Perbankan privat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perbankan privat (bahasa Inggris: Private banking) merupakan sebuah layanan perbankan, investasi dan layanan keuangan lainnya yang ditawarkan oleh bank dan lembaga keuangan kepada orang-orang jasa (individu-individu yang kaya) dengan memberikan jasa-jasa keuangan. Istilah "privat" mengacu pada layanan pelanggan yang diberikan secara lebih pribadi didalam perbankan ritel pasar massal, biasanya diberikan melalui penasihat bank khusus. Setidaknya hingga saat ini, sebagian besar terdiri dari layanan perbankan (pengambilan setoran dan pembayaran), manajemen aset diskresi, perantara, layanan konsultasi pajak terbatas dan beberapa layanan tipe pramutamu dasar yang ditawarkan oleh seorang manajer hubungan tunggal yang diangkat.[1] Secara arti sempit, perbankan privat adalah bagian yang lebih dikhususkan pada manajemen kekayaan yang ditujukan kepada nasabah yang sangat kaya, maka tentu saja nasabah perbankan privat bukanlah nasabah biasa.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Secara tradisional, perbankan privat berhubungan dengan keluarga selama beberapa generasi. Mereka sering menasihati dan melakukan semua layanan keuangan dan perbankan untuk keluarga-keluarga ini. Perbankan privat telah berkembang di Eropa. Sebagian besar bank di Eropa dikenal mengelola aset beberapa keluarga kerajaan seperti halnya, aset Keluarga Pangeran Liechtenstein dikelola oleh LGT Group yang didirikan pada tahun 1920 dan awalnya dikenal sebagai The Liechtenstein Global Trust, aset keluarga Kerajaan Belanda dikelola oleh MeesPierson yang didirikan pada tahun 1720,[3] aset Keluarga Kerajaan Inggris dikelola oleh Coutts yang didirikan pada tahun 1692.

Secara historis, perbankan privat juga dipandang sebagai kategori yang sangat eksklusif yang hanya melayani HNWI — khususnya mereka yang memiliki likuiditas lebih dari $2 juta, meskipun sekarang dimungkinkan untuk membuka rekening perbankan privat hanya dengan $250.000 untuk investor privat. Divisi perbankan privat merupakan sebuah institusi menyediakan layanan seperti manajemen kekayaan, tabungan, warisan, dan perencanaan pajak untuk klien mereka. Untuk layanan perbankan swasta, klien membayar berdasarkan jumlah transaksi, kinerja portofolio tahunan, ataupun biaya tetap, biasanya dihitung sebagai persentase tahunan dari jumlah total investasi.[4] "Privat" berhubungan kerahasiaan bank dengan meminimalkan pajak melalui alokasi aset yang cermat, atau dengan menyembunyikan aset dari otoritas perpajakan. Swiss dan bank-bank luar negeri tertentu telah dikritik karena kerja sama dalam menjaga kerahasiaan bank dengan individu-individu yang melakukan penghindaran pajak. Meskipun penipuan pajak adalah penghindaran pajak berupa pelanggaran perdata dan tidak mengharuskan bank untuk memberi tahu otoritas perpajakan sebagai contohnya, tindak pidana yang terjadi di Swiss.[5]

Di Swiss, ada banyak bank yang menyediakan layanan perbankan priivat untuk banyak pengusaha sebagai penyimpanan kekayaannya.[6] Swiss tetap netral sejak Kongres Wina tahun 1815, termasuk melalui dua Perang Dunia. Setelah Perang Dunia I, mantan bangsawan Kekaisaran Austria-Hungaria memindahkan asetnya ke Swiss karena takut disita oleh pemerintah baru. Banyaknya orang kaya selama Perang Dunia II termasuk keluarga dan institusi Yahudi, memindahkan asetnya ke Swiss agar terlindungi dari Nazi Jerman.[7][8] Akan tetapi, transfer kekayaan ke Swiss ini memiliki hasil yang beragam dan kontroversial dikarenakan penerima manfaat mengalami kesulitan mengambil aset mereka setelah perang.[9] Berakhirnya Perang Dunia II di Eropa timur, aset kembali dipindahkan ke Swiss karena takut disita oleh pemerintah komunis.

Saat ini, Swiss tetap menjadi pusat lepas pantai terbesar dengan kisaran 27% ($2,0 triliun) kekayaan lepas pantai global pada 2009, menurut Boston Consulting Group.[10] Kekayaan luar negeri didefinisikan sebagai aset yang diambil pada suatu negara yang mana investor tidak memiliki tempat tinggal resmi atau domisili pajak.

Pada abad ke-17 tepatnya di Inggris, bank-bank privat didirikan sejalan dengan perkembangan pertanian, mengelola aset keluarga kerajaan, bangsawan, dan tuan tanah. Amerika Serikat memiliki salah satu sistem perbankan privat terbesar di dunia, karena menyumbang sebagian asetnya dengan nilai 3,1 juta HNWI 28,6% dari populasi HNWI global pada 2010, menurut penelitian bersama Capgemini dan Merrill Lynch. Di abad ke-19, beberapa bank Amerika yang mengkhususkan diri pada perbankan privat seperti, US Trust yang didirikan pada tahun 1853 dan Northern Trust yang didirikan pada tahun 1889.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Perkembangan teknologi pada ekonomi internasional, seperti Internet dan telepon seluler menegaskan bahwa bank harus berinovasi dengan proposisi nilai dan mencari pasar baru. Misalnya, pasar perbankan privat tradisional dalam pertumbuhan HNWI rendah, seperti Eropa terhadap Asia dapat dibandingkan dengan jumlah jutawan telah tumbuh menjadi hingga 3,6 juta.[11] Bank juga memberikan contoh layanan perbankan privat dengan harga yang lebih rendah daripada perbankan privat tradisional yang disebut layanan perbankan premium atau perbankan prioritas. Pelanggan kaya raya dengan rekening yang tidak menghasilkan pendapatan sebanyak perbankan privat tradisional, tetapi banyaknya jumlah pelanggan juga menjadikan bank memiliki pendapatan yang cukup besar. Produk yang ditawarkan kepada pelanggan perbankan premium sama dengan pelanggan perbankan privat, kecuali tidak termasuk pengelola investasi global ataupun fasilitas untuk mengelola rekening bisnis sendiri. Singkatnya, hal itu merupakan bagian dari manajemen kekayaan dalam skala yang jauh lebih kecil.

Pada tahun 2016, Credit Suisse dan UBS mengganti kata "private banking" dengan manajemen kekayaan; perbankan privat telah menghadapi risiko reputasi sebagai batasan penghindaran pajak atau bahkan penghindaran pajak.[12]

Minimum kekayaan[sunting | sunting sumber]

Tahun 2016, JP Morgan mulai membutuhkan aset minimal $10 juta guna memenuhi syarat perbankan pribadi mereka, kemudian kekurangannya dipindahkan ke program Private Client Direct (Bahasa Indonesia: Klien Pribadi Langsung). [13]

Peringkat[sunting | sunting sumber]

10 Tingkatan teratas global perbankan privat dan manajemen kekayaan berdasarkan oleh Asset Under Management (AUM), 10 bank privat terbesar di dunia (atau divisi perbankan privat/anak perusahaan dari perusahaan induk bank besar), hingga tahun 2019 peringkat aset yang dikumpulkan,[14] sebagai berikut.

Tingkat Nama Bank Total aset-2019

(US$ Milyar)

1 Swiss UBS Global Wealth Management 2,260.0
2 Amerika Serikat Morgan Stanley Wealth Management 1,046.0
3 Amerika Serikat Bank of America Global Wealth and Investment Management 1,021.2
4 Swiss Credit Suisse Private Banking & Wealth Management 770.0
5 Amerika Serikat J.P. Morgan Private Banking 552.0
6 Amerika Serikat Citi Private Bank 460.0
7 Prancis BNP Paribas Wealth Management 413.5
8 Amerika Serikat Goldman Sachs Private Wealth Management 391.8
9 Swiss Julius Baer Group 379.1
10 Amerika Serikat Raymond James 366.3

Secara Keseluruhan[sunting | sunting sumber]

Hasil dari peringkat perbankan privat dan manajemen kekayaan tahunan Euromoney pada 2019 dengan yang mempertimbangkan set yang dikelola (AUM), laba bersih, dan aset baru bersih yang mana UBS Global Wealth Management yang menempati posisi teratas dalam survei Euromoney 2019[15] untuk "Layanan perbankan swasta terbaik secara keseluruhan 2019". Tabel ini menampilkan hasil dari salah satu kategori peringkat perbankan privat, "Layanan perbankan swasta global terbaik secara keseluruhan 2019".[16]

Rank 2019 Rank 2018 Bank name
1 1 Swiss UBS
2 3 Swiss Credit Suisse
3 2 Amerika Serikat JP Morgan
4 7 Prancis BNP Paribas
5 5 Amerika Serikat Citi
6 11 Spanyol Santander
7 4 Swiss Julius Baer
8 6 Swiss Pictet
9 9 Amerika Serikat Goldman Sachs
10 8 Britania Raya HSBC

Proposisi nilai[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar bank privat mendefinisikan proposisi nilai mereka sepanjang satu atau dua dimensi, dan memenuhi kebutuhan dasar di antara yang lain. Sebagian dimensi proposisi nilai bank privat juga merupakan merek induk, pendekatan satu bank, saran yang tidak memihak, tim penelitian dan penasihat yang kuat dan platform terpadu.

Banyaknya perbankan yang memanfaatkan "merek induk" untuk mendapatkan kepercayaan dan keyakinan klien. Bank-bank ini memiliki kehadiran yang kuat di seluruh dunia dan menghadirkan penawaran bank swasta sebagai bagian dari grup induk. Pendekatan Satu Bank adalah di mana bank privat menawarkan proposisi terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan bisnis klien. Karena perbankan privat memperhatikan pemahaman kebutuhan klien dan selera risiko, dan menyesuaikan solusi yang sesuai, sebagian perbankan mendefinisikan proposisi nilainya ada di segi dimensi ini. Banyak bank privat modern mengikuti platform produk terbuka dan kemudian mengklaim bahwa saran mereka tidak bias. Kepercayaan tidak ada insentif untuk mendorong produk eksklusif dan klien mendapatkan yang terbaik dari apa yang ia tawarkan. Beberapa bank mengklaim memiliki "tim penasihat yang kuat" yang tercermin dalam produk yang mereka tawarkan kepada klien. Beberapa bank juga menentukan proposisi nilai mereka pada platform terpadu mereka, kemampuan mereka untuk mematuhi semua peraturan, namun melayani klien tanpa batasan.

Platform produk[sunting | sunting sumber]

Platform produk arsitektur terbuka merupakan tempat dimana bank privat mendistribusikan semua produk pihak ketiga dan tidak terbatas hanya menjual produk miliknya. Platform produk arsitektur tertutup merupakan tempat di mana bank privat hanya menjual produk miliknya dan tidak melayani produk pihak ketiga. Saat ini kebutuhan klien sangat beragam sehingga hampir tidak mungkin bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan tersebut hanya dengan produk miliknya sendiri. Klien saat ini menuntut produk turunan terbaik yang mngakibatkan sebagian besar perbankan harus mengikuti platform produk arsitektur terbuka yang mendistribusikan produk perbankan lain kepada klien dengan imbalan komisi. Produk yang ditawarkan kepada klien perbankan swasta termasuk ekuitas, sekuritas pendapatan tetap, produk terstruktur, valuta asing, komoditas, deposito dan investasi lahan yasan.[17]

Struktur biaya[sunting | sunting sumber]

Penagihan biaya klien dilakukan oleh perbankan dengan cara yang berbeda-beda. Ada perbankan yang mengikuti model transaksional yang mana klien tidak dikenakan biaya konsultasi sama sekali, karena perbankan berkembang sepenuhnya pada komisi yang didapatkan dengan mendistribusikan produk pihak ketiga. Ada pula bank privat lain yang mengikuti model penasihat. Dalam model ini, bank membebankan biaya tetap untuk produk tertentu dan biaya konsultasi untuk sisanya. Beberapa bank lain sepenuhnya didorong oleh penasihat dan membebankan persentase AUM kepada klien (misalnya 0,75% dari seluruh AUM). Oleh karena itu, beberapa bank menawarkan model transaksional dan model penasihat. Klien memilih apa yang cocok untuk mereka. Terpopuler di industri saat ini adalah menuju model biaya penasihat, karena margin komisi mungkin turun di masa depan.

Generasi pemimpin[sunting | sunting sumber]

Generasi pemimpin adalah bagian penting dari bisnis perbankan privat. Berbagai bank melakukan berbagai cara untuk mendapatkan klien baru. Sementara beberapa bank sangat bergantung pada referensi perbankan grosir mereka, ada beberapa bank lain yang memiliki ikatan kuat dengan divisi perbankan ritel dan korporat mereka. Sebagian besar bank memiliki mekanisme bagi hasil di dalam divisi. Ini adalah biaya satu kali ke divisi atau anuitas yang didapat divisi untuk rujukan klien. Banyak bank percaya bahwa sumber utama prospek pastilah rujukan klien. Seorang klien akan merujuk teman-temannya ketika dia puas dengan layanan yang diberikan oleh bank priivat dalam memberikan banyak prospek melalui rujukan klien menunjukkan kesehatan bank privat yang baik.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Maude, David (2006), Global Private Banking and Wealth Management (PDF) (dalam bahasa Inggris), Inggris: John Wiley & Sons Ltd, hlm. 1–2, ISBN 978-0-470-85421-1 
  2. ^ Andayani, Fitria (2011), "Seluk-beluk Layanan Private Banking: Banyak Maunya, Dari Duit Sampai Soal Pribadi", www.republika.co.id, diakses tanggal 18 November 2021 
  3. ^ "MeesPierson has rich history of managing wealth". www.scmp.com. Diakses tanggal 25 November 2021. 
  4. ^ Sukmana, Yoga (2020). "What Is A Private Banker And Do You Need One?". www.forbes.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-02. 
  5. ^ Whitlock, Craig (29 Maret 2009). "Facing Pressure Over Banking-Secrecy Tradition, Switzerland Braces for Fight". Diakses tanggal 11 November 2021. 
  6. ^ Idris, Muhammad (2021). "Mengapa Banyak Orang Kaya RI Sembunyikan Uang di Bank Swiss?". money.kompas.com. Diakses tanggal 2021-12-02. 
  7. ^ Iswara, Aditya Jaya (2021). "Kisah Perang Dunia 1: Pembunuhan Franz Ferdinand dan Alasan Penembakannya". internasional.kompas.com. Diakses tanggal 2021-12-02. 
  8. ^ McComas, Kyra (2016). "The Neutrality of Switzerland: Deception, Gold, and the Holocaust". Journal of History (dalam bahasa Inggris). 21 (1): 1. Diakses tanggal 2021-12-02. 
  9. ^ Sukmana, Yoga (2019). "Swiss Surganya Dana WNI, Begini Sejarah Kerahasiaan Banknya". ekonomi.kompas.com. Diakses tanggal 2021-12-02. 
  10. ^ "The Offshore Business Has Recovered—but Challenges Remain". bcgperspectives.com. Diakses tanggal 11 November 2021. 
  11. ^ Hanson, Joyce. "Top 10 Countries With Most Millionaires: Capgemini/RBC". AdvisorOne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Januari 2013. Diakses tanggal 11 November 2021. 
  12. ^ "The death of private banking…". Euromoney (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 November 2021. 
  13. ^ "JPMorgan Private Bank's $10M Minimum Rattles Clients and Bankers". AdvisorHub (dalam bahasa Inggris). 22 Maret 2016. Diakses tanggal 11 November 2021. 
  14. ^ Williams, Oliver (8 Juli 2019), "Oliver Williams", Private Banker International Global AuM ranking, Private Banker International (PBI), diakses tanggal 06 November 2021 
  15. ^ Euromoney (05 Februari 2019), "Euromoney", Private Banking And Wealth Management Survey 2019 Global Results (dalam bahasa Inggris), London: Euromoney Institutional Investor, diakses tanggal 08 November 2021 
  16. ^ "Private Banking and Wealth Management Survey 2019: Global Results". Euromoney. Diakses tanggal 11 November 2021. 
  17. ^ "Private Banking". thebanks.eu. Diakses tanggal 11 November 2021.