Penambat rel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Para pekerja memasang penambat rel di Stasiun Leces

Penambat rel adalah pengikat rel ke bantalan rel kereta api. Penambat rel ada dua jenis, yakni jenis penambat kaku dan jenis penambat elastis. Jenis penambat kaku biasanya terdiri dari paku rel, mur, baut, atau menggunakan tarpon (tirefond) yang dipasang menggunakan pelat landas. Umumnya penambat kaku ini digunakan pada jalur kereta api tua, baik yang masih aktif maupun tidak aktif. Karakteristik dari penambat kaku, selalu dipasang pada bantalan kayu atau bantalan baja. Penambat kaku kini sudah tidak layak digunakan untuk semua rel kereta api, khususnya dengan beban lalu lintas yang tinggi. Jenis penambat elastis diciptakan untuk meredam getaran dengan frekuensi tinggi pada rel yang diakibatkan oleh kereta api ketika bergerak di atasnya.

Jenis penambat[sunting | sunting sumber]

Penambat rel kereta api terdapat 2 (dua) jenis penambat yaitu Penambat Elastis dan Penambat Kaku.

1. Penambat elastis[sunting | sunting sumber]

Sistem penambat elastis, merupakan salah satu komponen utama yang ikut memengaruhi kualitas struktur jalan rel, terbuat dari bahan baja yang elastis, sehingga memungkinkan untuk mengabsorbsi getaran yang terjadi pada saat kereta lewat di atasnya ataupun mengakomodasi pemuaian rel akibat perbedaan suhu rel.

1.1 Penambat e[sunting | sunting sumber]

Penambat Pandrol E-clip

Disebut juga sebagai e clip karena bentuknya seperti huruf e kecil dan berbentuk seperti klip kertas sehingga disebut sebagai klip. Digunakan di Indonesia sejak penggunaan bantalan rel beton. Merupakan penambat yang pertama sekali dikembangkan oleh Pandrol sehingga disebut juga sebagai Pandroll Clip. Salah satu kelemahan dari sistem ini mudah untuk dicuri, cukup dengan menggunakan palu sudah bisa mencabut klip ini, untuk menghindari permasalahan ini dipasang suatu anti vandalisme. Beberapa keunggulan dari Penambat e[1]:

  • Komponen sedikit dan sederhana
  • Elastis sehingga tetap mencengkeram rail walaupun bergetar
  • Tahan lama
  • Tingkat keselamatan dan keamanan tinggi
  • Bisa digunakan pada berbagai bantalan maupun trak tanpa balast
  • Bisa digunakan di Wesel atau persilangan
  • Dapat dilengkapi dengan mekanisme anti vandal, untuk menghindari pencurian ataupun pencopotan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab
  • Dapat dengan mudah diterapkan di segala bentuk bantalan
  • Bebas perawatan
  • Penggunaan mudah seperti pada waktu pergantian rel

1.2 Penambat type F[sunting | sunting sumber]

Penambat rel Tipe F bila dilihat sekilas tampak sederhana dan bentuknya mirip dengan Penambat Clip, namun komponen penambatnya relatif banyak sehingga membutuhkan ketelitian dalam pemasangan dan pemeliharaan. Kuat jepit yang dihasilkan dapat mencapai 500 kgf, dan penambat ini dianggap tidak cepat longgar karena mampu meredam getaran. Penambat ini banyak digunakan di Jepang.

1.3 KA Klip[sunting | sunting sumber]

KA Klip yang digunakan pada lintas Yogyakarta- Solo

Dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia, yang mudah dipasang ataupun dibongkar dengan alat yang diciptakan khusus untuk itu. Penambat ini merupakan pengembangan dari F Type dan dibuat oleh PT Pindad [2].

Beberapa Keunggulan KA Klip:

  • Komponen sedikit dan sederhana
  • Pemasangan mudah
  • Efektif untuk penggunaan kembali bila penggantian rel
  • Hampir tidak membutuhkan perawatan
  • Gaya jepit 750 sampai dengan 1300 Kgf (sesuai dengan standart: SNI 11-3677-1995)
  • Dapat mereda getaran karena Clip elastis
  • Dapat menahan beban longitudinal and lateral
  • Dapat menahan beban dari axle load
  • Mengunci sendiri (anti vandal)
  • Dapat digunakan pada track lurus, lengkung, persilangan maupun sambungan
  • Dapat digunakan pada bermacam-macam type rel
  • Dilengkapi dengan insulator listrik untuk melindungi system sinyal & pelacakan.
  • Dapat digunakan untuk upgrading rel tanpa mengganti bantalan

1.4 Penambat kupu-kupu[sunting | sunting sumber]

Merupakan penambat yang disebut juga sebagai fastclip, merupakan perkembangan dari e clip berbentuk seperti kupu-kupu yang waktu pemasangan cepat, mudah dirawat, dan harga murah. Penambat seperti ini belum digunakan di Indonesia.

1.5 DE Clip[sunting | sunting sumber]

Penambat rel tipe DE Clip buatan Pindad

Merupakan penambat elastis yang dikembangkan di Belanda dan di Indonesia dibuat juga oleh PT Pindad dan digunakan secara luas pada jaringan jalan kereta api, khususnya diwilayah pulau Jawa. Beberapa keunggulan dari DE Clip[3]:

  • Komponen sedikit dan sederhana
  • Mudah saat pemasangan dan penggantian di track/lintas
  • Sangat handal dapat digunakan kembali pada penggantian Rel
  • Hampir tidak membutuhkan perawatan
  • Gaya jepit antara 750 sampai dengan 1300 Kgf (sesuai SNI: 11-3677-1995)
  • Mudah dipasang pada berbagai jenis bantalan dan ukuran rel
  • Dapat digunakan untuk upgrading rel tanpa mengganti bantalan
  • Tidak mudah dirusak dan tidak memerlukan perawatan khusus
  • Dapat digunakan pada track lurus, lengkung, persilangan maupun sambungan
  • Dilengkapi dengan insulator listrik untuk melindungi system sinyal & pelacakan
  • Ketahanan tinggi
  • Resistensi dari ballast section memberikan stabilitas penuh terhadap rel
  • Mampu mengunci sendiri

2 Penambat Kaku[sunting | sunting sumber]

Penambat kaku [5] digunakan pada awal perkembangan kereta api. Penambat kaku terdiri dari penambat paku, tirpon dan mur-baut. Penambat kaku sering mengalami terdesak akibat impact sarana yang lewat, kendor dan lepas. mengakibatkan lebar jalur semakin melebar dan bantalan mengalami patah pada dudukan rel.

2.1 Penambat Paku Ulir[sunting | sunting sumber]

Paku ulir yang digunakan untuk mengikat rel ke bantalan

Merupakan penambat yang digunakan pada bantalan kayu, yang berupa paku ulir yang disekrup di atas pelat baja kedalam bantalan kayu sehingga mengikat rel ke bantalan.

2.2.Tirpon[sunting | sunting sumber]

Penambat tirpon merupakan perkembangan dari paku ulir, karena penambat paku sering kendor dan lepas maka digunakan tirpon.

2.3 Mur-Baut[sunting | sunting sumber]

Penambat yang biasa digunakan pada bantalan kayu atau baja. penambat mur-baut ini memiliki kekuatan jepitnya pada klem plat yang kaku.


Namun pada saat ini seiring dengan dengan kemajuan transportasi kereta api dari segi beban kereta yang lewat semakin berat dan kecepatan yang digunakan semakin tinggi, penambat kaku mulai tidak digunakan di Indonesia, kecuali untuk pembangunan kelas jalan IV dan V.

Persyaratan[sunting | sunting sumber]

  • Penambat mampu untuk menyerap gaya-gaya pada rel dengan elastis kemudian menyalurkannya ke bantalan
  • Penambat dapat meredam sebanyak mungkin getaran dan impact akibat dari sarana kereta yang lewat diatasnya.
  • Penambat mampu menahan lebar jalur rel.
  • Penambat mampu untuk menjaga kemiringan rel pada batas tertentu;
  • Dapat mengisolasi antara rel dengan bantalan terhadap aliran arus listrik terutama pada bantalan beton dan besi.
  • Penambat rel elastis harus mampu menahan gaya tahan rel pada bantalan.
  • Penambat rel harus mampu bertahan lama meskipun mengalami pelonggoran dan keausan pada jepitan pada waktu tertentu pemakaian. [6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ PANDROL 'e' Clip [1]
  2. ^ KA-Clip Rail Fastening [2]
  3. ^ DE-Clip Rail Fastening [3]