada di dekat perbatasan Sumatera Utara dan Riau. Kota ini dilengkapi dengan akses kereta api, yang menghubungkan kota ini dengan ibukota provinsi, Medan.

Rantauprapat sebelumnya merupakan kota administratif, yang dihapuskan statusnya pada tahun 2003 menjadi kota kecamatan biasa karena tidak memenuhi persyaratan peningkatan daerah otonom.[2] pada tahun 1993-1994 kota ini mendapatkan predikat kota bersih dibuktikan dengan diberikannya penghargaan adipura oleh Presiden kala itu Soeharto.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama Rantauprapat tidak diketahui dengan jelas. Ada masyarakat yang mengatakan bahwa nama Rantauprapat berasal dari kata "Merantau ke Parapat (desa)". Namun ada juga yang berpendapat bahwa Rantauprapat adalah tempat persinggahan orang-orang merantau sehingga banyak orang yang menjadi merapat/semakin dekat.[3]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Rantauprapat terbagi menjadi 2 kecamatan dan 19 kelurahan dalam Kabupaten Labuhanbatu

  • Rantau Utara
  • Rantau Selatan

Geografi[sunting | sunting sumber]

Rantauprapat memiliki luas 17.679 Ha (176.79 km²) atau 2.4% dari wilayah Sumatera Utara. Secara geografis, Rantauprapat terletak pada 2°09'30.4"–2°00'57.7" Lintang Utara dan 99°46'30.8"– 99°53'06.8" Bujur Timur

Secara Administratif, batas wilayah Rantauprapat adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu
Selatan Kecamatan Dolok Sigompulon. Kabupaten Padang Lawas Utara
Barat Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu
Timur Kecamatan Bilah Barat dan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu

Rantauprapat dilintasi oleh Sungai Bilah, yang bermuara di Sungai Barumun di dekat Tanjung Sarang Elang. Ada juga beberapa sungai-sungai kecil yang melintasi Rantauprapat, yang kemudian bergabung dengan Sungai Bilah.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim Rantauprapat tergolong tropis. Curah hujan di Rantauprapat cukup signifikan, dengan curah hujan bahkan selama bulan terkering. Iklim ini dianggap Af sesuai klasifikasi iklim Köppen-Geiger. Suhu tahunan rata-rata adalah 26,0° C di Rantauprapat, suhu terendah tercatat yaitu 12,22 C atau 55 F pada dini hari pada tanggal 24 april 2018. Curah hujan di sini rata-rata 2567 mm.[4]

  Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Avg. Temperature (°C) 25.8 26 26.4 26.4 26.5 26.3 26 25.9 25.9 25.8 25.7 25.7
Min. Temperature (°C) 20.8 20.8 21.3 21.6 21.7 21.4 21.1 21.1 21.3 21.4 21.3 21.1
Max. Temperature (°C) 30.9 31.2 31.5 31.3 31.4 31.2 31 30.7 30.5 30.3 30.2 30.3
Avg. Temperature (°F) 78.4 78.8 79.5 79.5 79.7 79.3 78.8 78.6 78.6 78.4 78.3 78.3
Min. Temperature (°F) 69.4 69.4 70.3 70.9 71.1 70.5 70.0 70.0 70.3 70.5 70.3 70.0
Max. Temperature (°F) 87.6 88.2 88.7 88.3 88.5 88.2 87.8 87.3 86.9 86.5 86.4 86.5
Precipitation / Rainfall (mm) 246 157 195 194 191 159 142 185 262 291 274 271

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jumlah Penduduk
(2017)
Rantau Utara 94.784
Rantau Selatan 73.085
Total 167.869

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS Kabupaten Labuhanbatu tahun 2017, mayoritas penduduk Kota Rantau Prapat menganut agama Islam yakni 73.71%, kemudian Kristen Protestan 16.37%, Katolik 7.36%, Buddha 1.40 %, Hindu 1.14 %, dan Konghucu 0.02%.[5]

Agama di Rantau Prapat
Agama Persen
Islam
  
73.71%
Kristen Protestan
  
16.37%
Katolik
  
7.36%
Buddha
  
1.40%
Hindu
  
1.14%
Konghucu
  
0.02%


Transportasi[sunting | sunting sumber]

Darat[sunting | sunting sumber]

Ada satu terminal di Rantau Prapat, yaitu Terminal Padangbulan

Rantauprapat juga memiliki becak motor, yang dapat ditemukan di setiap persimpangan jalan. Desain becak motornya juga sama dengan becak motor di Kota Medan. Juga dapat membawa penumpang kemana saja dalam kota, termasuk juga jalan yang menanjak, dimana kota ini memiliki banyak jalan yang tidak rata atau berbukit.

Ada angkot yang membawa penumpang dari pusat kota Rantauprapat menuju Sigambal

Kereta api Sribilah menghubungkan Rantau Prapat dengan Medan, dan beberapa kota lainnya yang berada di jalur, seperti Kisaran, Tebing Tinggi,

Udara[sunting | sunting sumber]

Pembangunan sebuah bandar udara sudah direncanakan. Letaknya direncanakan berada di dekat kota Aek Nabara, Bilah Hulu, yang berjarak 10 km dari batas Rantauprapat[6]

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Plaza dan Mal[sunting | sunting sumber]

  • Suzuya Plaza, terletak di dekat Taman Makam Pahlawan, Rantau Utara. Merupakan pusat perbelanjaan yang pertama kali dibuka di Rantauprapat
  • Brastagi Supermarket, terletak di Jalan Jend. Ahmad Yani, Rantau Selatan
  • Suzuya Rantauprapat Mall, terletak di dekat Universitas Labuhanbatu, Rantau Selatan. Merupakan mall pertama di Rantauprapat
  • Homesmart, terletak di Jalan Sisingamangaraja, Rantau Selatan. Merupakan plaza yang menjual bahan bangunan

Pasar[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Lama, pasar tradisional pertama di Rantau Prapat
  • Pasar Baru, pasar yang sudah ditutup dan digantikan oleh Pasar Gelugur
  • Pasar Gelugur, merupakan pasar dengan konsep yang menggabungkan pasar tradisional dengan pasar modern. Pasar ini adalah pasar yang paling ramai di Rantauprapat
  • Pasar Sigambal, pasar yang berada di Sigambal, Rantau Selatan.

Rencana Pembentukan Kota Rantau Prapat[sunting | sunting sumber]

Rantauprapat yang merupakan ibukota Kabupaten Labuhanbatu direncanakan menjadi kota. Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi:

  1. Rantau Selatan
  2. Rantau Utara
  3. Bilah Barat (pengajuan pemekaran kecamatan)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2017". BPS Labuhanbatu. Diakses tanggal 18 Januari 2018. 
  2. ^ "Kota administratif". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2016-01-22. 
  3. ^ "Asal Mula Dinamakan RANTAUPRAPAT | Tentang Ranto". www.tentangranto.com. Diakses tanggal 2017-06-20. 
  4. ^ "Iklim: Grafik iklim - Rantau Prapat , grafis Suhu, tabel Iklim - Climate-Data.org". id.climate-data.org. Diakses tanggal 2017-06-25. 
  5. ^ "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2017". BPS Labuhanbatu. Diakses tanggal 18 Januari 2018. 
  6. ^ Yusri. "Parlindungan Purba : Pembangunan Bandara Di Labuhanbatu Sudah Layak dan Tempatnya Strategis". www.labuhanbatukab.go.id. Diakses tanggal 2017-06-20. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi pemerintah Rantau Prapat